Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Daniel H.t.

Bukan siapa-siapa, yang hanya menyalurkan aspirasinya. Berasal dari Fakfak, Papua Barat. Twitter @danielht2009

Meteor Jatuh di Rusia, dan Kiamat Dunia

REP | 16 February 2013 | 09:08 Dibaca: 8937   Komentar: 17   5

1360949380458580310

Sumber: AFP PHOTO / 74.RU/ OLEG KARGOPOLOV Jejak ledakan objek yang diduga meteorit di atas Kota Chelyabinsk, Ural, Jumat (15/2/2013) pagi. (kompas.com)

Apa yang terbersit di benak anda ketika mendengar berita tentang jatuhnya sejumlah meteor di Rusia, pada Jumat, 15 Februari,  kemarin?

Seperti yang telah diberitakan bahwa sejumlah meteor telah melintas, meledak, dan jatuh di wilayah Ural, Rusia bagian tengah. Meteor yang diperkirakan berat rata-ratanya sekitar 10 ton dengan kecepatan supersonik hingga 540.000 kilometer per jam itu meledak di ketinggian 30-50 kilometer, kemudian melintas dan jatuh di daerah tak berpenghuni. Namun demikian dampaknya sudah cukup serius. Sejumlah bangunan runtuh, dan di kota Chelyabinsk saja diperkirakan ada 1.200 orang yang mengalami luka-luka akibat terkena reruntuhan.

Ketika meledak di udara itu, sempat terjadi perubahan suhu di bumi di bawahnya. Dari minus 6 derajat Celcius menjadi minus 18 derajat Celcius.

Apakah meteor-meteor itu merupakan bagian pecahan dari Asteroid 2012 DA14 yang berdiameter 45 meter itu? Menurut laporan NASA saat ini memang asteroid tersebut sedang menuju bumi, dan pada posisi Sabtu dini hari tadi berada pada jaraknya yang terdekat dengan bumi (27.600 kilometer, lebih dekat daripada orbit satelit geosentris di 36.000 kilometer), dan bertahan selama 33 jam di orbitnya itu, tetapi tidak akan sampai membentur bumi.

Apa yang terjadi seandainya terjadi benturan Asteroid ini dengan bumi?

“Bila asteroid sebesar itu menghantam bumi, ia bisa menghasilkan energi ledakan setara 2,4 juta ton ledakan TNT. Atau 180 kali lipat lebih kuat dari ledakan bom atom yang menghancurkan Hiroshima,” tulis astronom NASA, Don Yeomas, di New York Times, seperti yang dikutip Livescience, Selasa, 12/02/2013 (Kompas.com).

Jika anda belum sempat membaca beritanya, silakan anda membuka kompas.com, atau media berita online lainnya, dan Youtube, untuk membacanya dan melihatnya. Atau, langsung laman kota Chelyabinsk, Rusia yang dilintasi meteor itu. Di sana anda bisa melihat banyak video dan gambar meteor tersebut dan kerusakan-kerusakan fisik yang diakibatkannya. Tidak perlu bersusah payah membacanya, kecuali anda bisa membaca huruf dan mengerti bahasa Rusia.

http://chelyabinsk.ru/text/news/621775.html

13609817541423657969

Sumber: Sebagian kerusakan bangunan akibat melintasnya meteor di kota Cheyabinsk, Rusia (sumber:http://chelyabinsk.ru/text/news/621775.htm)

1360983041228483087

Sumber: Ruang kelas yang berantakan, akibat melintasnya meteor (sumber: http://chelyabinsk.ru/text/news/621775.html)

13609836741277708860

Kembali ke pertanyaan di awal tulisan ini:  Apa yang terbersit di benak anda ketika mendengar dan melihat rekaman video meledak, melintas dan jatuhnya meteor di Rusia, dengan akibatnya terjadinya sejumlah bangunan yang rusak, dan seribuan orang yang luka-luka itu?

Padahal meteor-meteor itu tidak secara langsung jatuh menghujam bumi yang ada penghuninya. Apalagi kalau seandainya meteor-meteor itu jatuh di tengah-tengah kota yang sedang ramai dan padat-padatnya. Tentu daya rusaknya jauh lebih besar lagi. Korban jiwa tewas pun pasti tak terelakkan.

Pemikiran saya sejalan dengan PM Rusia Dmitry Medvedev, yang memberi pernyataan khususnya tentang jatuhnya meteor di negaranya itu. Medvedev mengatakan, bumi kita ini memang rapuh.

Saat berbicara dalam sebuah forum ekonomi di kawasan Krasnoryarsk yang bertetangga dengan Pegunungan Ural langsung, Jumat, 15 Februari 2013, Medvedev mengatakan, “Saya harap tak ada masalah serius. Namun, kejadian ini menunjukkan bahwa tak hanya ekonomi yang rapuh, tetapi juga planet kita ini,” ujarnya (Kompas.com)

Memang benar, bumi kita ini rapuh dari suatu bencana super mega jumbo, seperti terjadinya hujan meteor yang jatuh menghujam ke jantung kota, dan tubrukan bumi dengan asteroid raksasa, yang sama saja dengan kiamatnya dunia ini.

Ketika mengetahui berita tentang jatuhnya meteor di Rusia, melihat gambar dan videonya, terbersit di pikiran ini bahwa apa yang digambarkan lewat film-film fiksi ilmiah, seperti Armageddon (1998), dan Deep Impact (1998) yang sama-sama berkisah tentang jatuhnya meteor dan Asteroid raksasa ke bumi itu, bukan sesuatu yang tidak mungkin terjadi.

Kejadian jatuhnya meteor di Rusia ini seharusnya mampu menggugah kita semua bahwa kiamat itu benar-benar bisa terjadi kapan saja, bukan fiksi, bukan dongeng, bukan pula upaya agama menakut-nakuti kita. Bayangkan saja, kalau yang jatuh di Rusia itu bukan meteor dengan ukuran seperti itu, tetapi adalah meteor atau asteroid raksasa. Kalau dia jatuh di laut,  akan menimbulkan mega tsunami. Seperti yang dilukiskan di film Deep Impact.

13609495571947918673

Sumber: Asteroid 2012 DA14 (sumber: http://lunarscience.nasa.gov)

Armageddon dan Deep Impact sedikti-banyak mampu memberi gambaran kepada kita bagaimana jika petaka kiamat itu benar-benar terjadi akibat dari benturan bumi dengan meteor/asteroid.

Armageddon menceritakan tentang temuannya NASA, adanya sebuah asteroid raksasa serukuran negara bagian Texas, yang dalam tempo 18 hari akan menabrak bumi. Akibatnya akan setara dengan kejadian 65 juta tahun yang lalu ketika sebuah asteroid raksasa menabrak bumi memusnahkan dinosaurus.

Sebuah tim khusus pengeboran tambang dipimpin oleh Harry Taper (Bruce Willis)  dikirim NASA  untuk mendarat di asteroid itu, mengebornya dan menanam bum nuklir di dalamnya, kemudian diledakkan untuk menghancurkannya menjadi bagian-bagian kecil.

Sebelumnya bumi sudah lebih tertimpa hujan meteor sebagai awal dari kedatangan asteroid raksasa itu. Kota New York adalah salah satu kota di bumi yang dihujani meteor itu. Inilah adegannya:

Sedangkan di Deep Impact menceritakan tentang sebuah asteroid raksasa “Wolf-Biederman” (berdasarekan nama penemunya yang masih remaja) berukuran diameter 11 kilometer yang sedang menuju tepat ke bumi. Apabila tabrakan terjadi, maka peradaban dunia akan berakhir alias kiamat.

Pemerintah AS dan Rusia bekerja sama untuk mengirim awak pesawat untuk menghancurkan asteroid tersebut dengan menembak bom nuklir ke arahnya. Tetapi, upaya itu gagal asteroid itu hanya terpecah dua. Satu bagian paling besar, dan satunya lagi yang jauh lebih kecil. “Untungnya,” akibat dari ledakan nuklir itu, pecahan asteroid yang lebih besar orbitnya melenceng dan tidak jadi menabrak bumi. Sedangkan yang ukurannya lebih kecil tetap masuk ke orbit bumi, dan sudah pasti akan terjadi “deep impact” yang cukup untuk memusnahkan peradaban manusia juga.

Presiden AS kemudian mengumumkan kegagalan itu dan bahwa pemerintah telah membangun bunker raksasa di bawah tanah yang akan menampung warga pilihan, dan melalui undian, supaya dapat melanjutkan peradaban manusia kelak.

Di bawah ini adalah adegan ketika pecahan Asteroid yang lebih kecil itu menghantam bumi, jatuh ke laut, dan menimbulkan mega tsunami.

Semoga dapat menjadi renungan hidup bagi kita semua. ***

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Profit Samsung Anjlok 73,9%, Apple Naik …

Didik Djunaedi | | 31 October 2014 | 07:17

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | | 30 October 2014 | 22:57

Juru Masak Rimba Papua Ini Pernah Melayani …

Eko Sulistyanto | | 31 October 2014 | 11:39

Green Bay dan Red Island Beach, Dua Pesona …

Endah Lestariati | | 31 October 2014 | 11:47

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 4 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 4 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 4 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 5 jam lalu

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Demokrasi Pasar Loak …

Budhi Wiryawan | 7 jam lalu

Pak Jokowi Tolong Fokus pada Potensi, Sambil …

Thomson Cyrus | 7 jam lalu

Rayakan Ultah Ke-24 JNE bersama Kompasiana …

Kompasiana | 7 jam lalu

Transjakarta VS Kopaja AC, Pengguna Jasa …

Firda Puri Agustine | 8 jam lalu

Kasus MA, Pornografi dan Siapa Para …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: