Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Pertama Kalinya Adzan Akan Berkumandang di Stasiun TV Inggris

REP | 03 July 2013 | 10:32 Dibaca: 1081   Komentar: 11   4

Masih ingatkah kita dengan peristiwa penusukan tentara oleh ekstrimis diwoolwich beberapa waktu yang lalu?sontak setelah kasus itu mencuat muslim Inggris menjadi bulan-bulanan cacian dan hujatan.Phobia terhadap Islam yang telah lama ada semakin menjadi-jadi setelah kejadian tersebut.

Meskipun begitu ditengah gencarnya phobia Islam dinegeri ini,tak bisa dipungkiri semakin hari jumlah pemeluk Islam atau mualaf semakin meningkat di Inggris.Berdasarkan sensus tahun 2011 umat Islam di Inggris meningkat dari 3 persen menjadi 4,8 persen atau sekitar 2,7 juta orang.Angka ini berbanding terbalik dengan jumlah pemeluk agama mayoritas disana yang mengalami penurunan drastis selama ini .Maka tidak mengherankan kalau Daily Mail pernah menyuarakan bahwa Islam kelak dimasa depan akan menjadi agama dominan di Inggris.

Dalam jangka 20 tahun Daily Mail memperkirakan akan ada banyak kaum muslim aktif dinegari ini ketimbang mereka yang datang ke gereja.Prediksi ini bukanlah prediksi asal-asalan saja.Sejak satu dekade terakhir jumlah pemeluk agama mayoritas di Inggris menyusut dari 77,7 persen menjadi 59,3 persen atau sekitar 33,2 juta orang,dimana didalam jumlah tersebut terdapat 1/4 pemeluk berusia tua mendekati 80 tahun.Adapun kaum mudanya banyak yang terbius dalam kehidupan liberalisme.Ini ditandai dengan penurunan jumlah jemaah yang menghadiri misa minggu digereja.Bandingkan dengan pemeluk Islam disana yang kebanyakan mereka adalah muslim usia muda dibawah 25 tahun.

Saya adalah termasuk orang yang memandang optimis dan positif dari prediksi media tentang perkembangan Islam di Inggris.Berita terbaru yang didapat bahwa selama bulan ramadhan tahun ini untuk pertama kalinya akan ada salah satu stasiun tv mainstream di sana yang akan menyiarkan azan .Adapun Azan tersebut akan dikumandangkan mulai tanggal 9 juli di stasiun tv Channel 4.

Walaupun azan yang dikumandangkan itu hanya azan subuh namun hal ini pastinya akan memudahkan kaum muslimin disana yang ingin melaksanakan puasa ramadhan.Menurut Ralph Lee kepala pemograman stasiun tv tersebut hal ini merupakan bentuk dukungan mereka kepada kaum minoritas di Inggris.

Masih menurutnya selain itu panggilan solat,azan diharapkan juga bisa merubah prasangka buruk atas islam terlebih setelah kasus pembunuhan tentara di woolwich.Meskipun begitu langkah stasiun tv ini menuai kritik dari kelompok-kelompok sayap kanan di Inggris.Mereka menyerukan untuk memboikot channel 4.Kelompok-kelompok inilah merupakan cerminan nyata dari sikap intoleran dalam beragama.Untungnya pihak stasiun channel 4 tidak bergeming dan bersikeras untuk terus melanjutkan rencana programnya itu.

Semoga saudara-saudara kita di Inggris sana khususnya,dan dibelahan bumi manapun pada umumnya bisa melaksanakan ibadah puasa ramadhan nanti dengan khusu’ dan tenang.Mari bersiaplah untuk menyambut bulan penuh ampunan dan limpahan pahala dari Alloh SWT.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Menjadi Tim Sukses Caleg Gagal …

Harja Saputra | | 24 April 2014 | 08:24

Pemangsa Anak-anak Sasar Sekolah-sekolah …

Jonas Suroso | | 24 April 2014 | 01:14

Virus ‘Vote for The Worst’ Akankah …

Benny Rhamdani | | 24 April 2014 | 09:18

Nonton Pengumpulan Susu Sapi di Kampung …

Merza Gamal | | 24 April 2014 | 08:30

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 5 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 6 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 6 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 10 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: