Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Daniel H.t.

Bukan siapa-siapa, yang hanya menyalurkan aspirasinya. Berasal dari Fakfak, Papua Barat. Twitter @danielht2009

Setelah Malaysia Minta Bantuan, Baru Indonesia Mau Membantu?

OPINI | 09 March 2014 | 22:13 Dibaca: 1400   Komentar: 36   2

Beberapa jam lalu, saya mem-posting artikel ke Kompasiana dengan judul “Tujuh Warga Negaranya Menjadi Korban, Kenapa Indonesia Tidak Ikut Mencari Pesawat MAS yang Hilang?”. Di artikel ini saya mempertanyakan kenapa ketika Malaysia, China, Singapura, Vietnam, Thailand, dan Philipina segera menerjunkan tim SAR dan militernya untuk mencari pesawat Malaysia Airlines (MAS) yang hilang sejak Sabtu dini hari waktu setempat (8/3) itu, Indonesia tidak segera berinisiatif ikut membantu? Padahal secara wilayah perairan lokasinya diduga pesawat itu jatuh relatif tidak terlalu jauh dengan Indonesia, lebih-lebih lagi ada tujuh WNI yang ikut menjadi korbannya.

Sekarang, saya baru saja membaca berita di Kompas.com bahwa setelah pihak militer Malaysia secara resmi meminta bantuan kepada militer Indonesia untuk membantu pencarian keberadaan pesawat MAS dengan nomor penerbangan MH-370 itu.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto dalam pesan singkatnya yang diterima Kompas.com pada Minggu, 9 Maret 2014, menyatakan, “Panglima tentara Malaysia telah berkomunikasi dan meminta bantuan kepada pemerintah RI melalui Panglima TNI, KSAL daan KSAU untuk dukungan pencarian dan pertolongan.”

Permintaan bantuan dari Malaysia pun direspons TNI. Pihak TNI segera menempatkan personel untuk bantuan upaya pencarian dan penyelematan para penumpang Malaysia Airlines.

“Unsur unsur TNI yang akan terlibat nantinya akan berkoordinasi dengan otoritas Malaysia,” ucap Djoko.

Meskipun kita patut bersyukur, akhirnya Indonesia berpartisipasi, bergabung juga dengan tim SAR dan militer dari beberapa negara yang sudah sejak hari pertama terlebih dulu terjun untuk misi tersebut, timbul lagi pertanyaan: “Kenapa Indonesia harus mau bergerak setelah pihak Malaysia secara resmi meminta bantuan Indonesia untuk mencari pesawatnya yang hilang itu?

Apakah Indonesia memang sengaja menunggu Malaysia meminta bantuan itu, baru mau bergerak? Kalau Malaysia belum mengajukan permintaan bantuan itu, mungkin kah Indonesia masih belum juga berpartisipasi?

Presiden SBY sudah dilapori  oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa pada 8 Maret lalu, perihal hilangnya pesawat Malaysia Airlines itu dan ada tujuh WNI yang turut menjadi korban, tetapi sampai hari ini juga kita belum mendengar pernyataan resmi dari SBY.

Kenapa bisa begitu? ***

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mereka Meninggalkan Ego demi Kesehatan …

Mohamad Nurfahmi Bu... | | 31 October 2014 | 00:51

Rokok Elektronik, Solusi Stop Merokok yang …

Gaganawati | | 31 October 2014 | 01:19

Profit Samsung Anjlok 73,9%, Apple Naik …

Didik Djunaedi | | 31 October 2014 | 07:17

Ihwal Pornografi dan Debat Kusir Sesudahnya …

Sugiyanto Hadi | | 31 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 10 jam lalu

Saat Tukang Sate Satukan Para Pendusta …

Ardi Winata Tobing | 11 jam lalu

Jokowi-JK Tolak Wacana Pimpinan DPR …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu

Pengampunan Berisiko (Kasus Gambar Porno …

Julianto Simanjunta... | 13 jam lalu

Mantan Pembantu Mendadak PD, Berkat Sudah …

Seneng | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Bukan Diriku …

Roviatus Sa'ada... | 8 jam lalu

Humor Revolusi Mental #017: Orang Batak …

Felix | 8 jam lalu

Sabang & Tugu Nol Kilometer yang …

Muslihudin El Hasan... | 8 jam lalu

Hanya Kemendagri dan Kemenpu yang Memberi …

Rooy Salamony | 8 jam lalu

Distributor Rokok Mengambil Alih Permainan …

Jumardi Salam | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: