Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Joko Siswonov

i am antiteori .....

(B.J.Habibie) MH-370 Meledak Berkeping-keping di Atas Ketinggian 10 KM

OPINI | 23 March 2014 | 06:35 Dibaca: 961   Komentar: 0   0

Raibnya pesawas malaysia MH-370 masih menimbulkan misteri bagi dunia. Semua negara yang terlibat menfokuskan diri untuk mencari dimana lokasi pesawat berada. Informasi sekecil apapun difollow-up seintensiv mungkin.

*
Pemerintah Malaysia pun terlihat putus asa. Terbukti dengan pernyataan yang berubah-ubah dari mereka. Tuduhan-tuduhan spekulasi yang ekstrem pun terlontar, seperti pesawat dibajak penumpang atau dibajak oleh pilotnya sendiri. Indonesia pun masuk kena imbasnya. Dituduh Malaysia, militer Indonesia menyembunyi radarnya tentang pesawat MH-370.
*
Namun begitu pemerintah Malaysia perlu menyikapi serius pernyataan Pak Habibie.
*
Siapapun pasti tahu profil Prof. BJ Habibie, putra bangsa menbanggakan, mantan presiden luar suku jawa, penemu teori penerbangan Habibie Factor/faktor Habibie, yang mana teori beliau itu sangat bermamfaat bagi kedirgantaraan dunia. Dengan keilmuannya beliau mampu menjabarkan secara sedetail-detailnya bagaimana sebuah air-plane meledak. Dari awal sampai akhir.
*
Meski pernah menuduh beliau pengkhianat bangsa Indonesia, Malaysia perlu mendengar apa yang distateman-kan Habibie. Beliau berstateman bahwa pesawat MH-370 hancur berkeping-keping di atas ketinggian 10 km di atas laut.
*
Berikutnya pernyataan beliau :
*
“Saya yakin pesawat yang dicari itu tidak akan ditemukan, karena pesawat terbang itu meledak berkeping-keping di atas ketinggian 10 kilometer,”
*
“Saya tidak bisa katakan apakah disebabkan dari sayap atau mesin pesawat karena kasihan pada pihak yang membuat komponen tersebut,”
*
“Namun dia (pilot) baru melihat deteksi pada monitor lalu meledak. Mungkin karena itu pilot tidak sempat mengontak dan tidak sempat melaporkan kondisi SOS,”
*
“Kalau spekulasi pesawat berubah arah, kemungkinan besar pilot melihat pada board glass, ada informasi mengenai sesuatu yang tidak beres di pesawat.”
*
“Apabila pesawat itu meledak di ketinggian 10 kilometer maka berkeping-keping dan terlempar tidak satu arah.”
*
Namun beliau menambahkan lebih lanjut, bahwa penjelasan rekaman kejadian yang sebenarnya apa penyebab kejadian pesawat sebenarnya harus menemukan black-box dulu.
*
Sumber : liputan6
*

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 5 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 6 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 7 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 8 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Resiko Terlalu Banyak Informasi Diri di …

Opa Jappy | 8 jam lalu

Ketika Sayang Dijadikan Sebuah Alasan Untuk …

Fairusyifa Dara | 8 jam lalu

Semarak Pesta Rakyat Situ Bungur (Bingkai …

Agung Han | 9 jam lalu

Kenapa Lebih PD Dengan Bahasa Asing Dari …

Seneng | 9 jam lalu

Car Free Day Bukan Solusi …

Nitami Adistya Putr... | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: