Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Hilman Dr.puradiredja

Studium,Specialisasi Bedah Visceral dan Traumatolog,DR. Med Christian Albrecht Univ.Kiel Germany. Mengikuti Perkembangan di Indonesia, Mencintai Indonesia selengkapnya

Deklarasi PBB: Memperbaiki Hak-hak Wanita di Dunia, Negara Islam Ikut Menandatangi

REP | 18 March 2013 | 22:05 Dibaca: 468   Komentar: 0   0

Ini adalah kesepakatan menit terakhir di PBB untuk mengeluarkan pernyataan bersama yaitu satu Deklarasi untuk perlindungan gadis dan wanita di seluruh dunia.Dalam pernyataan ini laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama.

Protes wanita Indonesia

Pada mulanya Negara-negara Islam telah mengkritik secara keras , tetapi pada ahirnya memberikan persetujuan. Negara-negara Islam seperti Saudi Arabia telah gagal dalam upaya mereka untuk membatasi Hak Hak wanita dengan alasan budaya dan Agama.Sebelumnya pada Konferensi PBB di New York yang dihadiri oleh 2000 delegasi dari 200 Negara anggota PBB, hari Jumat tanggal 15 Maret 2013 ini, Rusia dan Vatikan berusaha untuk menggulingkan pernyataan bersama ini, tetapi juga ahirnya memberikan persetujuan juga.

Pernyataan bersama ini mewajibkan negara anggota PBB untuk melindungi hak-hak wanita dan gadis,.terutama dijaga agar tidak dilakukan semuanya oleh kaum laki laki.Wanita harus diberiwewenang untuk menentukan sendiri dalam hidupnya dan terutama hubungan seksualitas. Juga wanita berhak diberi kebebasan untuk mendapatkan perawatan .

Hasil Deklasi PBB ini disambut dengan baik oleh para pejuang persamaan hak wanita.Mereka berbahagia dengan Deklarasi ini. Pernyataan ini jelas dan seimbang dengan penyesuaian keadaan dan satu kiriman pesan yang maha penting kepada semua wanita di seluruh dunia : Hak kalian sebagai wanita sangat penting.Apa yang terjadi di India dimana wanita oleh sekelompok laki laki diperkosa atau wanita di bunuh karena jenis kelamin mereka sebagai wanita , dipaksa untuk dinikahi,genital mutilation tidak boleh terjadi.

Ikhwanul Muslimin dari Mesir tidak menerima pernyataan ini, malah mengecam pernyataan ini . Mereka mengatakan bahwa deklarasi yang menyatakan “ Mengahiri Melakukan kekerasaan terhadap kaum wanita “ sama sekali tidak akan memperbaiki keberadaban dunia, sebaliknya hanya akan menyesatkan ,seperti kehidupan dijaman jahilliyah.

Apakah negara Islam Saudi Arabia yang juga ikut menandatangani Deklarasi ini akan memberikan kebebasan  kepada wanita yang seperti tercantaum dalam pernyataan berasama ini, masih diragukan.


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | | 25 October 2014 | 23:43

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | | 26 October 2014 | 00:06

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 16 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 18 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 19 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 20 jam lalu

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 25 October 2014 08:22


HIGHLIGHT

Selamatkan Kawasan Ekosistem Leuser Aceh …

Nur Terbit | 9 jam lalu

Terinspirasi = Plagiat ? …

Aqsa Intan Pratiwi | 9 jam lalu

Gayatri, Polycarpus, BIN dan Persepsi Salah …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Kontroversi Pengangkatan Menteri oleh …

Edward Pakpahan | 9 jam lalu

Pesta Raffi Ahmad dan Bakiak Lady Gaga …

Ifani | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: