Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

E-sdmi Day

E-SDMI adalah upaya mendeklarasikan Para pekerja Migran sebagai Entrepreneurship Sumber Daya Migran Indonesia sebagai pembelajar selengkapnya

Entrepreneurship Sumber Daya Migran Indonesia di Hong Kong 1

REP | 23 August 2013 | 22:55 Dibaca: 255   Komentar: 6   4

Bekerja di Luar Negeri tentu bukanlah cita-cita kami.Namun karena ingin penghidupan yang lebih baik,masa depan yang lebih cerah untuk Anak-anak  ataupun  Orang-orang tercinta,Kami rela terpisah Indonesia- Hongkong bertahun-tahun.Sepi terbalutkan kerinduan dengan Orang-orang tercinta kami lalui.Semangat namun berhiaskan deraian tangis.Kami kuat menghadapi semua ini,demi meraih Cita-cita kami.

Indonesia adalah Negara dengan kekayaan alam yang melimpah.Namun banyak pengangguran yang terdidik.Kemiskinan merata dimana-mana.Kurangnya lapangan pekerjaan menjadikan warganya banyak yang pergi ke Luar Negeri sebagai TKI/TKW ,termasuk kami di Hong Kong.Disini yang dibutuhkan adalah SDM yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan bukan hanya SDM yang terdidik.Dan ini menyimpulkan,entrepreneur di Indonesia sangatlah sedikit.

Sebagai Buruh Migran Indonesia di Hong Kong,mindset kami sebagian besar telah berubah dengan ruh Entrepreneur yang telah di ajarkan oleh pihak Ciputra Entreprneurship Center (UCEC) dalam program yang bernama Mandiri Sahabatku.Dimana Mandiri Sahabatku adalah sebuah program pelatihan Entrepreneur yang diselenggarakan oleh Bank Mandiri dan UCEC.Buruh Migran di Hong Kong,sebagian besar adalah Pekerja Migran yang aktif belajar hal-hal yang baru.Sebagai Pembelajar yang penuh semangat,maka tak heran ketika pihak Ciputra dengan Ciputra Entrepreneurship Online (UCEO) mengadakan kuliah secara online,langsung banyak BMI yang mendaftarkan diri.Program-program yang diikuti ini adalah Pengantar Entrepreneurial  Ritel (PER),Pengantar Entrepreneur Kuliner (PEK),Menejemen Entrepreneur Ritel (MER).Semua pembelajaran dari UCEO dilakukan secara online.Bahkan ketika pihak UCEO mengadakan kuliah Entrepreneurship Online Course yang pertama di Indonesia kami bisa leluasa mengikutinya.Yang bisa daftar di http://ciputra-uceo.com.Inilah sedikit gambaran keaktifan para Buruh Migran Indonesia di Hongkong.Tidak hanya itu,para Buruh Migran ini di sela-sela hari liburnya ada yang aktif berdakwah,berorganisasi,belajar memasak,belajar menjahit,belajar komputer,Kursus Bahasa Inggris ,belajar buat bros,mengelola perpustakaan dan masih banyak lagi kegiatan yang menunjang kemampuan diri mereka.Hal seperti ini  apabila kami bekerja di Indonesia (sama-sama di rumah tangga)belum tentu kami dapatkan.Dan untuk itulah kami menyebut diri bukan lagi sebagai BMI biasa,namun sebagai Entrepreneurship Sumber Daya Migran Indonesia (E-SDMI).

Buruh Migran Indonesia yang menamakan diri  sebagai Entrepreneurship Sumber Daya Migran Indonesia menyadari bahwa sebagai migran mesti menjadi migran yang inovatif ,paham serta sadar betul tak  selamanya dirantau.Tapi dia jadikan semua itu sebagai jembatan penyebrangan bertransformasi.SDMI menyadari,menjadi migran mesti jadi sumber yang bermanfa`at khususnya untuk diri sendiri dan umumnya untuk banyak orang disekitarnya,Indonesia bahkan pula Dunia.SDMI menyadari sebagai migran mesti menjadi daya dan kekuatan untuk menggerakkan Migran itu sendiri dan sebanyak mungkin orang-orang disekitarnya agar lebih kreatif dan inovatif supaya bisa memerankan masa depan kehidupannya dengan gemilang.

Bersambung…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ozi Destayuza, Lahirkan Atlit Taekwondo Bawa …

Muhammad Samin | | 30 September 2014 | 21:47

Bercengkrama Bersama Museum NTB …

Ahyar Rosyidi Ros | | 30 September 2014 | 21:35

Berani Klaim Gadjah Mada, Harus Hargai Kali …

Viddy Daery | | 30 September 2014 | 20:57

(Macau) Mengapa Anda Harus Berlibur ke …

Tria Cahya Puspita | | 30 September 2014 | 20:06

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Layakkah Menteri Agama RI Menetapkan Iedul …

Ibnu Dawam Aziz | 8 jam lalu

Indahnya Teguran Allah …

Nduk_kenuk | 11 jam lalu

Kumpulan Berbagai Reaksi Masyarakat …

Elvis Presley | 13 jam lalu

Asian Games Incheon: Kagum atas Pelompat …

Hendi Setiawan | 15 jam lalu

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

PM Vanuatu Desak PBB Tuntaskan Dekolonisasi …

Arkilaus Baho | 7 jam lalu

Plus Minus Pilkada Langsung dan Melalui DPRD …

Ahmad Soleh | 7 jam lalu

Bantaran …

Tasch Taufan | 8 jam lalu

Indonesia Tangguh (Puisi untuk Presiden …

Partoba Pangaribuan | 8 jam lalu

UU Pilkada Batal Demi Hukum? …

Ipan Roy Sitepu | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: