Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Farid Wadjdi

Lulusan arsitek yang bekerja di perusahaan kontraktor nasional. Mengelola blog "Arsikons - Arsitektur dan Konstruksi", selengkapnya

Kudeta Mesir: Video Detik-detik Pembantaian Subuh

OPINI | 24 July 2013 | 21:28 Dibaca: 2020   Komentar: 6   7

Pada tulisan terdahulu (baca di sini), saya membahas tentang headline harian Kompas edisi tanggal 09/07/2013 yang berjudul “Pendukung Mursi Ditembaki”. Judul tersebut adalah berita tentang tragedi penembakan massa pendukung Mursi oleh militer pada tanggal 08/07/2013, yang menyebabkan sedikitnya 42 orang tewas dan 322 orang luka-luka. Aksi penembakan terjadi saat massa pendukung Mursi melakukan shalat subuh. Demikian dilaporkan oleh wartawan Kompas Musthafa Abd Rahman, dari Kairo.

Sementara itu versi militer mengatakan bahwa tragedi tersebut merupakan buntut bentrokan antara militer dengan demonstran pro Mursi. Bahkan menurut sumber Kompas online, pihak militer berkilah bahwa semua berawal dari “serbuan” pendukung mursi ke Markas Garda Republik. Ikhwanul Muslimin menyatakan serangan militer dilakukan ketika para pendukung Mursi sedang beribadah pagi. Namun, militer bersikukuh insiden terjadi karena “sekelompok teroris” berusaha menyerbu gedung yang diduga menjadi tempat penahanan Mursi itu.

Saat itu berbagai versi di berbagai media yang bertentangan tidak dapat segera dikonfirmasi kebenarannya. Di Kompasiana sendiri, yang pertama melaporkan peristiwa ini adalah Pak Masykur A. Baddal pada artikelnya yang berjudul “Mesir Geger, Sedikitnya 42 Orang Massa Pro Mursi Tewas dalam Pembantaian Garda Republik”. Berbagai komentar pun bermunculan, dalam dua kutup pendapat, antara yang mempercayai versi Ikhwanul Muslimin atau versi militer.

Namun video yang telah ditonton setengah juta orang berikut ini menjadi bukti kebiadaban sekaligus kebohongan militer Mesir yang telah mengkudeta Presiden Mursi. Video yang diambil pada Senin (8/7) pagi sebelum Subuh ini menunjukkan para tentara mulai menyerang dengan menembakkan gas air mata, tanpa didahului dengan adanya provokasi kawanan pengendara motor seperti yang dituduhkan militer. (Silakan klik videonya di sini)

Beberapa menit kemudian, tembakan mulai dilepaskan tentara ke arah peserta aksi damai di Garda Republik yang mayoritas tengah menunaikan shalat Subuh berjamaah. Akibat kebrutalan tentara itu, sedikitnya 51 pendukung Presiden Mursi syahid dan 453 lainnya luka-luka. Video ini akhirnya mengubah istilah pemberitaan media Barat seperti Guardian, dari yang sebelumnya menyebut “bentrokan” menjadi “pembunuhan.”

Dan berikut ini adalah video yang meggambarkan situasi setelah pembantaian itu. Dalam video ini kita dapat melihat korban-korban kebiadaban militer Mesir dan terlihat sisa-sisa peluru di tempat kejadian. (Silakan klik ideonya di sini. Bagi yang tidak kuat melihat darah dan korban yang terluka berat, dimohon tidak melihat video ini)

Kini pihak militer Mesir tak bisa lagi menutupi kebohongan-kebohongannya. Selalu ada orang-orang jujur dan berhati nurani yang akan mengabarkan kebenaran. Rakyat Mesir semakin menyadari apa yang sebenarnya terjadi. Massa Ikhwanul Muslimin pun tetap istiqomah dengan demonstrasi damainya. Berbagai provokasi yang dilakukan pihak militer dan preman-preman bayarannya, tetap tidak dapat memancing terjadinya anarkisme. Sekali lagi massa pro Mursi tetap dalam demonstrasi damainya. Mata dunia pun semakin terbuka melihat kebenaran dan apa yang sebenarnya terjadi di Mesir ………….



Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Airin Menjawab Kritik Kinerja [HUT ke-6 Kota …

Gapey Sandy | | 26 November 2014 | 07:09

Situ Bungur dalam “CMORE” (HUT …

Agung Han | | 26 November 2014 | 07:13

Waduh! Denda 5000€ Untuk Rumah Bercat …

Gaganawati | | 26 November 2014 | 19:06

The Hunger Games-Reality Show? …

Iwan Permadi | | 26 November 2014 | 17:39

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24



HIGHLIGHT

Pemuda Sebagai Ide …

Muhammad Handar | 8 jam lalu

Saatnya Import Substitution Strategy untuk …

Ahmad Mikail | 8 jam lalu

Jangan Bakar Jembatan …

Bonekpalsu | 8 jam lalu

Kios Pasar Pon Diperjual Belikan Oknum …

Fajar Agustyono | 8 jam lalu

Kuda-kuda yang Terluka …

Feri Sapran | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: