Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Syasya

Seorang Istri dan ibu dengan 2 putri. Mencoba menuliskan pengalaman hidup tentang indahnya Indonesia, serta selengkapnya

Di China, Daging Hewan yang Dipotong Kurang Manusiawi

HL | 04 February 2013 | 17:59 Dibaca: 2673   Komentar: 88   10

13599741061161935693

daging yang dijual dijalan, foto pribadi

Ribut-ribut masalah daging sapi impor di Indonesia ternyata di china juga gak kalah ributnya. Bukan cuma daging sapi yang ribut tapi semua jenis daging yang dimakan oleh orang China ikut-ikutan ribut. Ceritanya nih sebentar  lagi menjelang imlek jadilah banyak orang yang membeli daging untuk merayakan tahun baru bersama keluarga. Beberapa hari ini saya selalu melihat keributan para penjual yang memotong daging. Karena permintaan daging meningkat jadilah banyak pedagan dadakan di pingir-pingir jalan.

Jika ayam atau bebek dipotong langsung oleh  pedangan  saat kita membelinya banyak dilakukan di tanah air.  Tapi kalau pedangan kambing atau sapi yang menjual dagingnya langsung potong hewanya ditempat rasanya jarang banget ada kan. Sekalipun itu dihari raya rasanya saya gak pernah lihat deh heheheheh kalaupun ada biasanya dipotong dirumah pemotongan daging baru selanjutnya dijual dipasar.

Awalnya  2 hari yang lalu saya melihat ayam kampung yang dijual dan langsung dipotong oleh pedagang setelah kita memilih ayam yang akan dibeli dan ditimbang. Saat melihat cara pedagang memotongan ayamnya saya lihat  gak jauh beda dengan motongan ayam ditanah air. Esok harinya saya melihat kambing dipotong ditempat yang sama dan cara pemotonganya juga gak jauh beda saat saya melihat kambing dipotong waktu hari Qurban.

13599742271560706184

ayam potong dipingir jalan, foto pribadi

Tapi nih sore ini saya melihat langsung pemotongan sapi dan ba** hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii serem banget. Ada perasaan gak tega karena cara memotongnya  tak manusiawi banget. Masa si sapi dan ba** yang akan dipotong dipukul-pukuli kemudian tengorokanya dicangkol pakai pengait besi yang tajam dan ditarik hingga sobek tengorokanya sampai mengucurkan darah baru setelah itu di sembeleh deh tuh leher pakai pisau. Masih kurang juga saat sapi dan ba** mengeluarkan erangannya saat itulah tiba-tiba tangan si pemotong sambil membawa pisau masuk ke mulut si sapi dan ba** dan menobloskanya. Sebenarnya saya gak tertarik untuk melihatnya tapi mau gak mau mata saya memandangnya juga karena dipingir jalan itulah biasa saya menanti kedua putri saya pulang sekolah.

13599744701178435202

biar gak dibilang hoax saya tampilkan ftnya, walau gak tega nampilinya. foto pribadi

Dengan komat kamit membaca doa saya tak tahan mendengar erangan sapi dan ba** yang mengerang kesakitan seperti meminta tolong saja. Hiiiiiiiiiiiiiiiiii untung kedua putri saya tak melihat kejadian itu. Baru saja dipotong para pembeli sudah banyak yang berdatangan, mungkin mereka pikir ini daging yang masih segar baik untuk di konsumsi buat mereka. Setelah selesai di potong gak nunggu lama daging-daging itu telah habis terjual.

Bagaimanapun caranya orang Chian memotong daging hewan yang  dimakan itu adalah tradisi dan kebiasaan mereka saya tetap menghargainya sebagai bagian dari budaya mereka. Tapi setelah tahu cara pemotongan sapi seperti itu akhir kata saya jadi gak doyan makan apalagi makan berbagai jenis daging di china kecuali makanya di restoran yang ada cap halalnya.

Beruntung banget tinggal di Indonesia yang masih bisa  memperoleh daging sapi atau kambing yang dipotong secara manusiawi. Tapi kalau ingat kasus daging impor di Indonesia rasanya gak jauh beda pelakunya dengan pendagang daging yang menjual dagingnya dengan cara pemotongan yang tidak manusiawi seperti itu.

Salam Sya, Shandong (RRC) 2013.02.04

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Agnezmo Masuk Final Nominasi MTV EMA 2014, …

Sahroha Lumbanraja | | 16 September 2014 | 19:37

60 Penyelam Ikut Menanam Terumbu Karang di …

Kompas Video | | 16 September 2014 | 19:56

“Penjual” Perdamaian Aceh …

Ruslan Jusuf | | 16 September 2014 | 17:33

Musim Semi di Australia Ular Berkeliaran …

Tjiptadinata Effend... | | 16 September 2014 | 15:54

Ibu Rumah Tangga, Profesi atau Bukan? …

Mauliah Mulkin | | 16 September 2014 | 13:13


TRENDING ARTICLES

PKS Pecundang Menolak Pilkada Langsung …

Damang Averroes Al-... | 8 jam lalu

Jusuf Kalla Sebaiknya Belajar dari Ahok …

Relly Jehato | 10 jam lalu

Wanda Hamidah Bukan Ahok …

Mawalu | 12 jam lalu

Ini Kepemimpinan Ala Jokowi …

Sjahrir Hannanu | 12 jam lalu

Anomali Ahok: Pahlawan atau Pengkhianat? …

Choirul Huda | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Oh…Tidak, Gas Pertamina Non-Subsidi …

Ronald Haloho | 10 jam lalu

Pak Ridwan! Contoh Family Sunday di Sydney …

Isk_harun | 10 jam lalu

Gol Pinalti Gerrard di Injury Time Bawa …

Achmad Suwefi | 10 jam lalu

Mengapa Nama Tegar …

Much. Khoiri | 10 jam lalu

Bergembira Bersama Anak-anak Suku Bajo …

Akhmad Sujadi | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: