Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Gitanyali Ratitia

“I'm selfish, impatient and a little insecure. I make mistakes, I am out of control selengkapnya

Einschulung Sebuah Tradisi Hari Pertama Sekolah di Jerman

REP | 02 September 2013 | 16:02 Dibaca: 368   Komentar: 10   5

13781077801343663425

Schultüte beraneka macam dan ukuran berbeda.

Hari ini adalah hari besar untuk Ray yaitu ‘Einschulung’ atau hari pertama sekolah untuk anak kelas dasar (kelas satu).

13781079331398631279

Penampakan Schultüte di Toko-toko

Sudah seminggu lebih sejak hari pertama sekolah di Jerman, tetapi tidak untuk anak-anak di  kelas satu. Mereka selalu satu minggu terlambat. Kenapa? Karena hari pertama sekolah akan menjadi momen spesial bagi mereka. Penyambutan Einschulung akan selalu pada hari Sabtu yaitu minggu pertama sekolah, dan seluruh sekolah, orang tua, kerabat bahkan kakek,nenek didorong untuk hadir. Ini benar-benar sebuah peristiwa besar untuk anak-anak.

1378108057446570942

Sang Jagoan dengan Schultüte nya…

Jadi, bagaimana Einschulung kita dimulai? Dengan banyak kejutan tentunya!

Lihatlah apa yang kita lihat di luar pintu depan kami, balon , hadiah dan puisi untuk Ray. Bahkan tetangga kita membunyikan bel untuk memberinya hadiah coklat yang dibungkus cantik. Jadi apakah Einschulung itu?

1378108320591152305

Kejutan Pertama, rumah dihiasi dengan balon warna warni

Einschulung adalah tradisi yang dirayakan oleh siswa kelas pertama pada hari pertama mereka sekolah sebagai transisi dari TK. Perayaan Einschulung mencakup program sekolah melibatkan bermain dan presentasi oleh siswa yang lebih tua dan diikuti dengan upacara menyambut siswa baru.

13781084772005109348

Persembahan lagu dan puisi oleh anak-anak kelas 3 dan 4

The Einschulung pada dasarnya terdiri dari dua bagian. Di pagi hari pas hari Sabtu tersebut, yaitu Einschulungszeremonie yang sebenarnya berlangsung. Anak dan orang tuanya serta anggota keluarga dekat, biasanya saudara dan kakek-nenek menemani anak ke sekolah di mana mereka diterima oleh Schuldirektor (Kepala Sekolah) dan den zukünftigen Klassenlehrern (guru kelas).

13781087122092005026

Anak-anak memperkenalkan dirinya satu persatu sambil memegang lonceng di kanan kanan.

Ini adalah praktek umum bahwa kepala sekolah memberikan eine Begrüßungsrede (sambutan) di Aula / Hall dan dilanjutkan kebolehan siswa yang lebih tua mempersembahkan beberapa lagu dan puisi. Para siswa yang lebih tua biasanya dari Drittklässler (siswa kelas III) dan Viertklässler (siswa kelas empat). Mereka bernyanyi riang gembira dan berpuisi yang pada dasarnya untuk menyambut dan menghibur adik kelas mereka.

1378108822789486056

papan nama anak-anak kelas 1, hanya dua kelas saja.

Bagian kedua, anak-anak di persilahkan memperkenalkan dirinya satu persatu dengan membunyikan lonceng yang di pegang di tangan kanan. Para orang tua sudah antusias dengan kamera untuk mengabadikan momen-moment mendebarkan ini, saya tentunya tak kalah antusias juga walaupun saya duduk di barisan terakhir tetapi berhasil mengambil momen tersebut.

13781089681519612815

Anak-anak digiring ke kelas mereka yang baru.

Kemudian orang tua dan keluarga mengucapkan selamat kepada anak sambil memberikan Schultüte.  ”Schultüte” atau Cone Sekolah, meskipun kata “tute” diterjemahkan lebih sebagai “kantong” di Jerman, sering juga disebut Zuckertüte Kantung Gula terutama di Jerman Timur.

1378109414207755743

Suasana di kelas itu

1378109622385636033

Kelasnya bersih, sirkulasi udara bagus, saya suka banyak tanaman di dalam kelas.

1378110861295783018

Para Orang Tua nampak antusias mengintip dari balik pintu kelas, sementara si adik yg belum cukup umur pun ikutan bahagia mendapat Schultüte juga!

Schultüte  dibuat dari bahan dasar karton lalu dibentuk seperti kerucut besar. Di jaman modern Schultüte dijumpai dengan karakter-karakter kartun , hero dan film yang banyak di sukai anak-anak. Seperti pilihan anak saya Ray yang gandrung dengan Star Wars , bisa juga Transformer, The Smurf , Batman, Barbie dll.

13781098751995369119

Spanduk Einschulung di depan sekolah sebagai tempat foto-foto.

13781105961247774152

Para Calon bintang , Generasi Penerus Dunia

Kerucut karton itu kemudian dihias semenarik mungkin dan terakhir diberi nama siswa penerima. Schultüte pada dasarnya penuh dengan permen dan coklat. Hal ini diberikan kepada anak-anak untuk membuat hari pertama yang banyak di tunggu dan dinantikan dengan penuh-penuh harap ini sedikit manis semanis permen dan coklat tersebut. Akan tetapi Schultüte  juga dapat berisi jeglichen Schulbedarf ( perlengkapan sekolah), misalnya, Fuller (Fountain Pen), lineale (penggaris), Radiergummis (penghapus), serta Spielzeug (mainan).

1378111322757165652

Para Ortu yang sibuk dengan antusiame anak-anak

1378111491630884776

networking, networking sambil nunggu anak

Setelah itu Anak-anak mengikuti guru kelas menuju kelas mereka di mana anak-anak mendapatkan Willkommensgeschenk (hadiah selamat datang) dan Guru membagikan Stundenplan (jadwal kelas).  Di sekolah ini kami banyak mendapatkan Willkommensgeschenk yang datang dari para sponsor , seperti dari Bank, dari institusi pemerintah , toko anak-anak dll, isinya macam-macam misalnya tempat minum, kupon diskon, alat-alat sekolah , tas dll.

137811161149245467

Hall sekolah yang juga berfungsi sebagai tempat bermain basket dan olahraga

13781116981296295906

Prnak-pernik dalam menyambut Einschulung

1378111797466130690

Hiasan Einshulung

Sebelum anak-anak bisa kembali pulang mereka dibutuhkan untuk berpose dikelas dan di depan sekolah dengan Schultüten mereka di tangan. Otomatis para orang tua tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini , bak selebritis anak-anak berpose dengan keluarga mereka dan tidak ketinggalan Schultüte tentu saja!

1378111894477611605

Menyewa Kuda dan kusirnya berputar-putar areal sekolah kemudian pulang ke rumah

Bagaimana acara selanjutnya? Yaitu Kreise der Familie (dalam lingkaran keluarga). Bagaimana orang-orang Jerman merayakan sesudahnya dapat bervariasi. Beberapa keluarga pergi ke Restoran dan yang lainnya merayakannya di rumah.  Kami merayakan dengan BBQ bakar-bakar ayam di kebun di bawah cuaca mendung. Walaupun begitu Kami masih bisa merayakannya dengan gembira tentunya , terutama anak-anak.

1378112429583448269

Sebagian isi Schultüte si Kecil, sebagian hadiah dari sponsor

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nangkring Bareng Pertamina …

Maria Margaretha | | 29 August 2014 | 23:37

“Curhat Jokowi Kelelep BBM dan Kena …

Suhindro Wibisono | | 29 August 2014 | 16:40

5 Polusi Rumah yang berbahaya selain Rokok …

Hendrik Riyanto | | 30 August 2014 | 04:53

Jokowi-JK Berhentilah Berharap Tambahan …

Win Winarto | | 29 August 2014 | 22:16

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jogja Terhina, France Tidak Perlu Minta Maaf …

Nasakti On | 9 jam lalu

Rising Star Indonesia, ‘Ternoda’ …

Samandayu | 9 jam lalu

Yogya, Kamar Kos, dan Segarnya Es Krim Rujak …

Wahyuni Susilowati | 13 jam lalu

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 16 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

London in a Day on Foot …

Fillia Damai R | 8 jam lalu

Jogja Miskin, Bodoh, Tolol dan Tak …

Erda Rindrasih | 8 jam lalu

Mengintip Sekelumit Catatan Umar Kayam …

G | 8 jam lalu

5 Polusi Rumah yang berbahaya selain Rokok …

Hendrik Riyanto | 9 jam lalu

Tentang Mengusahakan Jodoh …

Adin_noel | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: