Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Jimmy Haryanto

Pecinta Kompasiana. Berupaya menjadi pembelajar yang baik, namun sering merasa malu karena belum bisa berbuat selengkapnya

Dokumen Sejarah: Ternyata Tentara Jepang Itu Dulu Kejam!

REP | 08 October 2013 | 15:12 Dibaca: 2088   Komentar: 10   2

Harian “The Japan Times” tanggal 8 Oktober 2013 membuat laporan berjudul “Tribunal records detail forced Dutch sex slaves” (Catatan pengadilan merinci budak seks Belanda).

Disebutkan terdapat dokumen yang merinci bahwa ada sekitar 35 wanita Belanda yang dipaksa menjadi budak seks untuk kebutuhan tentara Jepang di Semarang. Disebutkan bahwa para wanita Belanda itu ditahan di sebuah kamp di Semarang dan dibawa sesuai pemintaan ke empat “ruang nikmat” (comfort stations) untuk melakukan hubungan seks.

Dokumen tersebut merupakan bagian pernyataan tahun 1993 oleh Kepala Kabinet Jepang (Chief Cabinet Yohei Kono) di mana saat itu Pemerintah Jepang mengakui dan meminta maaf atas keterlibatan tentaranya dalam perekrutan wanita untuk menjadi budak seks.

Disebutkan bahwa dalam dokumen kelas B dan C yang diperuntukkan bagi pengadilan militer sementara Belanda di Batavia (Jakarta) ditemukan lima tentara dan empat penduduk sipil Jepang terlibat dalam kasus pemerkosaan dan kejahatan lain hingga tahun 1949.

Dokumen berisi sekitar 530 halaman itu dulu dimaksudkan sebagai bagian pernyataan Kepala Kabinet Jepang tahun 1993. Tahun 1999 dokumen itu dipindahkan ke arsip nasional Jepang dan kemudian dinyatakan terbuka untuk umum sejak September.

Wah, kalau begitu wanita budak seks itu benar-benar terjadi ya? Pemerintah Korea Selatan hingga saat ini dikabarkan tidak bisa menerima kekejaman tentara Jepang yang juga menjadikan beberapa wanita Korea sebagai budak seks. Bagaimana dengan perempuan-perempuan Indonesia yang juga dijadikan sebagai budak seks itu dan setelah beberapa bulan dipulangkan saja tanpa diberi apa-apa karena sudah “tak nikmat” lagi karena satu hari bisa dipaksa melayani puluhan tentara Jepang?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 11 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 12 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 13 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 14 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 12 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 12 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 12 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 13 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 13 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: