Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Ragile

Agil Abdullah Albatati.*Tidak penting SIAPA yg menulis, yg penting APA yg ditulis*Lahir: Brebes 1960. Pernah selengkapnya

Propaganda Perang Film Hollywood dan CIA

REP | 24 May 2013 | 20:22 Dibaca: 886   Komentar: 15   6

13693992221122189975

sumber: Global Reserach

Amerika pasti gagal menjalankan kebijakan luar negeri bila tanpa dukungan propaganda lewat layar lebar (film). Sebut saja sebagai contoh adalah produk Hollywood berikut ini: film berjudul “Black Hawk Dawn”, “Zero Dark Thirty”, “ARGO”. Film diperalat sebagai propaganda sudah lazim sejak abad 20. Dalam perkara ini Hollywood bergandengan tangan bareng Department of Defence, CIA, agen pemerintah, dan sarana modern lainnya.

Demikian tadi sekilas rangkuman sebuah artikel dari situs Global Research yang telah melakukan penelitian atas prilaku orwellian. Prilaku kekuasaan ini merujuk pada sabda George Orwell tentang penulisan ulang sejarah oleh penguasa untuk kepetingan politik dan kekuasaan. Selanjutnya diurai sbb:

1) Sejarah sengaja ditulis ulang agar cocok dengan tujuan politis penguasa. Ditulis ulang agar pas dengan tujuan baru sang penguasa. Mereka yakin bahwa bila sejarah ditulis ulang (misalnya dalam kasus film ARGO) maka rakyat akan bergairah mendukung pemerintah melakukan agresi militer terhadap Iran. Ditulis ulang… bahasa halus untuk pemalsuan.

13694006261219678871

Ben Afflek (sumber: wikipedia)

2) Anugerah dari Michelle Obama untuk  Ben Afflek (sutradara, bintang dan produser ARGO) yang memenangi Oscar Best Picture telah meninggalkan bukti kuat betapa dekat kaitan Hollywood dengan The White House.  Dalam hal ini penguasa yakin mampu melakukan sulap sejarah agar rakyat hanya melihat kejadian-kejadian yang hanya diperlihatkan oleh penguasa, beserta penilaian yang telah disetel oleh penguasa pula. Upaya ini tak pelak serupa dengan cuci otak.

3) Kebijakan bisnis-politik Hollywood tidak pernah berubah yaitu menempatkan Amerika sebagai “pemimpin dunia bebas yang memerangi kejahatan di muka bumi”. Dan untuk itu kebijakan luar negeri Amerika perlu diwahyukan melalui film-film Hollywood sebagai sabda kebenaran.

13693993601448890884

sumber: TheIntelHub.com

4) Main mata antara Hollywood dengan aparat keamanan negara Amerika mengundang ex- agen CIA Bob Baer untuk berkata, “Terdapat simbiosis antara CIA dengan Hollywood”. Klaim Bob Baer mendapat pijakan kuat bila menengok The Sun Valley Meeting - rapat tahunan di Idaho Sun Valley- di mana ratusan tokoh media papan atas ngumpul guna merancang strategi tahun depan.

5) Namun upaya Hollywood pasti mentah di tengah jalan bila tanpa bantuan estafet dari media massa. Kebetulan media massa besar dunia hanya dikuasai oleh 5 kelompok korporasi sejak 2004 dari 29 korporasi pada 1987. Penyusutan kepada 5 tangan monopoli kian mempermudah mengontrol media massa oleh kaum industriawan (washington blog, mei 2013).

6) Dalam kaitan media-pertahanan adalah bukan rahasia lagi kata tokoh pengungkap Skandal Watergate Carl Bernstein  bahwa CIA telah membeli dan menggaji jurnalis-jurnalis kenamaan (washington blog, mei 2013).

Dengan kata lain eskalasi menuju perang terbuka Iran-Amerika tergantung sejauh mana propaganda semacam film Argo berserta cheerleader-nya mampu mengubah persepsi publik tentang Iran dan sejarah baru yang telah ditulis ulang oleh para sutradara, produser, dan bintang film Hollywood.

Artikel ini  (kecuali butir 5 ke bawah) dirangkum dari sumber di bawah ini:-
-Title: Screen Propaganda, Hollywood and CIA
-Author: Julie Levesque
-Source: February 28, 2013 by Global Research, republished May 9th, 2013 by Media Freedom International

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pelantikan Presiden Jokowi Menggema di …

Ely Yuliana | | 20 October 2014 | 20:18

Jokowi Jadi Cover Story Tabloid ChinaDaily …

Rahmat Hadi | | 20 October 2014 | 20:13

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25

Hampir Tertipu dengan ‘Ancaman’ Petugas …

Niko Simamora | | 20 October 2014 | 19:49

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Koran Malaysia Mengenai Jokowi …

Mustafa Kamal | 6 jam lalu

Indonesia Jadi Tuan Rumah Lagi di Piala AFF …

Djarwopapua | 7 jam lalu

BJ Habibie, Bernard, dan Iriana Bicara …

Opa Jappy | 12 jam lalu

Mie Instan vs Anak Kost (Think Before Eat) …

Drupadi Soeharso | 12 jam lalu

SBY Purna Tugas, Akun @SBYudhoyono Ikut …

Dody Kasman | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Pelantikan Jokowi, Antara Prabowo, Narsis …

Rahab Ganendra 2 | 8 jam lalu

Antusiasme WNI di Jenewa Atas Pelantikan …

Hedi Priamajar | 9 jam lalu

10 Tips untuk Komedian Pemula …

Odios Arminto | 10 jam lalu

Ekspresi Optimisme Indonesia dalam Pesta …

Suryani Amin | 10 jam lalu

Ahh, Setelah Euforia Ini, Aku Harus Bekerja …

Tjia Cn | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: