Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Fay Zatoichi Karimov

A simple English lecturer who has several extremely simple dreams of going all over the selengkapnya

Bencana Banjir Terbesar di India

REP | 02 July 2013 | 22:54 Dibaca: 223   Komentar: 5   0

Kota Kedarnath, Uttarakhand berubah menjadi kota hantu

Ibarat monster yang marah bencana banjir di musim hujan/monsoon telah begitu dahsyatnya mendera kota Kedarnath Uttarakhand dari ketinggian dan belakang sebuah kuil terkenal, membawa batu-batu besar dan ibarat seekor naga atau godzilla menghancurkan segala sesuatu yang menghalangi di jalan. Tiga hari hujan deras terus-menerus menuju ketiadaan sehingga menjadi sebuah kota hantu.

Ketika awan memecah di atas pegunungan suci, bahkan oleh ┬ásitus yahoo india dikatakan bahwa “dewa-dewa tidak bisa melindungi mereka”.

Dalam kemarahan gelombang terpaan air dan bukit-bukit ng hidung berjuang mati-matian sia-sia untuk mencapai pantai yang jauh untuk bisa bertahan hidup. Dalam salah satu musim hujan terburuk di India, negara bagian Uttarakhand menjadi kuburan berair bagi ratusan orang dan menjadi pengingat monumental tentang bagaimana kemarahan alam bisa diperparah oleh sifat tidak ber-perasaan-nya manusia.

Mayat membusuk mencemari sumber air dan sanitasi yang buruk bisa menyebabkan wabah yang serius dari penyakit seperti kolera dan disentri. Dengan banyaknya mayat masih terkubur di bawah gundukan tanah setinggi 5-10 kaki puing-puing di daerah lembah Kedarnath , ancaman epidemi karena mayat membusuk tampak di depan mata.

Banjir dan longsor dahyat yang dijuluki sebagai “Tsunami Himalaya” karena dahsyatnya arus air yang meluncur dan menghantam daerah perbukitan, yang mengirimkan lumpur yang merusakkan dan menguburkan rumah-rumah dan bangunan lainnya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ngensudah, Prosesi Terakhir Adat Kematian …

Aldy M. Aripin | | 07 May 2015 | 02:35

Tegalsari Berbenah Antisipasi Lonjakan …

Nanang Diyanto | | 07 May 2015 | 00:16

Indeks Kota Bahagia, Realistis? …

Ratih Purnamasari | | 07 May 2015 | 03:46

Membaca Kampanye World No Tobacco, World War …

Mahendra | | 07 May 2015 | 02:33

Kiat Belanja Minim Sampah Plastik …

Shanty Syahril | | 06 May 2015 | 22:44


TRENDING ARTICLES

Kesultanan Jogja Di Ambang Kekisruhan? …

Abd. Ghofar Al Amin | 12 jam lalu

Komjen Budi Waseso Sangat Taktis! …

Imam Kodri | 13 jam lalu

Pembegalan dan Pembusukan KPK Melibatkan …

Zulkarnain El Madu... | 14 jam lalu

Jokowi Satria Piningit? …

Antonius Guntur | 15 jam lalu

Jokowi Tak Terpahami …

Vroom Mora | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: