Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Muhammad Nurdin

sebagai guru sejarah dan sosiologi di SMA di kota Bandung tentu saja perlu berwawasan luas,karenanya selengkapnya

Rejim “Orbitan” Junta Militer Berlakukan Keadaan Darurat; Ikhwanul Muslimin Serukan Aksi Besar-besaran

REP | 16 August 2013 | 17:33 Dibaca: 340   Komentar: 1   0

13766457381177065557

Gambar:AP

Krisis politik  di negara Cleopatra itu semakin  meluas sehingga semakin rumit  pengentasannya,bahkan semakin terjebak dalam jurang perang saudara yang mengerikan.Keadaan  Mesir  kedepannya  kemungkinan semakin tidak menentu sejak  kudeta  Rabu 3 Juli 2013 sampai  Rabu  14 Agustus sudah menewaskan ribuan waaraga sipil Mesir serta ribuan lainnya menderita luka-luka.Bahkan  dalam kekerasan paling berdarah yanag dilancarkan junta militer Rabu 14  Agustus 2013 terhadap para aktifis  pro  Presiden terguling Muhammad Mursi diperkirakan  telah menelan  sekitar 1000 orang,ujar  pihak Ikhwanul Muslimin kepada BBC  kamis 15  Agustus 2013.

Namun demikian menurut Kementerian Kesehatan korban tidak sebanyak itu tetapi 525 orang tewas dan terus bertambah.Para pimpinan Ikhwanul Muslimin menyeruakan supaya melancarkan  aksi besar-besaran melawan junta militer sekaligus menuntut penulihan kekuasaan terhadaap presiden terguling Muhammad Mursi.Aksi-aksi  tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan korban yang lebih banayak lagi,karena  aparat keamanan Mesir kelihatannya sudah tidak memiliki hati nuraninya lagi.

Aplagi  sekarang disinyalir  bahwa Zionis Israel terlibat dalam konflik internal Mesir,dan kemarin kelihatan  kapal cargo milik Israel  mendarat di bandara Cairo yang didalamnya banyak amunisi ,ujar  sopir yang enggan disebutkan namanya itu.Kerjasama  Israel-Junta Militer memang  sudah lama terjalin ,sehingga saat  hendak menggulingkan presiden  Muhammad Mursi Junderal Abdel  Fattah El Sisi memberitahukan Israel lebih dahulu. Israel dan AS lebih suka  rejim sekuler liberalis berkuasa di Mesir daripada rejim islamis seperti halnya yang sedang dijalankan Presiden Muhammad Mursi sebelumnya.

Kekerasan di Mesir itu  perlu segera ditangani oleh masyarakat internasional,karena  jika mengharapkan dari OKI  kelihatnnya tidak akan mamapu mengentaskannya karena  sesama  anggota OKI-pun tidak kompak dalam menanggapi kriris Mesir  tersebut.Terutama Arab Saudi,Kuweit,Bahrain lebih pro  kelompok yang anti Muhammad Mursi dan Ikhwanul Muslimin.Bahkan  negara monarchi Arab Saudi,Bahrain dan Kuweit itu telah mengucurkan  dan milyaran dolar kepada junta Militer yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap  para aktifis pro presiden terguling Muhammad Mursi.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 7 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 8 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 10 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 10 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 8 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 8 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 8 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 9 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: