Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Wjogja

Berani hidup dan berani mati, berani senang dan berani susah, berani sukses dan berani gagal. selengkapnya

Pemberontak Suriah Makin Jos Gandos Dipimpin Goerge Sabra

OPINI | 25 April 2013 | 12:10 Dibaca: 428   Komentar: 3   2

Goerge Sabra, Seorang Oposisi Kristen yang pernah ditahan Assad kemudian dibebaskan. Goerge Sabra termasuk Oposisi yang agresif, sangat cocok untuk memimpin Koalisi Pemberontak (Sekutu Pemberontak). Para Mujahilin akan sangat bangga mendengar hal ini, mereka mendapat Pemimpin yang baru, Pendekar Kristen.

Sebelumnya, Koalisis bekerja mlempem dipimpin Oposisi Muslim, yang terus merengek minta senjata dari AS.

Dengan dipimpin oleh Goerge Sabra, AS lebih iklas untuk memberikan sumbangan, dukungan yang lebih besar kepada Pemberontak Suriah. Program yang diusulkan Senat AS beberapa waktu yang lalu adalah mereka ingin memperkuat basis kelompok Oposisi Kristen di Suriah.

Usaha AS telah membuakan hasil. Setelah menyingkirkan Pemimpin Oposisi Muslim sebelumnya, akhirnya AS berhasil mendudukkan Goerge Sabra ke posisi Ketua, walau ketua sementara. Selanjutnya, beberapa pengaruh AS akan mempengaruhi siapa yang boleh menduduki Ketua.

Ternyata strategi Penjajahan Suriah memiliki beberapa tahapan yang pasti:

Tahap 1: Demonstrasi menentang Pemerintah.

Tahap 2: Provokasi Pemberontakan dan membuat Keonaran

Tahap 3: Memprovikasi Kelompok Islam Radikal dengan Menerjunkan Agen-Agen Islam Radial milik Penjajah.

Tahap 4: Menambahkan Orang bayaran dari Saudi cs untuk membantu mengacaukan Suriah.

Tahap 5: Dalam Kondisi Terpaksa, Oposisi/Pemberontak akan terima tawaran apapun dari Penjajah. Saat itulah Penjajah memasukkan Goerge Sabra dan kawan-kawan dengan menjanjikan bantuan yang lebih besar lagi. Penjajah siap menguasai Suriah, tentu saja dengan surat kontrak dengan kontrak yang menguntungkan Penjajah.

Tahap 6: Penjajah akan membantu Pemberontak dengan alasan “Penyelamatan Senjata Kimia Berbahaya Terbesar Di Dunia di Suriah”. Alasan Bohong ini beberapa kali dilontarkan Penjajah, demi menguasai Suriah.

Saat ini, Suriah sudah dikepung Penjajah, dari Turki, Yordania, dan Israel. Pada saatnya nanti, Suriah diharapkan akan dikuasai Penjajah.

Mujahidin-Mujahidin bodoh yang saat ini berjuang menyerang Suriah, pada saatnya nanti akan dipulangkan, diberi tanda lencana penghargaan dari Para Penjajah. Bagi yang ngeyel, ya dibantai…

Tulisan di atas adalah karangan saya setelah saya mendapatkan mimpi tadi malam. Jadi, jangan dianggap serius…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di …

Elde | | 25 October 2014 | 12:30

Rafting Tidak Harus Bisa Berenang …

Hajis Sepurokhim | | 25 October 2014 | 11:54

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15

Dukkha …

Himawan Pradipta | | 25 October 2014 | 13:20

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 12 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 13 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Jadilah Peniru …

Wiwik Agustinanings... | 7 jam lalu

Pesan Membaca di Film The Book of Eli …

Eko Prasetyo | 7 jam lalu

Wisata Magelang – Menuju Kejayaan …

Sigit Mardiyanto | 7 jam lalu

Gejolak Pikiran setelah Berkunjung ke …

Mad Solihin | 7 jam lalu

Buku: antara Hidup dan Mati …

Onenation | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: