Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Esther Lima

No Biographical Info

Perkosaan terhadap Anak dan Homosexual di Saudi Arabia

REP | 10 April 2013 | 23:58 Dibaca: 3069   Komentar: 39   4

Membaca tulisan di lapak sebelah yang berjudul Benarkah di Saudi Tidak Ada Preman? Membuat saya tertarik untuk membaca tentang Saudi Arabia.

Saudi Arabia, berpenduduk 26,939,583 (estimasi per Juli 2013), dimana 5,576,076 adalah warga asing. Jumlah pekerja sebanyak 8,012,000 dimana 80% nya adalah warga asing. Sementara jumlah pengangguran sebesar 10,7% dari total penduduk, atau sekitar 2,7 jiwa. (1)

Artinya, jumlah pengangguran tinggi bukan disebabkan oleh kurangnya lapangan pekerjaan, karena Saudi Arabia mengimpor 80% dari seluruh tenaga kerjanya. Pengangguran tinggi disebabkan oleh: malas.

Kejahatan yang paling banyak terjadi di Saudi Arabia adalah: copet. 47% kasus yang dilaporkan adalah kasus pencopetan, disusul dengan pembunuhan dan serangan sexual / perkosaan. (2)

Saudi Arabia merupakan negara tujuan trafficking, yang bekerja sebagai buruh, dipaksa untuk terlibat dalam prostitusi, maupun disiksa oleh pemberi kerja (majikan). Anak-anak warga asing juga rentan dipaksa untuk menjadi pengemis dan pedagang di jalan-jalan di Saudi Arabia yang difasilitasi oleh criminal gang (preman).

Hal yang menarik perhatian saya adalah kasus yang melibatkan anak-anak. Sebuah riset yang dilakukan di universitas di Saudi menunjukkan bahwa 23% siswa mengaku pernah diperkosa. 62% di antaranya tidak pernah dilaporkan. 16% pemerkosa memiliki hubungan keluarga, 5% kakak beradik, 2% guru, 1% orang tua.

Studi ini juga mendapati bahwa 46% mahasiswa di Riyadh adalah homosexual, 25% mahasiswa di Jeddah homosexual. Hubungan sesama jenis ini terjadi karena ketatnya larangan berhubungan dengan wanita. Kasus perkosaan total yang pernah dialami oleh wanita dan anak-anak di Saudi Arabia diperkirakan sebesar 80% dari jumlah wanita dan anak-anak. (3)

Studi lain, yang dilakukan oleh Dr. In’am (al-Rabu’i), president of children’s studies di Armed Forces Hospital di Jeddah menyatakan, bahwa rumah sakit tersebut menerima 3 korban perkosaan terhadap anak per minggunya.

Jika jumlah anak-anak dan remaja yang pernah diperkosa dan homosexual pada remaja tinggi, maka di masa datang, kehidupan sosial masyarakat Arab Saudi bisa terganggu.

Melihat angka-angka tingkat pengangguran, perkosaan dan homosexual di atas, Indonesia jelas jauh lebih baik.

- Esther Wijayanti –

Sumber:
(1) CIA.gov
(2) Crime in Saudi Arabia wikipedia
(3) The Muslim issue http://themuslimissue.wordpress.com

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Seluk Beluk Industri Plastik …

Dhanang Dhave | | 16 April 2014 | 13:07

Perang Saudara Kian Dekati Timur Eropa …

Adie Sachs | | 16 April 2014 | 17:51

Pelecehan Anak TK di Jakarta International …

Sahroha Lumbanraja | | 16 April 2014 | 13:53

Cinta Nggak Cinta Itu Bisa Dijelaskan, …

Gilang Parahita | | 16 April 2014 | 14:49

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Akun Dinda Tidak Takut Komen Pedasnya Pada …

Febrialdi | 8 jam lalu

Prabowo Terancam Tidak Bisa Bertarung di …

Rullysyah | 8 jam lalu

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 17 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 18 jam lalu

Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

Kosmas Lawa Bagho | 19 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: