Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Aang Suherman

Petani-TKI-Jalan-jalan- Ekspresi apa adanya,semoga bermanfaat.

Duh! Banyak TKW Saudi Ditipu Pacar Palsu

REP | 26 January 2013 | 13:18 Dibaca: 3047   Komentar: 43   15

Penipuan dengan menjadi pacar palsu adalah cara terbanyak dari sekian modus penipuan yang sedang marak ke TKI PRT Saudi.Sejumlah teman PRT di Madinah,Jeddah,Mekkah,Hail,Al-Qassim,Damam dan Riyadh yang kontak dengan penulis,mengaku sudah menjadi korban penipuan.

Mereka bilang sudah kehilangan sejumlah uang gajinya dikirim ke penipu dengan berbagai cara dan alasan.Menurut para korban,mereka mengenal para penjahat itu dari dinding jejaring sosial Facebook.Jejaring sosial yang satu ini,merupakan alat komunikasi dan berinteraksi nomor 2 setelah alat komunikasi telepon di kalangan TKI PRT Saudi.

Tidak heran jika hampir semua TKI PRT Saudi saat ini mempunyai akun Facebook.Selain untuk alat kontak dengan keluarga,dinding FB bagi mereka adalah sarana hiburan utama disela-sela waktu bekerja.Bahkan banyak yang sudah kecanduan ber-online-ria lebh dari 18 jam sehari semalam.

Kondisi kejiwaan pribadi masing-masing PRT yang banyak menderita rasa galau,tertekan,stress,depresi dan kesepian,membuat mereka yang mayoritas kaum awam,polos dan lugu serta tidak sedikit bertatus janda,jadi gampang sekali dipengaruhi oleh hal-hal negatif.Termasuk gampang ditipu orang jahat.

Modus penipuan kepada para TKI PRT Saudi terbanyak saat ini adalah :

1.Penipu menjadi teman di akun FB korban,lalu  merayu menjadi “pacar maya” kaum galau PRT Saudi.Selanjutnya dengan berbagai cara setelah jadi pacar TKW,mereka meminta sejumlah uang dengan dalih meminjam karena alasan keluarga penipu sakit atau kecelakaan,dan cerita bohong lainnya.

Agar si korban percaya ,tidak jarang mereka berkomplot dengan yang mengaku sebagai ibunya atau bapaknya penipu,berpura-pura sebagai calon mertua maya TKW,yang memperkuat bahwa memang mereka sedang sakit atau darurat butuh uang.Bicara di telepon dan minta ditransfer sejumlah uang melalu jasa pengiriman uang Western Union.

Karena diminta bantuan oleh “calon mertua’ ,banyak TKW yang akhirnya mengirimkan uang kasil keringat mereka ke penipu itu.Akhirnya setelah uang diterima dan cair,penjahat memutuskan semua kontak dengan korbannya.

2.Dengan mengajak TKW menjadi “member’ palsu berbagai perusahaan MLM terkenal.

Kaum polos dan mayoritas pendidikan rendah serta kegamangan TKI PRT menatap masa depannya,maka dengan empuk dijadikan sasaran para penipu yang berkedok sebagai UPLINE atau distributor sebuah perusahaan MLM terkenal.

Mereka menipu berjaringan kuat dengan pelaku yang berdomisli di Saudi.Caranya mereka mencatut sejumlah nama besar perusahaan MLM yang asli dan benar,padahal mereka tidak berhubungan sama sekali dengan perusahaan MLM aslinya.Mereka asli penipu.

Para TKW dirayu untuk jadi downline mereka,lalu dipungut sejumlah uang jutaan rupiah dan diiming-imingi sejumlah bonus dan menjual nama besar MLM asli.Namun setelah berhasil memorot uang TKW,mereka akhirnya menghilang.

Anehnya mereka kenal dan kontak pertama kali juga hanya lewat dan kenal melalui telepon atau di dinding facebook dan media jejaring lainnya.

“Aneh,saya sepertinya tidak sadar dan sangat percaya sekali,ketika diajak bergabung dan disuruh mentransfer uang hingga 15 juta.Seperti dihipnotis..”kata Resma,TKI PRT di Riyadh, yang mengaku sebagai salah satu korban,kepada saya melalui kontak telepon.

TKI PRT korban penipuan termaksud,yang berhasil kontak melalui telepon konferensi bersama saya,salah satunya masih keluarga dan saudara saya.

Mohon maaf hanya initial saja,untuk menjaga privasi mereka :

RN (39th) TKW Riyadh,15 juta rupiah,DB (24th) Damam, 35 juta rupiah.Yn(23th) TKI PRT Madinah,7.5 juta,Mn(36th) TKI Riyadh, 3,5juta rupiah,Aish(20th) TKI PRT Wadi Dawasir.3,5 juta rupiah.Mrym(23th)TKI Mekkah,2,5 juta rupiah.

Dua macam modus yang diatas itulah yang paling banyak terjadi saat ini.Semoga bermanfaat,karena penipuan bukan saja bisa terjadi kepada mereka TKI PRT yang mayoritas orang awam dan polos.Tetapi kejahatan penipuan bisa saja,penipu membidik anda semua,berbagai kalangan dengan bentuk penipuan yang lain.

Salam.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[PENTING] Panduan ke Kompasianival 2014, …

Kompasiana | | 18 November 2014 | 15:19

OS Tizen, Anak Kandung Samsung yang Kian …

Giri Lumakto | | 21 November 2014 | 23:54

Aku dan Kompasianival 2014 …

Seneng Utami | | 22 November 2014 | 02:18

Obama Juara 3 Dunia Berkicau di Jaring …

Abanggeutanyo | | 22 November 2014 | 02:59

Seru! Beraksi bareng Komunitas di …

Kompasiana | | 19 November 2014 | 16:28


TRENDING ARTICLES

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 9 jam lalu

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 10 jam lalu

Memotret Wajah Jakarta dengan Lensa Bening …

Tjiptadinata Effend... | 11 jam lalu

Ckck.. Angel Lelga Jadi Wasekjen PPP …

Muslihudin El Hasan... | 14 jam lalu

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

Pemeran Film Dokumenter Act of Killing Haram …

Handy Fernandy | 7 jam lalu

Asyiknya Wisata di TRMS Serulingmas …

Banyumas Maya | 9 jam lalu

Ajang Kompasianival Melengkapi Pertemanan …

Thamrin Dahlan | 9 jam lalu

Generasi Sandwich …

Sitti Fathimah Herd... | 10 jam lalu

Eh, Susi Nongol Lagi! …

Mbah Mupeang | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: