Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Rakhmad Fadli

Kompasianer dari sebuah pulau kecil di Propinsi Kepri. Pulau Kundur. (Kab. Karimun)

Lok Bandhu Karki, Bersepeda Keliling Dunia Membawa Misi Perdamaian

HL | 06 April 2013 | 23:28 Dibaca: 514   Komentar: 0   3

1365245706420731722

Penulis Bersama Lok Bandhu Karki di Salah Satu Trotoar di Singapura

Sebagian orang mungkin beranggapan bahwa melakukan perjalanan keliling dunia dengan menggunakan sepeda adalah sesuatu yang mustahil. Jarak tempuh antar negara yang memakan waktu sangat lama serta sulitnya memasuki negara-negara tertentu karena harus memiliki dokumen-dokumen resmi seperti paspor dan visa memang bukan sesuatu yang mudah.

Tetapi bagi Lok Bandhu Karki hal itu bukanlah sesuatu yang mustahil. Pemuda asal Nepal ini telah membuktikannya bahwa dengan mengayuh sepeda ia bisa menembus perbatasan antar negara.

Perjalanan yang dilakukannya ini tidak hanya sekedar berkunjung dari negara satu ke negara lain. Tetapi ia juga membawa sebuah misi mulia. “Saya ingin mengkampanyekan perdamaian dunia”, kata Lok saat ditemui di salah satu trotoar di Singapura.

Sengaja ia cantumkan sebuah kalimat perdamaian “World Peace Tour” pada sepeda yang ia gunakan agar setiap orang yang ia ditemui di jalan membaca dan tergerak untuk ikut mendukung aksinya tersebut.

Memasuki dari negara satu ke negara lain memang tidak mudah. Setiap orang yang bertandang ke negara-negara tertentu harus memiliki visa. Sementara dalam pengurusan visa juga bukan sesuatu yang gampang.

Dalam mensiasati hal ini Lok mempunyai cara tersendiri. Setiap bertemu dengan petugas imigrasi ia menunjukkan dokumen-dokumen perjalanannya yang dikumpulkan dalam sebuah file. Dokumen tersebut berisi berbagai pengakuan dari beberapa lembaga pemerintahan di setiap negara yang ia datangi.

Ia juga menjelaskan misinya kepada setiap petugas imigrasi bahwa ia sedang melakukan sebuah aksi untuk perdamaian dunia. Ternyata cara ini cukup ampuh. Ia berhasil memasuki setiap negara dengan mudah.

Pria berusia 36 tahun ini memulai misinya tersebut dari negara asalnya Nepal sejak tahun 2004. Ia mengatakan bahwa sudah hampir seratus negara yang ia kunjungi. “Saat ini sudah 87 negara yang saya datangi”, katanya dengan aksen Nepal yang masih terdengar jelas.

Beberapa negara yang telah didatanginya antara lain seperti Pakistan, India, China, Thailand, Laos, Vietnam, Kamboja, Bangladesh, Turki, dan beberapa negara lainnya. Saat ini Lok sedang berada di Singapura.

Jumlah tersebut ternyata belum cukup bagi Lok. Ia masih memiliki beberapa negara lagi yang akan dikunjunginya. “Target saya adalah 153 negara hingga tahun 2017 nanti”, ucapnya dengan yakin.

Aksi yang dilakukan Lok ini pantas mendapatkan acungan jempol. Terlebih lagi ia memiliki tubuh yang agak gemuk sehingga bukan sesuatu yang mudah jika harus mengayuh sepeda menuju berbagai tempat.

Saat Penulis menemuinya di Singapura, Lok sedang menuntun sepedanya sambil mengenakan pakaian khas Nepal dengan penutup kepala mirip peci dan berbusana sejenis gamis yang ditutupi dengan sehelai rompi.

Mengenai darimana ia memperoleh uang untuk memenuhi biaya hidupnya selama perjalanan melintasi banyak negara, pria yang masih berstatus lajang ini mengatakan bahwa ia memperoleh bantuan donasi dari setiap orang yang ia temui di jalan. Selalu saja ada orang-orang yang peduli dengan aksinya tersebut di setiap negara yang ia datangi untuk memberikan donasi seikhlasnya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Jadi Petugas Patroli dan Tukang …

Weedy Koshino | | 20 April 2015 | 09:35

Tetajuren, Mengalirkan Air dari Dinding …

Syukri Muhammad Syu... | | 20 April 2015 | 21:56

Belajar Tenar dari Natasha Farani Attamimi …

Nur Hasanah | | 19 April 2015 | 21:51

Belajar dari R.A. Kartini, Pejuang Wanita di …

Riana Dewie | | 20 April 2015 | 13:19

Jadwal Kegiatan Kompasiana di Bulan April …

Kompasiana | | 31 March 2015 | 18:08


TRENDING ARTICLES

Ada Rasa KIH dan KMP dalam Kisruh PSSI …

Mustafa Kamal | 7 jam lalu

Mati Ketawa Cara Korea Utara (Kisah Nyata) …

Daniel H.t. | 8 jam lalu

Membedah Blunder SK Pembekuan Menpora …

Himam Miladi | 9 jam lalu

Pertamina Akan Cekoki Kita dengan Pertalite …

Abd. Ghofar Al Amin | 10 jam lalu

Harusnya Akun Twitter Korban Pembunuhan …

Agung Soni | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: