Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Masykur A. Baddal

.:: Berbagi untuk kemajuan bersama, demi kemajuan bangsa ::. ….Pernah bermukim di negeri kinanah/Mesir +/- 30 selengkapnya

Ashton Ngacir, Setelah Pernyataannya Dipelintir Oleh Penerjemah Istana Mesir

REP | 31 July 2013 | 22:56 Dibaca: 1679   Komentar: 65   17

13752860211841096034

Ashton merasa aneh dengan terjemahan pernyataan yang ia sampaikan dalam konfers gabungan 30/7 di Istana Etihadiya. (Aljazeera tv)

By. Masykur A. Baddal – Sungguh ironis, seharusnya event internasional perdana Mohamed Albaradei Wakil Presiden Transisi Mesir dalam konferensi pers gabungan bersama Utusan Khusus Uni Eropa Catherine Ashton, dapat digunakannya sebagai ajang unjuk gigi akan kemahiran diplomasi dan wawasan politik internasionalnya. Namun apa hendak dikata, peristiwa bersejarah tersebut justeru menjadi bumerang bagi pemerintahan transisi Junta Militer Mesir.

Sebagaimana yang ditayangkan oleh Aljazeera TV, dan dilaporkan oleh Kantor Berita Leil wan Nahar Mesir. Paska kunjungan spesialnya menjumpai Dr. Muhammad Mursi di pengasingannya, Utusan Khusus Uni Eropa Catherine Ashton, selanjutnya melakukan konferensi pers gabungan dengan Wakil Presiden Transisi Mesir Mohamed Albaradei di Istana Etihadiya.

Sebelum membuka kesempatan bertanya kepada rombongan pers internasional, Ashton terlebih dahulu menjelaskan kilasan hasil kunjungannya menemui Dr. Muhammad Mursi. Namun seketika ruangan konferensi pers istana itu pun menjadi aneh. Sebagian wartawan yang memahami bahasa Arab dan Inggeris termasuk reporter Aljazeera TV, memandang penuh keheranan ke arah juru terjemah Istana Etihadiya. Pasalnya, statement yang disampaikan oleh Ashton tidak diterjemahkan sesuai maksudnya. Akan tetapi dipelintir sehingga menimbulkan arti yang berbeda.

Rangkuman statemen Ashton sebagaimana yang diterjemahkan oleh Aljazeera TV adalah sebagai berikut. Ashton pada menit 2:30: Masa depan negeri yang besar ini berada di tangan rakyatnya. Penerjemah Istana: Mesir adalah negeri yang besar dengan jumlah penduduknya yang besar. Ashton pada menit 3:38: Saya sudah bertemu dengan Muhammad Mursi (tanpa menyebutkan jabatan) semalam. Penerjemah Istana: Saya sudah bertemu semalam dengan mantan presiden Muhammad Mursi. Ashton pada menit 4:26: Dengan sendirinya proses yang mengikutsertakan seluruh pihak itulah yang akan berhasil. Penerjemah Istana: Road map komprehensif mencakup semua sisi itulah yang akan digunakan. Ashton pada menit 9:02: Saya telah berbicara denga Muhammad Mursi kemaren. Penerjemah Istana: Saya telah berbicara dengan Dr. Muhammad Mursi kemaren.

Kemudian puncak dari konferensi pers tersebut adalah di saat seorang wartawan dari La Figaro bertanya pada menit 11:00: Dapatkah anda membayangkan jika Mursi menjadi pihak dalam suatu proses politik? Namun, di saat Ashton sedang mengatur napasnya menjawab pertanyaan tersebut, justeru Albaradei langsung menanggapinya, dengan berkata “Tidak, Presiden Mursi sudah gagal dalam proses politik, dan dia tidak memiliki kesempatan lagi”. Setelah mendengar jawaban Albaradei, spontan Ashton pun meminta diri kepada Albaradei untuk segera meninggalkan konferensi pers dengan alasan jadwal penerbangan pesawatnya. Padahal skedul konferensi pers tersebut sudah diatur jauh-jauh hari sesuai dengan protokoler istana.

Peristiwa Selasa 30/7/2013 itu, sempat menghebohkan media Mesir. Sebab pemerintah transisi dibawah Junta Militer telah menampakkan kekonyolannya dihadapan pers internasional, yaitu telah memplot jalannya konferensi pers gabungan sesuai keinginannya, yang seharusnya berjalan alami apa adanya.

Salam.

Bacaan/TV source:

http://www.twsela.com/?p=10614

Snapshoot Aljazeera TV: http://www.youtube.com/watch?v=xT-GyKI6x-w

http://www.twsela.com/?p=10544

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?! …

Tjiptadinata Effend... | | 01 November 2014 | 14:03

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | | 01 November 2014 | 10:13

Traveling Sekaligus Mendidik Anak …

Majawati Oen | | 01 November 2014 | 08:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 8 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 9 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 10 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Photo-Photo: “Manusia Berebut Makan …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Kisruh di DPR: Jangan Hanya Menyalahkan, …

Kawar Brahmana | 8 jam lalu

Saran Prof Yusril Ihza Mahendra Kepada …

Kopi Keliling | 8 jam lalu

Korupsi yang Meracuni Indonesia …

Cynthia Yulistin | 8 jam lalu

MA Pasti Segera Bebas, Karena Kemuliaan …

Imam Kodri | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: