Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Mayat Pelaku Bom Boston Ditolak Pemakamannya…

HL | 05 May 2013 | 21:37 Dibaca: 2022   Komentar: 121   27

Pelaku peledakan bom sewaktu diadakannya lomba maraton Boston yg telah menewaskan 3 orang dan sekitar 260 luka-luka, Tamerlan Zarnajew tewas dalam baku tembak setelah 4 hari diburu dan adiknya Dchochar selang beberapa jam tertangkap dalam keadaan luka parah..

Tubuh Tamerlan yg rencananya akan dimakamkanpun mengalami hambatan…Tempat2 pemakaman wilayah Northwest Amerika menolak jika mayat tsb dimakamkan di daerah tsb…Peter Stefan sebagai direktor pemakaman masih mencari tempat yg sekiranya bisa dijadikan kuburan bagi teroris tsb tapi sejauh ini belum ada yg mau menerimanya..

Die Leiche von Tamerlan Zarnajew († 26) wird im Leichenwagen abtransportiert. Bislang will ihn kein Friedhof in der Region aufnehmenbild.de

Menurut berita “ABC News” Stefan telah mencari tempat di New Jersey, Connecticut dan Massasuchetts tapi mereka semua menolaknya…

Seperti yg diungkapkan oleh Stefan : ” Apakah dia teroris..?? Ya dia memang teroris tapi saya tidak bisa melakukan apapun dengan apa yg diperbuatnya. Di sudah mati dan harus dikuburkan, itulah pointnya..”

Keberadaan mayat Tamerlan yg masih ada di Worcester Massasuchetts pun bahkan menuai protes dari penduduk sekitarnya..Warga marah karena mayat tsb masih tinggal di kota tsb..

Kejadian di Amerika ini mengingatkan kita pada kontroversi yg pernah ada sewaktu akan diadakan pemakaman para teroris di negara kita…Penolakan dari beberapa daerah sebagai tempat untuk memakamkan jg pernah ada…Mungkin ini salah satu sangsi sosial dari masyarakat yg sedikit bisa membuat orang2 yg akan melakukan tindakan anarkis dengan pembunuhan terhadap orang2 sipil bisa berpikir ulang…

Dimana-mana bentuk pengeboman pada rakyat sipil yg menyebabkan ketakutan dan trauma tidak bisa diterima di masyarakat walau dengan alasan apapun…Tapi sepertinya di Indonesia masih saja ada jg yg menganggap bahwa para teroris yg tewas itu adalah pahlawan2 yg mati di jalan yg benar….hanya karena mereka membawa embel2 agama untuk melakukan pembenaran tindakannya…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Serangan Teror Penembakan di Gedung Parlemen …

Prayitno Ramelan | | 24 October 2014 | 06:00

Petualangan 13 Hari Menjelajahi Daratan …

Harris Maulana | | 24 October 2014 | 11:53

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46

Proses Kreatif Desainer Kover Buku The Fault …

Benny Rhamdani | | 24 October 2014 | 14:11

Bagi Cerita dan Foto Perjalanan Indahnya …

Kompasiana | | 22 October 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 4 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 5 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 7 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 7 jam lalu

Jokowi Tunda Tentukan Kabinet: Pamer …

Ninoy N Karundeng | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Ada Esensi Pembelajaran Hidup dalam Lagu …

Yunety Tarigan | 8 jam lalu

Aplikasi Info KRL Anti-ketinggalan Kereta …

Nyayu Fatimah Zahro... | 8 jam lalu

Review “The Giver” : Kegagalan …

Irvan Sjafari | 8 jam lalu

Sudah Siapkah Indonesia Menghadapi AFTA …

Ira Cahya | 8 jam lalu

Brisbane akan jadi “Ibu Kota …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: