Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Titin Hatma

Mahasiswa smtr 6, jurusan Ilmu Gizi, Universitas Hasanuddin. Fotografer amatir, tanpa kamera canggih pula. :D Suka membaca, selengkapnya

Paus Benedictus Masuk Islam

OPINI | 27 February 2013 | 22:44 Dibaca: 30215   Komentar: 9   1

Kemarin menjelang sore, angin kencang bergemuruh dan mengamuki pohon-pohon tua menjulang yang memenuhi kampus Unhas bak hutan, kemudian hujan deras pun tiba-tiba turun. Saya dan beberapa orang teman tengah nongkrong di gazebo dekat fakultas, mengobrol tentang banyak hal sambil melucuti sekantung penuh buah salak. Di antara topik aneh dan tak terhitung yang kami bahas, saya paling tertarik dengan kabar mengenai Paus Benedictus XVI yang masuk Islam. Katanya, berita itu sudah santer diperbincangkan di facebook, twitter, dan BBM. Dan…wow! saya terkesima. Itu berita yang sangat hebat, tetapi kok saya tidak tahu apa-apa. Ajaib. Tidak pernah sebelumnya, sepanjang hidupku, seorang Paus secara terang-terangan menyatakan diri pindah agama.
Sepulang dari kampus, saya duduk di depan laptop dengan serius. Saya sungguh penasaran dengan berita barusan. Saya pikir, seharusnya berita ini menjadi sangat bombastis, mengingat Paus memiliki banyak pengikut di seluruh dunia. Maka, mulailah saya berselancar dengan bantuan Uncle Google. Saya menemukan beberapa artikel yang membahas pengunduran diri Paus dari Vatikan karena telah pindah ke agama Islam. Tetapi sumber-sumber berita yang saya temukan tidak memuaskan, isinya boleh dibilang hampir sama, dan lagi bukan berupa tulisan yang bisa dipertanggungjawabkan, menurutku. Semua ditulis bebas tanpa tertulis rujukannya. Karenanya, saya mencoba cara lain.
Cara kedua, mencari sumber berita dari luar, akhirnya saya masukkan kata kunci berbahasa Inggris ke search engine. Petimbangannya jelas: pertama, Paus bukan orang Indonesia; kedua, berita resign-nya Paus sudah semestinya menjadi konsumsi internasional. Hasilnya malah lebih mengecewakan, tidak ada satu pun yang mengatakan bahwa Paus resign dari Vatikan karena masuk Islam. Beberapa artikel justru menulis tentang desas-desus keluarnya Paus karena masalah internal Vatikan, yaitu homoseksual dan korupsi di lingkungan gereja Vatikan. Di lain pihak, konon Paus menyatakan memilih keluar dari Vatikan karena masalah kesehatan. Dan bagaimana pun saya masih belum puas. Masalahnya, sebelumnya, dalam blog-blog yang menulis tentang masuk Islamnya Paus ada gambar paus berdiri bersedekap (posisi sholat) di samping seorang imam. Terlepas dari gonjang-ganjing yang menyatakan bahwa foto itu rekayasa, saya merasa tetap butuh penjelasan yang lebih masuk akal. Jalan berikutnya saya tempuh.
Cara ketiga, masih dengan kata kunci yang sama, dalam bahasa Inggris, saya menelusuri bagian google image. Ketemulah dengan foto-foto yang dijadikan bukti masuk Islamnya Paus. Saya pun mengunjungi halaman web dari foto itu. Ternyata foto Paus itu sudah lama diambil: sejak tahun 2006. Dan sebenarnya, kejadian itu memang berlangsung pada tahun 2006 ketika Paus berkunjung ke Mesjid Kubah Biru di Turki. Dalam kunjungannya itu, Paus memang sempat berdoa di dalam mesjid bersama Imam dengan tangan bersedekap. Kalau tidak salah, tujuan dipanjatkannya doa agar terjalin hubungan baik di antara dua umat berbeda itu. Peristiwa ini sebenarnya juga mengundang pro-kontra di kalangan orang Katolik sendiri. Sebagian mereka beranggapan, tidak seharusnya Paus berdoa di dalam mesjid karena bagaimana pun orang Katolik tidak boleh mengikuti peribadatan orang non-Katolik. Dalam agama Islam sendiri, campur-baur kegiatan keagamaan sangat tidak dibenarkan. Prinsipnya, kita memang harus hidup berdampingan dengan umat agama lain, tetapi dalam urusan ibadah, batasannya sudah jelas: bagimu agamamu dan bagiku agamaku. Urusan ibadah adalah urusan pribadi. Orang Islam pun dilarang mengganggu kegiatan ibadah orang non-Islam.
Maka, dari perselancaran ke sana ke mari itu, akhirnya saya berkesimpulan: berita tentang Paus yang masuk Islam itu hanyalah hoax. Terlepas dari itu, sebagai seorang muslim saya tentu akan bersyukur jikalau seandainya Paus benar-benar masuk Islam. Dan meskipun saya yakin bahwa agama yang saya anut adalah benar, saya juga tidak bisa memaksa orang lain untuk mengikuti keyakinan saya. Semua terpulang kepada masing-masing.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kiprah Ibu-ibu Masyarakat Biasa di Tangerang …

Ngesti Setyo Moerni | | 27 November 2014 | 07:38

Jakarta Street Food Festival: Ketika Kuliner …

Sutiono | | 27 November 2014 | 11:06

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07

Peningkatan Ketahanan Air Minum di DKI …

Humas Pam Jaya | | 27 November 2014 | 10:30

Tulis Aspirasi dan Inspirasi Aktif Bergerak …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Petisi Pembubaran DPR Ditandatangani 6646 …

Daniel Ferdinand | 5 jam lalu

Senyum dan Air Mata Airin Wajah Masa Depan …

Sang Pujangga | 6 jam lalu

Timnas Lagi-lagi Terkapar, Siapa yang Jadi …

Adjat R. Sudradjat | 7 jam lalu

Presiden Kita Bonek dan Backpacker …

Alan Budiman | 7 jam lalu

Prabowo Seharusnya Menegur Kader Gerindra …

Palti Hutabarat | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Dipertanyakan Molornya Pembangunan Dermaga …

Mahaji Noesa | 8 jam lalu

Malunya Tuh Disini (Tepok Jidat) …

Atin Inayatin | 8 jam lalu

Abdi Negara dan Gaya Hidup Sederhana …

Dhita Mona | 8 jam lalu

Kau, Aku, Angin …

Wahyu Saptorini Ber... | 8 jam lalu

Wisata Alam Sejarah Klasik Goa Selomangleng …

Siwi Sang | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: