Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Aang Suherman

Petani-TKI-Jalan-jalan- Ekspresi apa adanya,semoga bermanfaat.

Warga Saudi Mulai “Begadang” untuk Menyambut Ramadan

REP | 27 June 2013 | 06:36 Dibaca: 2602   Komentar: 22   10

1372290262760216542

Menurut kalender yang berlaku saat ini di Saudi,permulaan Ramadan tahun ini adalah hari Selasa,9 Juli 2013.(dokpri Ang)

Menurut Kalender Umul Qura Saudi Arabia, tanggal 1 Ramadan 1434.H jatuh pada Hari Selasa,9 Juli 2013.Meskipun penetapan pastinya nanti akan diumumkan lagi oleh pemerintah Saudi,namun biasanya Kalender Umul Qura selalu tepat tidak berbeda dengan penetapan hasil imkanur Rukyat,visibilitas bulan sabit bagi wilayah Saudi dan sekitarnya.Untuk tahun ini kita belum tahu,soalnya masih sisa 11 hari lagi ke hari tersebut.

Sementara itu,juga dirilis oleh berbagai situs tentang permulaan Ramadan di Uni Emirat Arab,planetarium Sarjah telah mengumumkan bahwa tanggal 1 Ramadan 2013 bagi wilayah UAE adalah tanggal 10 Juli,hari Rabu,yaitu terlambat 1 hari dari Kalender yang sedang berlaku di Saudi saat ini.

Keputusan yang pasti tanggal 1 Ramadan memang belum diketahui,tetapi kalau menurut kalender yang berlaku di Saudi Arabia saat ini,hanya bersisa 11 hari lagi menjelang Puasa.

Seperti diketahui bersama,sudah jadi jadwal dalam kalender pendidikan di negeri Kerajaan ini,dari sejak Bulan Rajab akhir hingga pertengahan bulan Syawal,hampir semua lembaga pendidikan dan sekolah sedang dalam masa libur ‘puanjang” (libur panjang).Hampir 3 bulan atau lebih dari 90 hari.

Selalu bertepatan pula dengan datangnya puncak musim panas,dengan rata-rata suhu udara antara 35 hingga 45 derajat celsius.Kecuali daerah-daerah pegunungan,suhu udaranya bisa lebih rendah dari rata-rata tadi.

Karena masa liburan sekolah,lalu kalau di siang hari suhu udara panasnya minta ampun,sebagai gambaran jika sebuah mobil diparkir di halaman tanpa peneduh,maka jika akan digunakan sekitar jam 11.00 siang hari,maka tak heran meraba Setir atau body mobil akan terasa menyentuh sebuah alat Setrikaan yang cukup untuk melicinkan sebuah baju katun.

Karena libur panjang dan suhu panas di siang hari,maka aktivitas warga banyak yang dialihkan jam kerjanya mulai dari selepas shalat Duhur atau banyak pula yang dimulai sejak selepas salat asar.Kecuali kantor-kantor dan instansi strategis atau penting.Biasanya masih tetap dibuka sejak jam 9 pagi.

Kegiatan warga ,gerak roda ekonomi dan sejumlah pusat perdagangan,pasar-pasar induk sayuran atau toko-toko dan restauran tertentu,dibukanya sejak jam 4 sore hingga jam 2 dinihari.Kalau bulan Ramadan tutupnya sampai jam 3 pagi.

Kebiasaan ini menjadikan warga Saudi terutama keluarga,anak-anak,ibu rumah tangga dan yang bekerja di malam hari,jadi gemar “begadang’,yaitu tidak tidur di waktu yang dmana biasa digunakan untuk tidur normal.Dan pagi harinya selepas shalat Subuh hingga Duhur dipakai untuk tidur.

Begadang semata-mata hanya menyesuaikan dengan iklim dan jadwal libur serta sebagian yang bekerja di petang hingga malam hari.

Agar kebiasaan begadang ini jadi biasa untuk “menghidupkan” malam selama Ramadan nanti,maka banyak keluarga di Riyadh saat ini sudah membiasakan gaya ‘begadang’ ini sejak sekarang.Yaitu tidur setelah menunaikan ibadah Shalat Fajur (Subuh),dan bangun setelah jam 12 siang.

Aang Suherman-Riyadh,KSA.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Haji Warto tentang Lumpur Lapindo …

Windu Andhika | | 17 April 2014 | 14:58

Introspeksi Pascapemilu (Kado buat Caleg …

Nurjanah Nitura | | 17 April 2014 | 11:14

Tahan Nafas di Kereta Gantung Ngong Ping …

Eddy Roesdiono | | 17 April 2014 | 15:42

Parkir Sebabkan PAD Bocor …

Eta Rahayu | | 17 April 2014 | 14:54

Inilah Pemenang Kompasiana - ISIC 2014 Blog …

Kompasiana | | 17 April 2014 | 15:52


TRENDING ARTICLES

Meski Tak Punya Ijin, JIS Berani Menolak …

Ira Oemar | 11 jam lalu

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 19 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 19 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 20 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: