Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Wjogja

Berani hidup dan berani mati, berani senang dan berani susah, berani sukses dan berani gagal. selengkapnya

Keadaan di Suriah seperti Jaman PKI di Indonesia

OPINI | 31 March 2013 | 20:33 Dibaca: 1712   Komentar: 11   0

Menurut Analisis Kami:

Keadaan di Suriah sekarang seperti jaman PKI. Kita akan sulit melihat siapa teman siapa lawan. Masyarakat yang berbaur di Suriah, akan sulit mendeteksi siapa teman siapa lawan. Bisa jadi teman itu adalah mata-mata, bisa jadi yang diduga lawan adalah pelindung.

Parahnya, upaya kudeta yang dilakukan Pemberontak dianggap syah dan didukung oleh Amerika Serikat dan Sekutunya, termasuk Israel dan Liga Arab. Lebih parahya lagi, AS dan Israel tidak benar-benar membantu Pemberontak Suriah, tetapi mereka ingin memainkan Suriah lebih lama. Dengan begitu, antar Muslim di Suriah akan saling menghancurkan. AS dan Sekutu tinggal kasih pelatihan perang dan persenjataan dan “informasi” Militer. Informasi ini pun bisa dimanipulasi oleh AS untuk kepentingan AS dan Sekutu Utama, Israel.

Tujuan utama AS dan Israel di sini adalah untuk membangun basis pertahanan AS-Israel bagi salah satu gerbang pintu ke Israel, karena lokasi Suriah berbatasan langsung dengan Israel. Dengan dikuasainya Suriah, berarti Israel akan memiliki pertahanan baru, dan memiliki tempat strategis.

Perdamaian tak akan pernah tercapai antara Pemberontak dengan Pemerintah, karena donatur besar Saudi dan AS dan Sekutu tak mau rugi, mereka sudah keluar biaya peran yang besar, mereka menuntut kemenangan, bukan perdamaian.

Posisi sudah terkunci, perang sampai mati semua. Disetiap adanya usulan damai, selalu pihak Pemberontak terlihat adanya steer/kendali dari pihak AS, kata-kata Pemberontak sama persis dengan kata-kata Pejabat AS.  AS tak akan membiarkan Suriah berdamai. Dikerahkannya Agen-agen mereka, terutama dari kelompok radikal, yang mereka sebut sebagai anjing-anjing. Anjing-anjing yang patuh pada Tuannya. Siap menyerang kepada siapa saja yang mereka kehendaki.

Maka keputusan terbaik bagi masyarakat sipil Suriah adalah mengungsi! Mengungsi sejak dulu, saat dimulainya perang ini. Jika sampai ada korban sipil atau pemerkosaan di medan perang, alangkah bodohnya masyarakat sipil di lokasi itu. Lokasi itu kadang dikuasai pemberontak, kadang dikuasai Pemerintah.

Di medan perang, sulit mengatakan itu wanita dan anak yang harus dilindungi. Bisa jadi mereka mata-mata, bisa jadi mereka lawan yang siap dengan bomb bunuh diri, bisa jadi dia kawan.

Bagi orang muda yang gak punya kerjaan, mereka akan memilih ikut maju di kawasan itu, mreka bisa mengadu nasib mencari ceceran harta, mencari wanita, mencari apa saja jarahan di sana. Syukur-syukur mereka mendapatkan bayaran dari Pemerintah Saudi sebagai Pasukan Pemberontak.

Sampai kapan perang ini akan usai ?

Sampai Amerika Serikat memutuskan berdamai dengan syarat, atau saat AS bisa memenangkan perang ini.

Siapa yang Rugi?

Yang Rugi adalah seluruh masyarakat Suriah, baik yang Pemberontak maupun Pemerintah.

Meskipun Pemberontak menang, mereka pun akan saling bunuh dan keadaan tak aman.

Siapa yang merasa diuntungkan ?

Israel: Punya basis pertahanan baru, punya wilayah baru, punya benteng baru, Suriah menjadi lemah.

AS: Sukses mendukung Israel, punya negara bagian baru, memperluas wilayah jajahan di Timur Tengah.

Arab Saudi: Meluaskan wilayah pengaruhnya.

Jika analisis saya kurang tepat, silakan dikomentari.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?! …

Tjiptadinata Effend... | | 01 November 2014 | 14:03

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | | 01 November 2014 | 10:13

Traveling Sekaligus Mendidik Anak …

Majawati Oen | | 01 November 2014 | 08:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 6 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 7 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 8 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Aku Ingin .. …

Gunawan Wibisono | 7 jam lalu

Keasyikan itu Bernama Passion …

Ika Pramono | 7 jam lalu

Sisi Positif dari Perseteruan Politik DPR …

Hts S. | 7 jam lalu

Menyiasati kenaikan harga BBM …

Desak Pusparini | 7 jam lalu

Trah Soekarno, Putra Cendana, dan Penerus …

Service Solahart | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: