Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Ilyani Sudardjat

"You're the soul of the soul of the Universe..and your name is Love….- Rumi - selengkapnya

Sebuah Gedung, yang Dipakai Bersama untuk Mesjid dan Gereja

REP | 20 May 2013 | 12:03 Dibaca: 2513   Komentar: 117   53

1369026607946783125

Sholat di Gereja St.Jhon Episcopal. Sumber: BBC News

Ketika Damaskus ditaklukan pada abad ke-7 M oleh Khalid bin Walid, ada cerita yang menarik yang pernah saya baca. Tentang sebuah gedung tua yang amat luas, bekas dipakai oleh penganut Zoroaster. Gedua tua ini dibagi dua. Disatu sisi dipakai sebagai gereja, dan disisi lain dipakai sebagai mesjid.

Jadi, satu gedung dengan halaman dan pagar yang sama dipakai beribadah oleh dua penganut agama yang berbeda. Indah sekali bukan?

Walaupun karena penggunaan yang semakin luas, pada abad ke 9, gedung ini akhirnya dijadikan Mesjid, tetapi itu dilakukan setelah negosiasi yang cukup lama dan kompensasi pembangunan Gereja Virgin yang tak kalah indahnya di Damaskus. Jadi, bayangkan, kebersamaan beribadah di gedung yang sama itu dilakukan cukup lama.

Kemudian, abad-abad toleransi yang indah juga dilakukan oleh Akbar, kaisar Mogul di India (1556 - 1605 M). Kaisar ini mempunyai semacam balairung dan penasihat yang diisi oleh berbagai agama, dari Islam, Kristen, Hindu, Sikh, Buddha.

Penghormatannya terhadap agama lain membawa India menjadi negara yang cukup damai. Bukan itu saja, di bawah kepimpinan Akbar, India menjadi negara terkaya di dunia.

Bahkan Ratu Elizabeth I mengirim surat kepada Akbar, memuji kepemimpinan yang memakmurkan India dan penghormatannya terhadap keyakinan yang ‘lain’ itu (sumber BBC documentary). Tetapi sayang, pengganti Akbar adalah orang yang ingin memaksakan umat Hindu masuk Islam. Dan perang pun berkecamuk. Darah tumpah, kemiskinan menjerat.

Dan baru-baru ini saya baru membaca berita yang mengharukan. Di Scottland, Inggris, sebuah gereja (St.John Episcopal Church) menyediakan tempat bagi umat Islam untuk sholat jumat di gerejanya. Ini terjadi karena sang Pendeta tidak tega melihat umat islam yang ketika jumatan diterpa musim dingin. Mesjid yang ada tidak mencukupi, sehingga luber hingga ke jalan. Pendeta ini dengan pro aktif menawarkan gerejanya dijadikan tempat sholat.

Tawaran ini disambut hangat oleh imam mesjid tersebut. Jadilah mereka sholat di gereja jika jumatan. Indah sekali bukan?

Dan konteksnya dengan Indonesia. Aku cuma pedih saja jika ada orang yang menghalangi orang beribadah. Menghancurkan gereja, mesjid (dari aliran yang ‘dianggap’ sesat).  Padahal apakah hal itu menambah keyakinannya?

Orang yang percaya diri dengan keyakinannya, dan mengetahui hakikat kemanusiaan untuk saling membantu dan menghargai, tidak akan ‘terancam’ dengan sesuatu yang ‘beda’. Tetapi jika rendah diri, gamang dengan keyakinannya, dan tidak punya ‘rasa aman’ dalam dirinya, apapun yang ‘berbeda’ bisa jadi sebagai ancaman.

‘…dan sekiranya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara biara Nasrani, gereja gereja, sinagog sinagog, tempat tempat ibadah, dan mesjid mesjid, yang didalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti akan menolong orang yang akan menolong Nya. Sesungguhnya Allah benar benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa… (QS AlHajj: 40)

Mengapa yang dilawan orang yang beribadah? Mengapa bukan koruptor, penjajah, pembunuh, perampok hak milik manusia lain, penyerang orang yang tidak bersalah yang seharusnya DILAWAN? Yang menyebabkan kita semua, rakyat Indonesia ini masih berkubang dalam kemiskinan, kebodohan, keterpurukan?

Entahlah…..mungkin akarnya emang kebodohan dan kejahilan, kerendah dirian, atau masalah tidak ’secure’ dengan keyakinan sendiri, yang menyebabkan sekelompok manusia yang merasa menkapling surga menyerang kelompok lain. Tidak nyaman, merasa ‘terancam’ dengan yang ‘beda’.

Perbedaan itu adalah Rahmat (Hadist)…ya sudah, Salam Kompasiana!

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Jokowi, Berhentilah Bersandiwara! …

Bang Pilot | 8 jam lalu

Menerka Langkah Politik Hatta …

Arnold Adoe | 9 jam lalu

Anies Baswedan Sangat Pantas Menjadi …

S. Suharto | 9 jam lalu

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 12 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Sepucuk Surat untuk Gadis Kaili….. …

Soentanie Yukie | 8 jam lalu

Haruskah Kugembok Akunku? Belajar dari Kasus …

Anggie D. Widowati | 8 jam lalu

Trik Marketing atau Trik Penipuan? …

Putriendarti | 9 jam lalu

Kejujuran …

Rahmat Mahmudi | 10 jam lalu

Berupaya Mencapai Target Angka 7,12% …

Kun Prastowo | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: