Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Muhammad Nurdin

sebagai guru sejarah dan sosiologi di SMA di kota Bandung tentu saja perlu berwawasan luas,karenanya selengkapnya

Oposisi Tuntut Presiden Mursi Mundur, Mesir Membara Kembali!

REP | 26 January 2013 | 23:43 Dibaca: 340   Komentar: 0   1

Meskipun  kelompok oposisi yang berasal dari komunitas liberalis sekuler telah mengalami kekahalan telah dalam referendum ,namun masih  belum mengakui kekalahannya dan melancarkan aksi-aksi anarkis untuk memaksakan kehendaknya sehingga telah menelan korban jiwa . Sejauh ini  dilaporkan  enam orang tewas di Suez,dan satu lagi di Ismailia.

Memang kelompok -kolompok liberalis sekuler itu tidak menghendaki  Mesir berada di bawah kekuasan Presiden Muhammad Mursi dukungan Ikhwanul Muslimin,meskipun kekuasaan itu diperolehnya melalui suatu pemilahan umum dan refrendum secara demokratis.Dukungan mayoritas rakyat Mesir terhadap Muhammad Mursi masih dianggap tidak sah oleh komunitas liberalis sekuler,serta menuntut pembubaran kabinet Mursi tersebut.

Dilaporkan pula bahwa  komunitas liberalis sekuler menggunakan  peringatan kedua tahun  revolusi Mesir Jum’at 25 Januari 2013 saat bersama-sama meruntuhkan rejim diktator Husni Mubaraq dengan menggelar  unjuk rasa besar-besaran di berbagai kota-kota besar Mesir,terutama di Cairo,Iskandariyah,Suez,Ismailyah dan lainnya.

Kelompok oposisi  pula dengan cara-cara yang anarkis membakar kantor-kantor Partai Kebebasan dan Keadilan di berbagai kota Mesir,dan menolak ajakan Musri untuk berdilaog.Karenanaya Presiden Muhammad Mursi mengerahkan angkatan bersenjatanya untuk membantu aparat kepolisian untuk memulihkan keamanan dalam negeri Mesir.

Presiden Muhammad Mursi menolak tuduhan yang dilancarkan pihak oposisi,bahwa beliau telah berlaku tidak adil serta mengkhinati revolusi.Bahkan politisi Ikhwanul Muslimin tersebut mengajak kelompok oposisi berdialog nasional .dan menghentikan aksi-aksi anrkisnya untuk membangun Mesir supaya tidak makin terpuruk berbagaaia aspek sosial kehidupan masyarakatnya itu.

Namun sampai sekarang kelihatannya mereka masih juga melancarkan berbagai aksi-aksinya yang berujung kepada anarkisme tersebut,sehingga terjadi berbagai bentrokan dengan aparat keamanan Mesir yang sudah menelan korban jiwa dan harta benda itu.Mereka sesungguhnya menginginkan supaya  syariat islam tidak diberlakukan di Mesir ,meskipun hal itu merupakan kemauan mayoritas  rakyat Mesir sendiri melalui proses yang demokratis ,refrendum akhir tahun 2012 lalu.

Sebagai negara yang sedang melaksanakan suatu sistem demokrasi semestinya kelompok -kelompok oposisi menghormati hasil refrendum yang dialksanakan secara demokratis pula,meskipun hasilnya justeru mereka berada dipihak yang kalah.Dan Presiden Muhammad Mursi sebagai pemenang dalam referendum  sudah berupaya untuk mengajak mereka berdialog,tetapi mereka menolaknya dan meneruskan aksi-aksi jalanan mereka.

Meskipun Pemerintah Mesir sudah berupaya secara maksimal untuk mengawal hasil revolusi yang mereka peroleh dengan harga yang sangat mahal itu,akan tetapi sekiranya terus menerus  komunitas sekuler liberal yang berada dalam kelompok oposisi merongrongnya sebagai ekses dari kekalahannya maka Mesir semakin terpuruk ekonomi,politik dan aspesk sosial lainnya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Menikmati Kompasianival 2014 Lewat Live …

Gaganawati | | 23 November 2014 | 06:26

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 15 jam lalu

Haru Biru di Kompasianival 2014 …

Fey Down | 20 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 23 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 22 November 2014 21:41

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51


HIGHLIGHT

Semua akan Nikah pada Waktunya …

Fikril Islam | 7 jam lalu

Indonesia Memperkaya Orang Asing …

Fikril Islam | 8 jam lalu

Mulai 1 Desember PNS Dilarang Rapat di Hotel …

Gingerkempling | 8 jam lalu

[Cerpen dan Lagu] Anggun …

Conan Edogawa | 8 jam lalu

Pungutan di Sekolah: Komite Sekolah Punya …

Herlina Butar-butar | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: