Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Rezza Revolta

Seorang Penulis Pemula

Boston, Amerika & Teroris (Sebuah Kajian Sejarah)

OPINI | 17 April 2013 | 16:46 Dibaca: 577   Komentar: 9   1

13661918261200486135

Boston Tea Party

1366191905987866903

Boston Marathon Bombing

akhir-akhir ini masyarakat dunia dikejutkan dengan peristiwa ledakan bom pada acara maraton di Boston Amerika Serikat. peristiwa itu terjadi pada 15 April 2013, saat diadakannya acara maraton kota Boston. 2 bom meledak, mengakibatkan 3 orang tewas dan 183 lainnya luka-luka. peristiwa itu sontak mengejutkan rakyat Amerika sendiri dan dunia. media internasional ramai2 memberitakan peristiwa itu, simpati internasional terus mengalir kepada para korban kejadian itu. Obama dalam pidatonya juga menyebut bahwa serangan bom maraton di Boston adalah tindakan terorisme.

jenis bom yg meledak adalah bom jenis improvised explosive device (IED), bom yg dibuat dengan peralatan elektronik sederhana, biasanya dibuat oleh para gerilyawan. berita yg berdedar si teroris menggunakan bom yg dibat dengan pressure cooker. bom jenis ini umum ditermukan dan digunkan gerilyawan Afghanistan. tapi saya mungkin tdk membahas soal investigasi mengenai persitiwa itu, saya mencoba mengkomparasi sejarah yg pernah terjadi di Amerika terutama Boston.

setelah peristiwa penyerangan ke gedung WTC pada 11 spetember 2001, masyarakat Amerika dan dunia menjadi fobia soal terorisme. media internasional yg terus memberitakan soal serangan tersebut, setelah diungkap siapa dalang dibalik penyerangan WTC yaitu jaringan teroris internasional Al Qaeda pimpinan Osama bin Laden. Masyarakat Amerika dan dunia terpasang opini yang dibuat oleh media bahwa teroris=arab=Islam. logika berpikir yg sadar atau tidak kita sendiri pun mengakuinya. bahkan setelah serangan bom maraton Boston pasti kita lgsg mengira bahwa ini adalah teroris dan pasti memiliki hubungan dengan Islam radikal. logika berpikir seperti itu sudah tertanam dikepala kita karena dibentuk oleh opini media yg secara terus menerus di beritakan pasca serangan 911. sebuah stereotype yg melekat pada suatu ras dan agama yang seharusnya tidak benar sama sekali. dengan kampanye War on Terror doktrin George Walker Bush yg mampu merubah tatanan kemanan dunia dalam waktu relatif cepat. merubah konsep keamanan bahwa ancaman suatu negara bukan lagi datang dari aktor negara tp juga bisa dr aktor non-negara.

kalau kita melihat bagaimana sejarah Amerika, mungkin akan ada suatu gambaran yg cukup ironis melihat kebijakan luar negeri Amerika dengan perjuangan kemerdekaan Amerika itu sendiri. Boston, 1765, Samuel Adams tokoh perjuangan kemerdekaan Amerika Serikat. mengumpulkan teman-teman seperjuannganya untuk membahas hak-hak mereka sebagai warga negara Inggris di daerah kolonial. mereka membahas naiknya pajak terhadap masyarakat yg tinggal di daerah kolonial, khususnya Boston. Samuel Adams membentuk sebuah perkumpulan rahasia yg dinamai “Sons of Liberty”. kelompok ini adalah kelompok perjuangan yg sangat radikal, sekali lagi mereka sangat radikal mereka tidak segan2 menggunakan kekerasan dalam perjuangannya sekaligus mereka menyebarkan kampanye untuk menolak pajak yg semakin tinggi oleh Inggris. sehingga kerajaan Inggris menyebut mereka sebagai teroris, mereka disebut “Sons of Violence” karena kerap kali melakukan kekerasan. nama Sons of Liberty semakin terkenal dan menyebar ke seluruh daerah kolonial yg ada di Amerika Serikat ketika peristiwa Boston Tea Party. sebuah peristiwa yg menjadi kunci utama revolusi Amerika Serikat. para pejuang Sons of Liberty menyamar sebagai orang indian lalu menyerang kapal dagang Inggris yg memuat peti-peti teh yang mana saat itu komoditi teh cukup mempengaruhi ekonomi suatu negara. para pejuang menyamar sebagai Indian karena suku indian sangatt menggambarkan Amerika, mereka merasa sudah mempunyai jati diri sebagai Amerika bukan orang Inggris lagi. setelah peristiwa itu meletuslah perang revolusi Amerika Serikat.

Boston, adalah kota dimana Amerika lahir, dimana perjuangan lahir, dimana kebebasan lahir, dimana kemerdekaan lahir, dimana “American Dream” lahir. dengan kompirasi sejarah Amerika terutama dari kota Boston, kita bisa lihat Amerika sekarang adalah wujud “tiran” dari Inggris, mereka sadar bahwa mereka lahir dari sebuah gerakan radikal, mereka sadar bahwa mereka lahir dari gerakan terorisme. dan mereka sadar bahwa mereka harus berkuasa sebagaimana Inggris dengan menaklukan musuh-musuh dengan mencap mereka sebagai teroris. mereka mencap negara yg tidak sepaham dengan mereka sebagai “poros setan”. sebuah tipikal tiran yg pernah dipraktekan Inggris sekarang mereka gunakan.

entah ada kaitannya atau tidak peristiwa bom maraton Boston dengan terorisme, mungkin kita harus kritisi, bisa saja mereka adalah sekelompok orang yg menyamar atas gerakan radikal suatu agama padahal mereka adalah hasil skenario pemerintah ? ingat Boston Tea Party para patriot menyamar sebagai Indian dan menyerang Kapal dagang Inggris ? yang pasti mungkin saja akan lahir sesuatu yg besar dan tidak terduga dari peristiwa ini, seperti sejarah kota Boston itu sendiri, suatu yg besar seperti lahirnya Amerika dari Boston. yaah mungkin saja sesuatu yg besar yg kita belum ketahui akan terjadi.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[PENTING] Panduan ke Kompasianival 2014, …

Kompasiana | | 18 November 2014 | 15:19

OS Tizen, Anak Kandung Samsung yang Kian …

Giri Lumakto | | 21 November 2014 | 23:54

Aku dan Kompasianival 2014 …

Seneng Utami | | 22 November 2014 | 02:18

Obama Juara 3 Dunia Berkicau di Jaring …

Abanggeutanyo | | 22 November 2014 | 02:59

Seru! Beraksi bareng Komunitas di …

Kompasiana | | 19 November 2014 | 16:28


TRENDING ARTICLES

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 11 jam lalu

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 12 jam lalu

Memotret Wajah Jakarta dengan Lensa Bening …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Ckck.. Angel Lelga Jadi Wasekjen PPP …

Muslihudin El Hasan... | 15 jam lalu

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 21 jam lalu


HIGHLIGHT

Pemeran Film Dokumenter Act of Killing Haram …

Handy Fernandy | 9 jam lalu

Asyiknya Wisata di TRMS Serulingmas …

Banyumas Maya | 11 jam lalu

Ajang Kompasianival Melengkapi Pertemanan …

Thamrin Dahlan | 11 jam lalu

Generasi Sandwich …

Sitti Fathimah Herd... | 11 jam lalu

Eh, Susi Nongol Lagi! …

Mbah Mupeang | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: