Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Erenbeckam

I'm only an ordinary woman with an ordinary life..

Majikan Hongkong Diadili karena menganiaya PRT asal Indonesia

REP | 01 September 2013 | 06:25 Dibaca: 888   Komentar: 28   9

13779682441389671736
Apa yang pertama anda pikirkan jika mendengar kasus penganiayaan TKW? Sudah dipastikan kita akan menjawab Arab saudi dan Malaysia. Tapi kali ini kasus penganiayaan terhadap TKW asal Indonesia terjadi di Hongkong, negara yang selama ini dikenal memiliki warga yang taat hukum. Jangankan menganiaya pembantu, jika majikan ketauan menyimpan paspor pembantunya saja, mereka sudah harus berurusan dengan hukum karena di Hongkong paspor harus dipegang oleh si pemilik.

Tapi beberapa hari ini, pemberitaan di media televisi dan surat kabar di Hongkong diramaikan oleh kasus yang melibatkan sepasang suami istri Tai Chi Wai (42th) dan Chaterine Au (41th). Mereka didakwa melakukan kekerasan fisik terhadap pembantunya asal Indonesia yang bernama Kartika Puspitasari selama 2 tahun dan berakhir oktober tahun lalu karena kartika berhasil melarikan diri.

Dalam dakwaan disebutkan bahwa pasangan ini selalu mengikat pembantunya jika mereka sedang keluar rumah atau sedang tidur. Chaterine juga pernah menyayat tangan dan perut kartika menggunakan pisau cutter, lalu membenturkan kepalanya ke wastafel. Pasangan ini juga sering memukul Kartika menggunakan rantai sepeda atau sepatu. Mereka juga tidak segan segan menyetrika tangan dan muka kartika. Tragisnya, saat pasangan ini berlibur ke thailand selama 5 hari, si pembantu diikat di sebuah kursi setelah sebelumnya dipaksa menggunakan popok tanpa diberi makanan dan minuman.

Kartika sendiri berhasil melarikan diri pada akhir oktober lalu setelah dihukum oleh majikannya karena ketahuan memakan ayam dan kue dari kulkas setelah 2 hari tidak diberi makan. Dia kemudian ditampar 3x, diikat, lalu didorong ke kamar mandi sebelum majikan meninggalkan flat. Setelah menyadari kamar mandi tidak terkunci, kartika pun melarikan diri yang akhirnya ditolong oleh seorang warga dan diantar ke Konsulat Indonesia.

Pasangan ini sendiri menyangkal semua tuduhan bahkan balik menuduh Kartika telah berbohong. Luka luka di tubuh Kartika menurut mereka dilakukan oleh Kartika sendiri. Mereka berdalih Kartika melakukannya untuk mendapat ganti rugi sebesar HK$ 117.272, sedangkan mereka cuma bersedia memberikan HK$ 4.449.
Mereka boleh menyangkal, tapi saksi ahli di pengadilan menyatakan bahwa bekas luka di tubuh Kartika sesuai dengan yang dituduhkan, dan mustahil jika Kartika melukai dirinya sendiri. Sidang sendiri akan dilanjutkan pada 18 september mendatang untuk pembacaan keputusan.

Akhir kata, semoga sang pahlawan devisa bisa mendapat keadilan dan majikannya mendapat hukuman yang setimpal. Dan semoga tidak ada lagi TKW lain yang mengalami penganiayaan baik itu di Hongkong, Arab ataupun Malaysia. Sudah seharusnya pemerintah lebih memperhatikan keamanan para penyumbang devisa terbesar di Indonesia tersebut.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Manajemen Mudik …

Farida Chandra | | 25 July 2014 | 14:25

Quo Vadis Jakarta Baru? …

Shendy Adam | | 25 July 2014 | 14:41

Sensasi Rafting di Kali Oyo Gunungkidul …

Tri Lokon | | 25 July 2014 | 15:27

Keras, Tegas dan Tajam Suara Politik di …

Hendrik Riyanto | | 25 July 2014 | 12:45

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 9 jam lalu

Kunjungan Clinton ke Aceh, Misi Kemanusiaan …

Rafli Hasan | 13 jam lalu

Demokrasi ala SBY Jadi Perhatian Pakar Dunia …

Solehuddin Dori | 14 jam lalu

Kebijakan Obama yang Bikin Ciut Nyali Orang …

Andi Firmansyah | 15 jam lalu

Mengapa Harus Jokowi yang Terpilih? …

Ryan Perdana | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: