Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Oom Mas

saya guru SD……..banyak keinginan tapi banyak yang belum kesampaian….. banyak cita-cita tapi banyak yang belum selengkapnya

Kisah Tragis Kematian Penyanyi Latin Legendaris

REP | 12 April 2013 | 00:06 Dibaca: 2436   Komentar: 14   3

Menyantap Sajian beraneka postingan di Kompasiana di tengah hari sambil mendengarkan alunan lagu dari radio streaming disela-sela akhir kesibukan kerja sangat menyenangkan. Ditambah wangi secangkir kopi mix yang menantang untuk segera menghirupnya.

Bait-bait melankolis i could fall in love with you, menarik jemariku untuk mencari dan mengunduhnya. Dengan cekatan Mbah google pun langsung menautkan dengan situs berbagi video You tube. Sebuah tayangan musik dengan tanpa gambar bergerak, membuat aku memutuskan untuk mencari yang clip yang lain. Pencarianku sedikit melelahkan ditambah mulai leletnya modem ciamikku yang gelombangnya mencapai jam-jam puncak rebutan konsumennya.

Aku jadi penasaran dengan Selena ini. Tidak seperti vokalis dunia lainnya yang sekali pijit puluhan ragam clip video dan live concert tarpampang di sebelah kanan dashboard youtube. Untuk Selena ini bukannya taburan clip video albumnya malahan….. hmmh cukup penasaran untuk menelusurinya

Karir Selena

Selena, Seorang penyanyi latin berbakat kelahiran tahun 1971 ini meraih puncak keemasan di usia muda. Pada usia 12 tahun dia sudah merilis album Mis Primeras Grabaciones.Beberapa album laku keras dipasaran Preciosa (1988), Entre a Mi Mundo (1992) dan Dreaming of You (1995).

Selain mempunyai suara emas Selena ternyata diapun sekaligus penulis lagu, dan merangkap sebagai produser rekaman. Dunia tarik suara denga perusahaan hilirnya, adalah satu deretan kesibukannya sebagai penari, model dan designer. Talenta yang langka dimiliki satu orang sekaligus.

Penyanyi yang mempunyai nama lahir Selena Quintanilla ini memulai karir bersama keluarganya. Ayahnya, Abraham Quintanilla yang juga seorang musisi membentuk grup band yang bernama Selena Y Los dinosaurus. Adiknya, Suzzette, memainkan drum dan adiknya, Abraham Junior bermain bass.

Bendera Selena Y Los dinosaurus mulai berkibar pada tahun 1986 ketika memperoleh penghargaan Vokalis Wanita Of The Year” dan “Performer Of The Year” penghargaan di Tejano Music Awards. Sejak saat itu penghargaan demi penghargaan diraih pada tahun tahun berikutnya pada ajang bergengsi lannya.

pada awal tahun 90 an, Selena menjalin hubungan dengan Chirs Perez yang bergabung dalam bandnya segai gitaris. Walau hubungan tersebut tidak mendapat restu ayahnya namun mereka tetap meneruskan pada jenjang pernikahan. Mereka resmi menjadi pasangan pengantin tanggal 2 April 1992.

Pada tahun 1993, bertemu dengan Yolanda Saldivar, seorang perawat ternama di texas. Selena tidak menyangka petemuaan dengan Yolanda, pada akhirnya akan berujung maut. Dia salah satu pengagum berat Selena. Melihat antusias Yolanda untuk ambil bagian dalam kesuksesan Selena, Abraham, Ayah Selena menyambut keinginannya dengan memperkerjakannya sebagai manajer klub Selena Lover.

Ditengah tengah kesibukannya sebagai penyanyi kenamaan, Selena ingin juga menyalurkan bakatnya sebagai desainer fashion. Pada tahun 1994 Selena membuka butik pertamanya “Selena, Etc Inc” terletak di 5410 Leopard St Suite B. di jantung Corpus Christi, Texas. Beberapa toko pun dibuka dan mendapatkan sambutan hangat dari konsumen yang sekaligus Selena Lover.

Kisah Tragis Kematiannya

Berawal dari tuduhan Abraham Ayah Selena kepada Yolanda sebagai manajer Selena Lover bahwa Yolanda telah menggelapkan uang dari Club Selena Lover. Yolanda membantah, namun tidak bisa bisa mambuktikan bantahannya.

Pada 31 Maret 1995, Yolanda mengatur untuk bertemu dengan Selena di Holiday Inn di Corpus Christi, Texas di 06:00 Presiden fan club mengatakan dia ingin memberikan semua dokumen untuk Selena secara pribadi. Selena menyetujuinya. Dia tidak menaruh curiga apapun karena kedekatan diantara mereka selama ini. Ketika mereka bertemu di motel, Yolanda mulai mencari-cari alasan untuk tidak mengungkit-ungkit masalah yang sedang dihadapinya. Inilah perlaku kebiasan orang-orang yang bersalah, ngeles. Dia mengaku mendapatkan pelecehan seksual sewaktu pergi ke motel. Selenapun mengantarnya untuk diperiksa dokter. Namun bukti tidak cukup kuat untuk alasan yang dibuat-buat tersbut. sekitar 11:00 Selena dan Yolanda kembali ke motel. Di kamar hotel, mereka terlibat adu debat tentang dokumen yang hilang. Selena meminta, dan Saldivar tidak bisa mempertanggungjawabkan keberadaanya.

Habis kesabaran Selena, Selenapun memecat saldivar sebagai manejer Salena Lovers Clubnya. Saldivar tersinggung. Ketika Selena bermaksud ke luar kamar, Yolanda Saldivar mengambil pistol yang telah disiapkan sebelumnya dan menmbak Selena tepat dipunggungnya. Sambil menahan kesakitan Salena berlari menuju lobi motel untuk meminta pertolongan.

Menurut Rosalinda Gonzales, asisten manajer di motel, dan Ruben Deleon, Direktur penjualan di motel, Selena tiba ke lobi berteriak: “!. Bantu aku, bantu aku Aku sudah ditembak”
Beberapa menit kemudian dia dibawa ke rumah sakit hanya dinyatakan sebagai “klinis kematian”. Dia kehilangan sebagian besar darah dan, sebagai hasilnya, dia juga kehilangan kesadaran bersama dengan hidupnya.

Yolanda Saldivar sendiri dijatuhi hukuman seumur hidup di penjara atas pembunuhan Selena Quintanilla Perez. Yolanda saat ini menjalani hukuman ini dalam pemasyarakatan dari Gatesville, Texas sejak tahun 1995.

Begitu hebohnya kematian Selena, ditengah tengah karir yang sedang gemilang, membuat seorang George W Bush, Gubernur Texas pada saat itu, 2 minggu pasca kematian Selena tepatnya 12 April sebagai Selena’s Day. Besok hari Jum’at peringatan kematiannya yang ke 18 tahun.

Dua tahun berikutnynya, tahun 1997, kisah tragis kematiannya difilmkan. Tokohnya diperankan Jenifer Lopez, dan meraih ketenaran dalam memerankannya, dengan mendapatkan penghargaan Grammy pda tahun 1997.

Selenapun menjadi inspirasi bagi banyak artis. Salah satunya Selena Gomez. Merasa punya kesamaan nama Gomez menapakai karirnya di dunia keartisan.

Kematian Selena rasanya dikenang sepanjang zaman. Terbukti tahun 2011, kantor pos di Amerika merilis prangko “Latins Legend” untuk peenghormatan kepada Selena.

Begitulah akhir hayat Selena penyanyi yang mendayu dayu dengan tembangnya I could fall in love with you. Selena walaupun raganya sudah tiada namun jiwanya menyentuh setiap kalbu. Selamat jalan Selena.

Sumber:

http://www.sing365.com/music/lyric.nsf/Selena-Biography/A2442E73BB17FF4448256895002BDC45

http://blogberisik.blogspot.com/2011/11/berisik-lagu-musisi-dunia-yang-mati.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Selena

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Wisata Purbalingga] Sepotong Kisah Lingga …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 16:24

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Melatih Anak Jadi Kompasianer …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 23:47

Ibu Renta Itu Terusir …

Muhammad Armand | | 22 December 2014 | 09:55


TRENDING ARTICLES

Penyelidikan Korupsi RSUD Kota Salatiga …

Bambang Setyawan | 3 jam lalu

Akankah Nama Mereka Pudar?? …

Nanda Pratama | 5 jam lalu

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 7 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 8 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 8 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: