Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Aang Suherman

Petani-TKI-Jalan-jalan- Ekspresi apa adanya,semoga bermanfaat.

Pasar Tumpah di Riyadh

HL | 22 February 2013 | 14:22 Dibaca: 924   Komentar: 0   9

13615191781577502172

Pusat perdagangan khusus barang-barang bekas di Riyadh, Saudi Arabia, terletak di eksit 21 dan 22 jalan lingkar Selatan. Tepatnya di permulaan jalan Al Batha sebelah selatan kota Riyadh. Populer dengan nama Pasar Kharaj.

Di sini sengaja oleh pemerintahan daerah kota Riyadh, dijadikan sentra penjualan barang-barang bekas memakai lahan tidak kurang dari 6 blok pertokoan kira-kira seluas 3 ha. Model Pasar Induk dengan bentuk kios lapak biasa atau berbentuk ruko yang khusus hanya untuk usaha jual beli barang bekas.

Berbagai macam barang diperjualbelikan, mulai dari pakaian bekas, sepatu, aksesoris, berbagai macam tas, selimut, koper, jaket, barang elektronik, komputer, barang unik dan antik, meja dan kursi, lemari berbagai macam model, dan barang keperluan sehari-hari lainnya.

Konsumen terbanyak adalah para kaum pendatang dan pekerja migran atau warga pendatang dari Suriah, Yaman, Sudan, Afrika Selatan, India, Pakistan, Bangladesh, Kenya, Somalia, Filipina, Indonesia, Malaysia dan lain-lain, atau ditambah oleh Warga Saudi kalangan menengah bawah.

Pengunjung paling ramai dan padat datang pada hari libur akhir pekan, yaitu hari Kamis dan Jumat pagi. Para pedagang mengampar dagangannya sampai ke badan jalan raya, selain membuka kiosnya juga di dalam Pasar, sehingga barang dagangan seperti tumpah ruah ke jalan raya, layaknya pasar tumpah di tanah air. Para pendatang tiba sejak sholat subuh usai dan semakin siang semakin ramai.

Selain untuk berbelanja banya warga Saudi dijadikan pasar ini sebagai tempat untuk jalan-jalan saja sambil melirik atau mengintip siap tahu ada barang antik.

Bagi para pendatang dan para buruh migran terutama asal India, Filipina, Pakistan, Afrika dan Indonesia selain dipakai hiburan liburan akhir pekan, juga kadang sambil mencari “barang antik’ dan barang murah tetapi bermerk untuk dijadikan oleh-oleh ke Indonesia, tetapi didapatkan dengan harga miring.

Harga-harga yang ditawarkan rata-rata lebih murah sesuai kondisi barang yang mau dibelinya. Jika mau terus memburu dan ulet, di sini kita bisa mendapatkan barang yang bermerk dan bagus tetapi harganya murah. Tapi harus benar-benar ulet mencari dan memburu di antara tumpukan barang-barang rongsokan lainnya.

Menurut teman saya yang sudah lama tingga di Riyadh, tidak kurang dari 100 orang lebih bisa ditampung bekerja di Pasar barang bekas ini, baik pekerja asing atau pekerja warga kalangan bawah Saudi sendiri.

Jika anda mampir ke sini dan kebetulan lapar jangan khawatir, ada banyak teman sebangsa kita yang jualan Bubur ayam dan makana ringan Indonesia lainnya. Fasilitas WC umum juga tersedia buka 24 jam dekat mesjid khusus WC untuk pengunjung.

Berikut foto-foto lokasi Pasar tumpah sentra barang bekas di Ibu Kota Kerajaan Saudi Arabia, Riyadh.

1361516171312885131

13615162511808930571

Pasar Barang Bekas Kharaj Riyadh. Foto dok. Aang Suherman.

1361516400226562328

1361516449867099745

13615164881311173782

13615165381331637756

13615165761866575200

1361516674165861953

1361516710505193706

13615167661604440164

13615168302139104047

1361516877597325919

1361516920619814967

1361516955378306611

Kalau lapar belum sarapan, tenang saja ada Pak Haji Sopyan yang dagang Bubur Ayam dan gorengan di sini. TKI yang nyambi jadi pedagang di pasar ini.

13615171742137532634

13615172531107162696

13615185231167680563

13615192571426924341

13615225392070527144

1361522638631952984

136152268311906419191361522745708832826

1361522789754450352

1361529246512980945

1361529390751002016

13615295311213589836

1361529851337548139

Untuk teman wanita yang mau berkunjung ke sini,jangan lupa pakai kain Abaya.Gambar sebagian rekan TKI wanita dan Pinoy yang sedang berkunjung ke sini.

13615323731245650898

13615324301180417918

1361532721371321171

1361532791606840818

Para pedagang asal Filipina berjualan makanan untuk sarapan,

13615344591591181524

13615348131895047625

13616399031592638547 Gambar sebagian TKI Riyadh habis belanja di pasar tumpah Kharaj,Riyadh.

Jual-beli barang bekas yang diatur (regulasinya) oleh pemerintah setempat maka membuka lowongan dan menyerap tenaga kerja juga bagi sebagian Warga Saudi yang masih tergolong miskin, atau membuka peluang usaha bagi warga Saudi sendiri yang menjadi boss-bossnya di belakang para penunggu kios di pasar itu. Serta memberi ruang juga kepada pekerja pendatang untuk ikut usaha di sana. Misalnya Mas Sopyan tadi TKI yang ikut jualan makanan khas Indonesia.

Aang Suherman-Riyadh.KSA.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Jokowi, Berhentilah Bersandiwara! …

Bang Pilot | 10 jam lalu

Menerka Langkah Politik Hatta …

Arnold Adoe | 11 jam lalu

Anies Baswedan Sangat Pantas Menjadi …

S. Suharto | 12 jam lalu

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: