Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Mahfudz Tejani

Seorang Yang Nasionalis… Yang sedang mencari tujuan hidup di Kuli Batu Republik Indonesia (KBRI) Kuala selengkapnya

Qori’ Indonesia Juara MTQ Internasional di Malaysia

REP | 07 July 2013 | 10:36 Dibaca: 5492   Komentar: 4   4

13731677001503369251

Dasrizal Marah Nainin juara MTQ Internasional ke-55 di Malaysia (file pribadi)

Setiap menjelang bulan Ramadhan , Negara Malaysia mengadakan pertandingan Tilawatil Al-Qur’an tingkat Internasional . Setelah sebelumnya telah mengadakan Musabaqoh Tilawatil Al-Qur’an (MTQ) tingkat nasional, hampir sama dengan MTQ yang diadakan di Indonesia.

MTQ Malaysia tingkat Internasional ini telah memasuki kali yang ke-55 yang di adakan di Dewan Merdeka , Putra World Trade Centre (PWTC) Kuala Lumpur mulai tanggal 29 Juni sampai 6 Juli 2013. Dengan mengambil tema ” Wasatiyah Tonggak Kesatuan Ummah” telah melabuhkan tirainya pada hari Sabtu malam tadi.

MTQ tingkat internasional ini diikuti sebanyak 79 peserta, yang terdiri dari 44 Qori’ dan 35 Qori’ah mewakili 44 negara yang di undang. Mereka datang dari seluruh pelosok dunia mulai dari Asia , Afrika hingga Eropa. Peningkatan dari segi Taranum/lagu, Tajwid, Makhraj hingga Fasohah begitu ketara sekali pada MTQ kali ini. Apabila kalau musim yang lalu peserta dari Eropa dan Afrika (selain negara berbahasa Arab) dari segi Taranum dan Tajwid agak kurang, namun pada kali ini mereka cukup lancar dan fasih dalam bertaranum. Dan tidak menutup kemungkinan 3-5 tahun lagi peserta dari Afrika dan Eropa akan memenangi MTQ tingkat Internasional ini.

1373167809638201242

Qori dan qori'ah dari negara china

1373167874763480796

Peserta dari negara-negara Afrika (file pribadi)

Sejarah MTQ Tingkat Internasional di Malaysia

Pertandingan tilawatil Qur’an tingkat Internasional adalah pertama kali di adakan pada tanggal 9 Maret 1961 atau 4 tahun setelah Malaysia merdeka (Malaya saat itu). Dan hanya Malaysia yang mengadakan pertandingan pertama kali MTQ tingkat Internasional.

Dan pada waktu pertama kali diadakan hanya bertumpu pada peringkat Asia Tenggara saja yang diikuti oleh 13 Qori’ dari 7 negara, yaitu : Malaysia, Singapura, Indonesia, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam dan Serawak. Dan dimenangi oleh peserta tuaan rrumah yaitu peserta Malaysia sendiri. Dan pada tahun 1964 baru peserta Qori’ah di ikut sertakan.

Pada Mulanya negara-negara berbahasa Arab tidak diperkenankan ikut serta dalam MTQ ini, sehingga peserta dari negara-negara non Arab mampu menandingi dan menyaingi bacaan qori’ dari negara Arab. Namun pada tahun 1976, penyertaan dibuka untuk negara-negara Arab setelah sebelumnya hanya hadir sebagai pemerhati saja.

Pada tahun 1963, Indonesia dan Filipina tidak mengikuti MTQ di Malaysia karena terjadi perselihan faham tentang pembentukan negara Malaysia. yaitu masuknya Sabah dan Serawak ke Tanah Melayu yang di tentang Indonesia dan Filipina . Indonesia tidak mengirim pesertanya  hingga tahun 1965 karena terlibat konfrontasi dengan Malaysia. Namun pada tahun 1966 , Indonesia mengantar kembali pesertanya setelah hubungan diplomatik Indonesia-Malaysia kembali seperti semula.

Qori’ dari Indonesia yang pertama kali memenangi kejuaraan ini adalah M.Ali Yusni pada tahun 1976 dan Qori’ahnya baru memenangi pada tahun 1975 atas nama Hajjah Nursiah Ismail. Indonesia hanya memenangi 7 kali untuk Qori’ (1976, 1983,1988,2002, 2005, 2008 dan 2013)dan 7 kali untuk Qori’ah ( 1975,1979,1980,1986,1997, 2003 dan 2004). Sedangkan Malaysia memecahkan rekor untuk Qori’ memenangi sebanyak 27 kali dan Qori’ahnya sebanyak 33 kali.

Indonesia Juara Lagi Pada MTQ Ke- 55 (2013)

Pada MTQ Internasional ke-55 yang diadakan Malaysia ini, Qori’ dari Indonesia Dasrizal Marah Nainin  berhasil memenangi kejuaraan pada 2013 . Beliau memperoleh nilai 93.26  mengalahkan peserta dari Iran Muhammad Mashmoul dengan nilai 92,38. Sedangkan tempat ketiga diraih peserta tuan rumah Anuar bin Hasin dengan nilai 89,55.

1373167966742839327

Dasrizal dan Hajjar Boussaq saat diwawancarai awak media (file pribadi)

13731680632059177279

salah satu dewan juri asal Indonesia (file pribadi)

Dasrizal yang merupakan seorang dosen di STAIN Batusangkar Sumatera Barat ini membawa pulang piala bergilir dan setifikat penyertaan dan uang tunai sebesar RM 40 ribu ( sekitar Rp.120 juta). Dan Pria yang sudah menikah dan berasal dari Sijunjung ini juga berhak mendapatkan hadiah berupa emas sebanyak 350 gram bernilai RM 70 ribu ( atau sekitar Rp 210 juta).

Sedangkan untuk Qori’ah di raih oleh Hajjar Boussaq dari Maroko dengan nilai 91,27 dan tempat kedua adalah Hanimzah binti Jalaluddin dari Malaysia dengan nilai 88,08. Tempat ketiga diraih peserta asal Thailand Natipa binti Manasiya dengan nilai 87,67 sedangkan qori’dari Indonesia yaitu Faridah binti Daud  menempati urutan ke Enam dengan nilai 85,56.Dan Untuk hadiah untuk para Qori’ah adalah sama dengan yang dicapai oleh peserta laki-laki.

Salam dari Malaysia

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Kaum Dhuafa Berebut Zakat, Negara Gagal …

Nasakti On | | 28 July 2014 | 23:33

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 20 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 21 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 22 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 28 July 2014 18:24

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: