Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Rahmad Agus Koto

"Alam Terkembang Jadi Buku," dibaca, dipelajari, dipahami dan diamalkan… Insyaallah… Belajar sampai nafas terakhir. Suka selengkapnya

Fonterra Menarik Produk Susu Terkontaminasi Clostridium

REP | 04 August 2013 | 15:49 Dibaca: 923   Komentar: 11   4

Kemarin, 3 Agustus 2013, Fonterra, perusahaan produk olahan susu sapi keempat terbesar di dunia dari Selandia Baru, merilis berita mengenai adanya kontaminasi bakteri Clostridium pada bahan dasar produk mereka, yaitu Whey Protein Concentrate (WPC80).

Fontera melaporkan bahwa kontaminasi itu berasal dari saluran pipa yang tidak higienis di pabrik Waikato, Selandia Baru yang memproduksi WPC80, dan terjadi pada bulan Mei 2012.

Rilis ini berdasarkan aduan delapan dari kustomer Fonterra, yang memperoleh uji positif Clostridium pada sampel produk yang mereka teliti.

Ada ratusan jenis (strain) bakteri Clostridium, sebagian besar tidak berbahaya. Salah satu jenis ini yang paling berbahaya adalah  Clostridium botullinum.

Clostridium botulinum memproduksi botulin, senyawa kimia bersifat neurotoksin, penyebab terjadinya Botulisme, yaitu penyakit keracunan makanan yang mengakibatkan gangguan pada otot (paralysis), sistem pernafasan dan pencernaan.

Penderita Botulisme bisa berujung kepada kematian apabila tidak ditangani dengan segera.

Meskipun pihak Fronterra belum mengetahui persis jenis Clostridium yang terdapat pada sampel uji,  Frontera tidak mau mengambil resiko dan telah mengambil kebijaksanaan untuk menarik seluruh produk yang jumlahnya lebih dari seribu ton, yang sekelompok dengan produk yang diuji tersebut dari tujuh negara yaitu China, Australia, Thailand, Malaysia, Vietnam, Saudi Arabia dan dari Selandia Baru.

Sampai berita ini dirilis, belum ada laporan yang menyebutkan adanya korban disebabkan oleh produk yang terkontaminasi itu.

WPC80 digunakan oleh kustomer Fronterra, sebagai bahan baku untuk produk formula bayi, susu tepung pertumbuhan anak-anak dan minuman olahraga.

Menteri Perindustrian Selandia Baru menyebutkan bahwa terdapat 5 kelompok produk yang menggunakan bahan baku terkontaminasi itu, diantaranya susu formula bayi merek Karicare yang dibuat oleh Nutricia yang beroperasi di Selandia Baru dan disuplai oleh Fronterra.

Salah satu kelompok produk tersebut berada di Australia.

Sedangkan produk Frontera yang lain sama sekali tidak berhubungan dengan kasus ini adalah susu segar, yoghurt, keju, spreads dan susu UHT.

Sumber: Fonterra, BBC, ABC News, Kompas.

[-Rahmad Agus Koto-]

Artikel Terkait

Botulisme, Penyebab dan Pencegahan

Penulis adalah Kepala Laboratorium Mikrobiologi Hamsa Multisains Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan air, limbah industri dan domestik yang berada di kota Medan.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tarian Malinau yang Eksotis Memukau Ribuan …

Tjiptadinata Effend... | | 24 November 2014 | 11:47

Ini Sumber Dana Rp 700 T untuk Membeli Mimpi …

Eddy Mesakh | | 24 November 2014 | 09:46

Saatnya Kirim Reportase Serunya Nangkring …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39

Nyicipi Rujak Uleg sampai Coklat Hungary di …

Mas Lahab | | 24 November 2014 | 16:16

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Tjiptadinata, Menang Karena Senang …

Felix | 7 jam lalu

Butuh Rahma Azhari untuk Bekuk Filipina? …

Arief Firhanusa | 9 jam lalu

Tanggapan Negatif Terhadap Kaesang, Putera …

Opa Jappy | 10 jam lalu

Sikap Rendah Hati Anies Baswedan dan Gerakan …

Pong Sahidy | 11 jam lalu

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: