Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Fay Zatoichi Karimov

A simple English lecturer who has several extremely simple dreams of going all over the selengkapnya

Bencana Banjir Terbesar di India

REP | 02 July 2013 | 22:54 Dibaca: 199   Komentar: 5   0

Kota Kedarnath, Uttarakhand berubah menjadi kota hantu

Ibarat monster yang marah bencana banjir di musim hujan/monsoon telah begitu dahsyatnya mendera kota Kedarnath Uttarakhand dari ketinggian dan belakang sebuah kuil terkenal, membawa batu-batu besar dan ibarat seekor naga atau godzilla menghancurkan segala sesuatu yang menghalangi di jalan. Tiga hari hujan deras terus-menerus menuju ketiadaan sehingga menjadi sebuah kota hantu.

Ketika awan memecah di atas pegunungan suci, bahkan oleh ┬ásitus yahoo india dikatakan bahwa “dewa-dewa tidak bisa melindungi mereka”.

Dalam kemarahan gelombang terpaan air dan bukit-bukit ng hidung berjuang mati-matian sia-sia untuk mencapai pantai yang jauh untuk bisa bertahan hidup. Dalam salah satu musim hujan terburuk di India, negara bagian Uttarakhand menjadi kuburan berair bagi ratusan orang dan menjadi pengingat monumental tentang bagaimana kemarahan alam bisa diperparah oleh sifat tidak ber-perasaan-nya manusia.

Mayat membusuk mencemari sumber air dan sanitasi yang buruk bisa menyebabkan wabah yang serius dari penyakit seperti kolera dan disentri. Dengan banyaknya mayat masih terkubur di bawah gundukan tanah setinggi 5-10 kaki puing-puing di daerah lembah Kedarnath , ancaman epidemi karena mayat membusuk tampak di depan mata.

Banjir dan longsor dahyat yang dijuluki sebagai “Tsunami Himalaya” karena dahsyatnya arus air yang meluncur dan menghantam daerah perbukitan, yang mengirimkan lumpur yang merusakkan dan menguburkan rumah-rumah dan bangunan lainnya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sepotong Senja di Masjid Suleeyman yang …

Rumahkayu | | 19 April 2014 | 10:05

Pengakuan Mantan Murid JIS: Beberapa Guru …

Ilyani Sudardjat | | 19 April 2014 | 20:37

Kompas adalah Penunjuk Arah, Bukan Komando …

Dita Widodo | | 19 April 2014 | 21:41

Kakak-Adik Sering Bertengkar, Bagaimana …

Lasmita | | 19 April 2014 | 22:46

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: