Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Surotul Ilmiyah

Penulis I English Tutor I Health Promotion Trainer I ASEAN Youth Frienship Network I Mapres selengkapnya

Pemuda Indonesia Pimpin Persahabatan Budaya ASEAN

REP | 09 June 2013 | 17:34 Dibaca: 597   Komentar: 8   1

Oleh: SUROTUL ILMIYAH*

“Mimpi adalah kunci menaklukkan dunia” (Laskar Pelangi)

Tanggal 2 Februari 2013, adalah detik-detik dimana Aku berusaha untuk mengejar deadline pembuatan essay program pertukaran pelajar Indonesia-Thailand. Siapa sangka, gadis kecil yang terlahir dari sebuah desa terpelosok di Pasuruan, Jawa Timur akhirnya bisa terbang ke negeri Gajah Putih, Thailand.. Mimpi dan doa yang tak sengaja membawaku berlayar ke Thailand, setelah sebelumnya mimpi juga yang membawaku terbang ke Jakarta, atas berkah mondok tiga tahun di Pesantren Terpadu Miftahul Ulum Al-Yasini, Pasuruan. Menjadi bagian dari keluarga besar mahasantri CSS MoRA (Community of Santri Scholar of Ministry of Religius Affairs) Program Beasiswa Santri Berprestasi Kementrian Agama, RI adalah sebuah cambuk bagiku untuk terus berkarya meningkatkan prestasi baik di tingkat Nasional maupun internasional.

Chiang Mai University, Thailand memberikanku sejumput pengalaman yang tak ubahnya kumpulan dari realitas budaya yang berbeda. Disana, Aku mendapatkan kesempatan untuk belajar lebih memahami dan hidup berdampingan dengan masyarakat kulit putih yang mayoritas beragama Budha. Banyak hal yang aku dapatkan, dari mulai pembelajaran tentang bahasa, manajemen tourism, kesopanan, kesehatan, life style bahkan birokrasi pembuatan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor) di Kedutaan Besar RI, Bangkok. Memang saat itu, ada sedikit musibah yang menimpaku, tas yang berisi paspor, kamera, dompet dan beserta isinya raib. Namun dibalik itu semua, aku menemukan sahabat baru di AYFN (ASEAN Youth Friendship Network) dan PERMITA (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia-Thailand), merekalah pahlawan disaat aku tak berdaya.. Terima kasih sahabatku,,

1370773616985843168

Foto: Gedung KBRI Bangkok, Thailand bersama Pak Suragana dan Pak Edi (Sekjen, Bag. Imigrasi) serta sahabat AYFN (Reza, Anti, Lyna, Asma, Ilmy, Yanda)

mungkin ini adalah sedikit Liputan Khusus, semoga dapat menjadi media berbagi cerita selama Perjalanan  Student Exchange di Thailand..

Sejak tahun 2010, para pemuda Indonesia alumni Universitas Gajahmada Yogyakarta yang tergabung dalam ASEAN Youth Friendship Network (AYFN) terus gencar membuka ruang bagi para pemuda Indonesia untuk mengepakkan sayapnya dalam jaringan persahabatan internasional. Berbagai program pertukaran budaya ditawarkan setiap tahunnya. Tahun 2013 ini, ada sekitar 5 program yang telah dilaksanakan di lingkup negara ASEAN, yaitu AISEF Februari dan AISEF April di Chiang Mai Thailand, IVYFP Mei di Vietnam, IPYCEP April di Yogyakarta, dan ILFriP Meidi Bangkok Thailand. Founder AYFN, Mr Setiawan mengatakan, program ini diluncurkan untuk mengawal kepemimpinan pemuda Indonesia di negara ASEAN yang meliputi Malaysia, Singapura, Kamboja, Laos, Vietnam, Filipina, dan Thailand.

1370771371189769923

Foto: Chiang Mai University, Thailand

Salah satunya yaitu program Arts Immersion and Students Exchange Fieldtrip (AISEF)”, tanggal 8-14 April 2013 di Languange Institute of Chiang Mai University, Thailand. Terdapat 19 dari 600 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia yang lolos seleksi. Mereka adalah Surotul Ilmiyah (Penerima beasiswa PBSB Kemenag RI) dan M. Reza Hermanto dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Yesicca dan Made dari Universitas Indonesia, M. Gugun Gunawan dan Asep (Penerima Beasiswa Unggulan dari BPKLN Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI) dari Universitas Negeri Jakarta, Lina, Maisa, Ikhwan dan Anti dari Universitas Gajahmada Yogyakarta, Asma Mardiyah dari UNS Semarang, Iryanda Mardanus dari Universitas Katolik Parahyangan dan lainnya. Selain itu, program ini juga diikuti oleh delapan mahasiswa dari Chiang Mai University, Thailand.

Direktur Language Instituteof Chiang Mai University dan Indonesian Corner, Prof Lien mengatakan “Program AISEF Student Exchange ini diselenggarakan untuk memberikan kesempatan pada pemuda Indonesia-Thailand dalam bergabung mewujudkan ASEAN Community 2015. Peserta dari UNS, Asma mengatakan bahwa program ini merupakan sebuah kesempatan emas yang tak akan dilewatkan. Asma yang mengaku pernah tidak lolos saat proses seleksi tahap kedua AISEF periode februari, tetapkeep on fire untuk apply di program selanjutnya. Alhasil, di periode April, dia bisa lolos juga.

Selama satu minggu disana, peserta diarahkan mengikuti program perkuliahan Introduction to Thai Language and Culture. Perkuliahan di bimbing oleh Achan Tum. Para peserta asal Indonesia tampak antusias untuk mempelajari Bahasa Thailand. Pada hari berikutnya, peserta asal Indonesia menjadi teaching assistant untuk mengajarkan bahasa Indonesia dan tarian Indonesia kepada peserta asal Thailand. Hari selanjutnya, peserta diajak mengikuti Tour Campus untuk melihat fasilitas perkuliahan di CMU. Selanjutnya, peserta mengikuti perkuliahan tentang kebudayaan Thailand, seperti tarian khas Thailand Utara yakni Lanna Traditional Dance.

13707702626963356311370770290490555409

Foto: Suasana perkuliahan Introduction to Thai Language and Culture dan Lanna Dance Class

Pada hari keempat, peserta mendapatkan outdoor class di Maetaman Camp. Para peserta diajak untuk berinteraksi dengan keindahan pesona alam Thailand. Para peserta diajak untuk menunganggi gajah yang sudah sangat terlatih dan mengarungi sungai dengan bambu di tengah hutan maetaman. Hari kelima, para peserta diajak untuk mengikuti Thai Cooking Class. Para peserta diperkenalkan dengan masakan khas Thailand yang sudah mulai mendunia, seperti tom yam dan pad thai. Setelah itu para peserta kembali menuju Chiang Mai University untuk melakukan persiapan songkran festival dan penyerahan sumbangan buku untuk Indonesian Corner di Chiang Mai University. Peserta kembali ke hotel untuk melakukan persiapan khantoke dinner. Khantoke dinner merupakan makan malam khas Thailand yang diiringi dengan pertunjukan seni seperti lanna dance yang telah diperkenalkan pada hari ketiga.

13707711011641613915 13707691311093299669137077021091325505113707712322039197750

Foto: Thai Cooking Class, Maetaman Elephant Camp, Indonesian Corner

Tanggal 13 April 2013, bertepatan dengan hari puncak Songkran Festival di musim panas. Sesuai dengan tradisi Budha, pada saat festival tahun baru Thailand ini, semua masyarakat keluar dan mensucikan diri di Doisutep, sebuah candi Budha di puncak gunung. Setelah itu, masyarakat saling menyiramkan air kepada tubuh orang lain dengan maksud untuk menyucikan. Para peserta juga ikut untuk melakukan basah-basahan atau bermain air untuk menyemarakkan perayaan songkran festival tersebut. Acara diakhiri dengan sesi penyerahan sertifikat dari Chiang Mai University kepada para peserta. Setelah acara ini para peserta melakukan perpisahan dengan teman-teman baru asal Thailand.Pada hari itu tampak pertumpahan air mata terjadi dalam ruang persahabatan yang kuat antar kedua negara.

13707697411797593351370771258839706651

Foto: Songkran Festival, Chiang Mai, Thailand

*Penulis adalah Mahasiswi Semester 6, Program Studi Kesehatan Masyarakat,

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi Kemenag RI

CSS MoRA, Pimpinan Redaksi Majalah SANTRI

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Johannes Karundeng Mengajari Kami Mencintai …

Nanang Diyanto | | 21 September 2014 | 15:45

Kompasianers Jadi Cantik, Siapa Takut? …

Maria Margaretha | | 21 September 2014 | 16:51

Kaizen dan Abad Indonesia …

Indra Sastrawat | | 21 September 2014 | 15:38

Kucing Oh Kucing …

Malatris | | 21 September 2014 | 16:00

[Daftar Online] Nobar Film “Tabula …

Kompasiana | | 21 September 2014 | 10:33


TRENDING ARTICLES

Logika aneh PKS soal FPI dan Ahok …

Maijen Nurisitara | 9 jam lalu

Usai Sikat Malaysia, Kali ini Giliran Timor …

Achmad Suwefi | 13 jam lalu

Warga Menolak Mantan Napi Korupsi Menjadi …

Opa Jappy | 13 jam lalu

Warisan Dapat Jadi Berkah untuk …

Tjiptadinata Effend... | 13 jam lalu

Jokowi Tak Pernah Janji Rampingkan Kabinet …

Felix | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Sebuah Persembahan untukmu Gus…. …

Puji Anto | 10 jam lalu

Omne Trium Perfectum dan Tri-PAR …

Sam Arnold | 10 jam lalu

Saat R-25 Menjawab Hasrat Pria …

Zulfikar Akbar | 10 jam lalu

2 Tahun di Kompasiana Membukukan Sejumlah …

Thamrin Sonata | 10 jam lalu

Sombong Kali Kau …

Ian Ninda | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: