Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Bang Nasr

Bangnasr. Masih belajar pada kehidupan, dan memungut hikmah yang berserakan. Mantan TKI. Ikut kompasiana ingin selengkapnya

Penipuan Dunia Maya: Cara Awal Menghindarinya

REP | 06 October 2013 | 11:38 Dibaca: 610   Komentar: 0   0

Penipuan di dunia maya, baik internet (email), facebook dan lain sebagainya masih sering terjadi dan yang kena tipu daya para mafia kejahatan dunia maya tersebut rata-rata adalah orang lugu, kurang pengalaman dan pendidikan yang rendah (mohon maaf bila saya katakan demikian).

Dalam surat kabar Suara yang terbit di HK edisi (4 Oktober 2013) diberitakan bahwa salah seorang BMI kena tipu orang yang mengaku Jenderal Roy Nelson sebanyak Rp. 122 juta. Tentu saja jumlah yang sangat besar bagi seorang BMI/TKW. Tapi kenapa mereka begitu percaya? Saya yakin karena keluguan mereka dan beberapa faktor lainnya. Modus yang dilakukan oleh Sang Jenderal penipu itu juga masih seperti yang banyak dilakukan oleh para mafia penipu di dunia maya lainnya.

Saya yakin bagi pemilik akun dunia maya, apa saja , baik FB bahkan email sekalipun yang cukup tertutup bisa dimasuki para mafia dengan mengirimkan spam yang isinya minta bantuan, belas kasihan dan lain-lain sebagainya yang menuntut iba bagi orang yang dikirimin email atau hadiah-hadiah menggiurkan. Sayapun sering mendapat kiriman seperti itu, namun biasanya saya langsung delete. Biasanya, modus operandinya, kebanyakan dari negara Afrika Barat Hitam, yang berisi bahwa orang tua mereka pejabat tinggi lalu terkena musibah, seringnya dikatakan kecelakaan pesawat kecil di kawasan  sana. Ayahnya meninggalkan warisan sebanyak sekian juta USD yamg tersimpan di bank di negara tersebut, dsb. Dia minta kita membantu mereka jadi pengurus dan sebagainya untuk mendapatkan warisan tersebutdan hasilnya akan dibagi dua. Untuk meyakinkan mereka, mereka biasanya memberikan referensi seorang tokoh agama (biasanya Pastur) dan mereka tinggal di Pengungsian, dan lain sebagainya. Tentu saja bila kita balas akan bersambut dan akan menggiring kita hingga boleh jadi kena tipu daya mereka.

Atau modus yang lain, biasanya kita dikirimi email bahwa kita dapat lotre sebesar sekian juta USD di London atau dimana saja. Tentu saja kita gembira dan hampir percaya. Sayapun sering mendapatkan kiriman seperti itu, yang semuanya adalah modus penipuan.

Bahkan tidak jarang cewek-cewek di Indonesia yang murasalah (email-emailan) dengan pria hitam dari Afrika Barat yang saking senengnya dia hingga mau mengusahakan calling visa bagi cowok Afrika hitam tadi, yang kemudian bercerita kepada saya dan saya sarankan agar meninggalkannya dan tidak menuruti kehendaknya karena ssungguhnya dia itu penipu dunia maya. Karena cowok Afrika tadi dari negera yang terkenal penipuannya. Dan saya kira segudang modus-modus penipuan lainnya.

Berdasarkan pengalaman dan sudah biasa dilakukan oleh orang-orang yang eling; dan sadar akan penipuan semacam itu, ada beberapa langkah awal yang bisa dilakukan untuk meyakinkan apakah itu penipuan atau bukan, minimal menghindari dari kejahatan yang mereka lakukan.

Langkah pertama, adalah kita dapat membrowsing nama mereka melalui embah google. Ini yang paling gampang dan praktis. Tidak susah-susah dan langsung cespleng. Saya coba ketika mendapat email seperti itu, dan hasilnya ternyata orang itu memang mafia penipu dunia maya. Bahkan saya dapatkan ada juga link orang-orang yang memerangi mereka dan menyebarluaskan kejahatan mereka. Jadi, kita lebih banyak tahu lagu kejahatan-kejahatan mafia dunia maya.

Langkah kedua, mendapatkan scond opinion. Tanya kawan, bila perlu lebih dari seorang. Boleh jadi kawan-kawan yang kita tanyakan pernah tahu kasus-kasus seperti itu. (Biasanya, para BMI terlalu lugu atau bahkan dia memang bangga mendapatkan kenalan Londo atau orang asing walaupun hitam sehingga berpotensi meneruskan dan percaya pada mereka).

Kedua langkah awal ini akan cukup efektif bagi yang tidak familiar dengan dunia internet dan cukup efektif dalam menangkal kejahatan dunia. Sebab, rata-rata yang terkena modus penipuan itu biasanya karena tidak lebih ingin tahu mengenai mereka, dan juga tidak mau menyelidiki lebih jauh siapa mereka.

Harapan kita ke depan agar para BMI/TKW dan siapa saja lebih berhati-hati dalam menyelami dunia maya, apa saja entuknya, agar tidak kena tipu apalagi dalam jumlah yang sangat besar. Amin.

salam damai,

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Wisata ke Perbatasan Surga dan Neraka di …

Taufikuieks | | 17 December 2014 | 11:24

Melahirkan Cesar Versi Saya dan Ashanty …

Mariam Umm | | 17 December 2014 | 13:39

Mau Operasi Kanker Tulang Kemaluan Atau …

Posma Siahaan | | 17 December 2014 | 19:17

The Hobbit: The Battle of the Five Armies …

Iman Yusuf | | 17 December 2014 | 21:02

Nangkring Parenting bersama Mentari Anakku: …

Kompasiana | | 10 December 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Seniman, antara Profesi dalam Angan dan …

Christian Kelvianto | 7 jam lalu

Sadisnya Politik Busuk Pilpres di Indonesia …

Mawalu | 9 jam lalu

Kalah Judi Bola Fuad Sandera Siswi SD …

Dinda Pertiwi | 9 jam lalu

Mas Ninoy N Karundeng, Jangan Salahkan Motor …

Yayat | 10 jam lalu

Jiwa Nasionalis Menteri yang Satu Ini …

Adjat R. Sudradjat | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Sopir “Pinoy” Philippines Makin …

Sayeed Kalba Kaif | 8 jam lalu

Aksi dan Reaksi dari Larangan Becak hingga …

Susy Haryawan | 8 jam lalu

Resolusi Sering Gagal? Begini Caranya …

Gwendolynbetsy@gmai... | 8 jam lalu

Perjuangan Mahasiswa Indonesia di Belanda …

Untung Wahyudi | 8 jam lalu

Presiden Jokowi, Mesti Kita Nasehati …

Thamrin Sonata | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: