Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Zulfika Satria Kusharsanto

Seorang calon Perencana Wilayah dan Kota yang sangat menyukai pariwisata. Selalu berpikir bagaimana bisa memajukan selengkapnya

BBM Naik di Belanda? Tidak Masalah Karena Ada Sepeda

HL | 12 April 2013 | 13:36 Dibaca: 1444   Komentar: 28   8

“BBM naik? Gila aja! Saya butuh bensin buat ke kantor, buat jalan-jalan, buat macem-macem deh!”

Quote di atas sepertinya sudah menjadi opini mayoritas masyarakat Indonesia setiap kali bahan bakar minyak atau BBM harganya dinaikkan. Kalau saya boleh menilai opini tersebut muncul karena masyarakat Indonesia masih mengandalkan mobil dan sepeda motor pribadi sebagai moda transportasi. Pernahkah terpikir untuk memikirkan solusi alternatif agar kita tidak berkegantungan dengan BBM sebegitu besarnya?

Menarik, saat saya membaca sebuah artikel dan jurnal tentang bagaimana Belanda mengatasi permasalahan transportasinya tersebut.

13657477991587210948

Maraknya masyarakat bersepeda di Belanda

Sepeda. Ya, sepeda menjadi solusi alternatif Belanda untuk menjadi moda transportasi utama dan hingga sekarang menjadi favorit penduduknya. Ternyata asal mula Belanda mengembangkan moda transportasi sepeda ini berangkat dari krisis bahan bakar minyak di tahun 1972. Krisis tersebut ditanggapi oleh Pemerintah Belanda untuk memrioritaskan pengembangan penggunaan sepeda dengan memberikan subsidi di berbagai kebijakan persepedaan nasional. Langkah yang tidak salah!

Kini Belanda telah menjadi yang terdepan dalam mengembangkan moda transportasi sepeda. Dari seluruh negara di dunia, Belanda memiliki tingkat penggunaan sepeda tertinggi yaitu hingga 27% dari total perjalanan yang ada. Jauh unggul di atas Denmark dan Jerman. Bahkan uniknya, jumlah sepeda di Belanda sebesar 18.000.000 bahkan melebihi jumlah penduduknya yang “hanya” 16.400.000 jiwa!

13657479831865221213

Pengguna Sepeda di Belanda mencapai 27% dari total trip per tahun

Tapi, kalau cuma menyediakan sepeda dan jalur sepeda apa hebatnya? Indonesia aja juga bisa. Di Jakarta, Solo, Yogyakarta juga ada tuh.

Memang fakta yang saya jelaskan sebelumnya bukanlah fakta yang terlalu mencengangkan karena Belanda memang sudah terkenal akan budaya bersepedanya. Nah, tapi bukan Belanda namanya kalau tidak menjadi pionir atau pelopor inovasi! Saking cintanya kepada sepeda, banyak sekali inovasi teknologi yang dilakukan oleh Belanda untuk terus mengembangkan moda transportasi sepeda ini. Sebut saja ada sepeda yang digunakan sebagai “bus sekolah”. Sepeda unik ini diperuntukan untuk anak-anak sekolah usia 4-12 tahun. Ini menjadi pertama dan satu-satunya di dunia!

Bus Sekolah berbentuk sepeda

Bus Sekolah berbentuk sepeda

Selain itu Belanda juga mengembangkan teknologi keamanan untuk sepeda di berbagai kondisi salah satunya bersepeda di malam hari. Di Belanda telah dikembangkan teknologi jalur sepeda “glow in the dark” sehingga bersepeda di malam hari tidak jadi masalah. Segala inovasi ini berbuah manis, Belanda memiliki tingkat kecelakaan sepeda terendah di dunia, padahal populasi sepedanya paling banyak di dunia loh!

Jalur Sepeda glow in the dark saat malam

Jalur Sepeda yang Bisa Berpendar Saat Malam Hari

Jadi ceritanya kalau harga BBM mau naik di Belanda? Tidak masalah! Melihat sebegitu nyamannya dan prioritasnya sepeda digunakan sebagai moda pergerakan masyarakat, BBM tidak terlalu berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat ditinjau dari kebutuhan transportasi. Belanda mampu menunjukkan keunggulannya dalam mencari solusi alternatif krisis minyak dunia ini dengan pengembangan inovasi persepedaan. Dengan mengutamakan sepeda, ketergantungan masyarakat akan BBM menjadi sangat rendah. Poin plusnya, tentu saja udara perkotaan menjadi lebih segar dan penduduknya lebih sehat.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ozi Destayuza, Lahirkan Atlit Taekwondo Bawa …

Muhammad Samin | | 30 September 2014 | 21:47

Bercengkrama Bersama Museum NTB …

Ahyar Rosyidi Ros | | 30 September 2014 | 21:35

Berani Klaim Gadjah Mada, Harus Hargai Kali …

Viddy Daery | | 30 September 2014 | 20:57

(Macau) Mengapa Anda Harus Berlibur ke …

Tria Cahya Puspita | | 30 September 2014 | 20:06

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Tifatul Sembiring di Balik Hilangnya …

Daniel H.t. | 6 jam lalu

Skenario Menjatuhkan Jokowi, Rekayasa Merah …

Imam Kodri | 8 jam lalu

SBY Hentikan Koalisi Merah Putih …

Zen Muttaqin | 8 jam lalu

Dari Semua Calon Menteri, Cuma Rizal Ramli …

Abdul Muis Syam | 8 jam lalu

Layakkah Menteri Agama RI Menetapkan Iedul …

Ibnu Dawam Aziz | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Rayhaneh Jabbari Membunuh Intelejen Coba …

Febrialdi | 7 jam lalu

Penumpang KA Minim Empati …

Agung Han | 7 jam lalu

Enam Belas Tahun yang Lalu …

Muhakam -laugi | 8 jam lalu

Ada Cinta di Minggu Ke-13 …

Rian Johanes | 8 jam lalu

Ayo Muliakan Petani Indonesia …

Robert Parlaungan S... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: