Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Fera Nuraini

Lahir di Ponorogo. Doyan makan, pecinta kopi, hobi jalan-jalan dan ngobrol bareng. Lebih suka menjadi selengkapnya

BMI Hong Kong: Erwiana Termasuk 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia

REP | 25 April 2014 | 15:58 Dibaca: 153   Komentar: 8   6

Erwiana bersama BMI Hong Kong yang selama ini mendukungnya


Majalah TIME baru saja merilis 100 tokoh paling berpengaruh di dunia. Ada nama Beyonce di sana. TIME menilai bahwa Beyonce bukanlah seorang penyanyi biasa. Dalam lirik-lirik lagunya, penyanyi yang sudah dikenal akan kepeduliannya kepada kaum feminis, berani menyuarakan pendapatnya untuk mengajak para wanita menjadi lebih mandiri dan bisa memimpin, dikutip dari detik.com.

Ada tokoh lain yang juga berpengaruh bagi dunia yakni masuknya Erwiana Sulistyaningsih, Buruh Migran Indonesia (BMI) yang kasusnya menggemparkan publik dunia karena kekejaman sang majikan saat dia bekerja selama 8 bulan di rumah Law Wan Tung.

Kenapa Erwiana masuk ke dalam 100 tokoh paling berpengaruh di dunia? Kasus Erwiana membuka mata dunia bahwa nasib buruh migran rumah tangga masih sangat  rentan terhadap penganiayaan majikan, perlakuan buruk, gaji tak dibayar dan perlakuan seperti budak. Hal ini terbukti jelas seperti
penelitian Amnesty yang menyimpulkan bahwa Hong Kong adalah negara dengan sistem peradapan perbudakan modern.

Saat ditanya perasaan Erwiana yang masuk ke dalam 100 tokoh paling berpengaruh versi majalah TIME, Erwiana mengatakan sangat senang sekali.

“Mudah-mudahan nasib para buruh atau tenaga kerja Indonesia di manapun lebih diperhatikan lagi oleh pemerintah. Katanya buruh sudah diauki oleh PBB tapi kenyataannya masih banyak sekali buruh dan TKI yang tertindas. Semoga pihak PBB dan dunia bisa melindungi kaum buruh. Tidak seperti saya yang menjadi korban penganiayaan.” Tutur Erwiana saat dihubungi pagi ini.

Erwiana adalah seorang gadis remaja yang rela meninggalkan orang tua demi mencari perubahan nasib dan membantu perekonomian keluarganya. Selain itu, dengan bekerja ke Hong Kong, Erwiana berharap bisa melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Tapi nasib berkata lain.

8 bulan bekerja di rumah majikan, pukulan, tamparan, tidak diberi makan layak, istirahat kurang, gaji tak dibayar dan tanpa libur dia terima. Lebih kejamnya lagi majikan Erwiana memulangkannya diam-diam dengan memilih penerbangan tengah malam agar tak diketahui oleh banyak orang.

Beruntung Erwiana ditemukan Riyanti, sesama BMI yang akan pulang dan curiga melihat wajah Erwiana dan banyak luka di kulitnya. Foto Erwiana segera menyebar ke media sosial Facebook dan gemparkan dunia setelah ini.

Link: http://www.feranuraini.com/2014/01/bmi-hong-kong-disiksa-delapan-bulan.html?m=0

Erwiana hanya bukti kecil dari banyak kasus yang tak terendus media dan dunia. Bagaimana nasib pekerja rumah tangga migran dan bahkan di negara sendiri masih sangat rentan dengan penganiayaan dan perlakuan buruh dari majikan. Erwiana berharap pemerintah lebih peduli lagi terhadap nasib tenaga kerja.

Harapan Erwiana adalah harapan kita semua. Perbaikan perlindungan  adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh pemerintan bagi warganya yang sedang bekerja di luar negeri. Kami, para pekerja migran tidak ingin ada Erwiana lain dan berharap kasusnya ini bisa menjadi daya dobrak bagi perbaikan buruh migran dari Indonesia kususnya dan para migran lain yang tersebar di berbagai belahan dunia.

Erwiana, kami bangga kepadamu. Erwiana adalah kami, kami adalah Erwiana.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jelajah Separuh Asia di Planet Tangerang …

Kevinalegion | | 22 May 2015 | 22:57

Keris, Mistik, dan Budaya …

Trie Yas | | 23 May 2015 | 02:16

Menyikapi Budaya Narsis Tak Sehat di Medsos …

Yuliana Aghata | | 22 May 2015 | 14:42

Papa Lim …

Turyana | | 22 May 2015 | 21:45

Seberapa Yakin Kamu Balikan Sama Mantan Sih? …

Listhia H Rahman | | 22 May 2015 | 22:49


TRENDING ARTICLES

SBY dan Pembubaran PT. Petral …

M. Jaya Nasti Nasti | 9 jam lalu

Babak Baru Kisruh PSSI vs Menpora: La Nyalla …

Agus Oloan | 9 jam lalu

Inilah Ujian Akhir Pemerintahan Jokowi …

Pebriano Bagindo | 15 jam lalu

Tenggelamkan Kapal Tiongkok? Siapa Takut! …

Wasiat Kumbakarna | 15 jam lalu

Pak Jokowi Buat Apa Bangun Rel Kereta di …

Gunawan | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: