Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Mahfudz Tejani

Seorang Yang Nasionalis… Yang sedang mencari tujuan hidup di Kuli Batu Republik Indonesia (KBRI) Kuala selengkapnya

Itsbat Nikah: Solusi Nikah Sirri TKI di Malaysia

REP | 19 January 2013 | 17:38 Dibaca: 1147   Komentar: 7   2

13585918001639524503

Talk show tentang status Perkawinan WNI di KBRI KL (file pribadi)

Pernikahan Sirri itu dapat juga di artikan sebuah pernikahan yang dilakukan secara sah menurut hukum agama, namun tidak tercatat dalam di dalam perlembagaan sipil atau di Kantor Urusan Agama (KUA).
Sebuah pernikahan siri hanya sah di sisi hukum agama saja, karena sudah memenuhi syarat sah dan wajibnya menurut agama (Islam), yaitu adanya pengantin pria, adanya wali perempuan, dua saksi, ijab kabul dan mahar.

Namun secara hukum negara, selama pernikahan sirri tersebut tidak didaftarkan atau dilaporkan kepada KUA atau kantor catatan sipil. Maka status pernikahan tersebut adalah lemah dan tidak mempunyai kekuatan di sisi undang-undang dan hukum negara.
Sehingga apabila terjadi persengketaan dan masalah yang berhubungan dengan pernikahan seperti : Perceraian, pembagian warisan, hak asuh anak tidak dapat perlindungan dan pembelaan hukum, karena tidak adanya bukti dan pernikahan yang dicatatkan.

Pada kenyataannya, Umumnya pernikahan yang dilakukan para TKI di luar negeri khususnya Malaysia adalah Pernikahan Sirri.Karena pernikahan tersebut tidak dilakukan di depan pegawai pencatat pernikahan (KUA) dan hanya di lakukan di hadapan saudara terdekat yang dinikahkan oleh Kyai atau Ustadz.

Akibatnya banyak kasus yang disebabkan pernikan Sirri ini apabila berurusan dengan pemerintah. Contohnya masih banyak anak yang dilahirkan masih belum mempunyai akta kelahiran. Apabila tidak mempunyai akta kelahiran, maka merembet pada kasus lain  seperti :, Tidak bisa bersekolah, tidak bisa mengurus paspor atau bahkan tidak memperoleh hak dalam pembagian warisan. Maka wanita dan anak-anak yang sering menjadi korban karena tidak di jamin undang-undang dan hukum.

Itsbat Nikah Dan Inisiatif KBRI Kuala Lumpur

Relatif banyaknya pernikahan yang dilakukan Warga Negara Indonesia khususnya para TKI yang tidak pernanh tercatat baik di Perwakilan RI di Malaysia maupun di kantor KUA. Maka Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur merencanakan program Itsbat Nikah.

Itsbat Nikah adalah penetapan pernikahan dari Pengadilan Agama atas pernikahan yang dilakukan menurut Syariat Islam dan tidak dicatat oleh pegawai berwenang , sehingga pasangan tersebut tidak memiliki dokumen/akta (surat) pernikahan yang sah yang berimplikasi tidak diakuinya pernikaha tersebut menurut hukum hukum positif Indonesia, termasuk anak-anak yang dihasilkan dari pernikahan tersebut.

Berdasarakan keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia No.08-KMA/SK/V 2011 tertanggal  25 Mei 2011 tentang ijin Sidang Pengesahan Perkawinan (Itsbat Nikah) di Kantor Perwakilan Republik Indonesia.

Sepertimana presentasi yang dibentangkan Counsellor Konsuler KBRI Kuala Lumpur, Bapak Dino Nurwahyudi dalam Talk Show tentang Status Perkawinan WNI Di Malaysia. Talk Show Tersebut diadakan atas kerjasama Biro Perum LKBN Antara dan Ikatan Komunitas Merah Putih (IKMP) yang di adakan di Aula Hasanuddin KBRI Kuala Lumpur. Dalam Talk Show Tersebut juga menghadirkan nara sumber dari Departemen Agama RI Bapak Muchtar Ali dan Jabatan Agama Wilayah Persekutuan (JAWI) Encik Abdullah.

Syarat dan Hambatan Program Itsbat Nikah

Program Itsbat Nikah ini di rencanakan akan di lakukan secara massal di KBRI Kuala Lumpur pada bulan April bertepatan dengan Hari Kartini. Program Itsbat Nikah telah dilakukan di perwakilan RI di Kota Kinabalu dan Tawau , Sabah dan di perwakilan RI Kuching Serawak melebih 100 pasang .
Adapun Persyaratan mengajukan Itsbat Nikah di Perwakilan RI Malaysia adalah sebagai berikut :

  • Fotokopi dokumen identitas diri sebagai WNI (Paspor,SPLP/KTP RI / Kartu keluaraga / Ijazah sekolah / akta Kelahiran)
  • Mengisi formulir permohonan Itsbat kepada pengadilan Agama Jakarta Pusat (formulir gratis di KBRI)
  • Mengisi Formulir Surat Pernyataan tidak memiliki Suami/isteri lain baik di Indonesia amupun di Malaysia ( formulir gratis di KBRI).
  • melampirkan Surat keterangan tidak memiliki suami isteri dari kelurahan di Indonesia.
  • Dan membayar biaya perkara sebesar Rp.116.000,-
Adapaun hambatan-hambatan pelaksanaan Sidang Itsbath adalah :
  • Kondisi geografis yang sangat jauh
  • kebijakan perusahaan tempat bekerja yang tidak bisa meninggalkan tempat kerja, memngingat target produktifitas dan beban kerja tinggi dan teramat ketat.
  • Adanya keraguan tentang sah atau tidaknya salah satu dokumen syarat Itsbat.
  • Pemohon ternyata telah memiliki suami/istri resmi di Indonesia
Semoga dengan adanya program Itsbat Nikah ini para WNI dan khususnya para TKI mampu mendapatkan buku kutipan akta nikah. Selanjutnya para TKI mampu menguruskan pembuatan surat kelahiran anak, permohonan visa Untuk istri/suami.
Atau bagi pemohon yang menikah dengan warga negara Malaysia, bisa memohon pendaftaran taraf kewarganegaraan anaknya serta pengurusan lain baik di institusi terkait di Malaysia maupun di Indonesia

Salam dari seberang

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sepotong Senja di Masjid Suleeyman yang …

Rumahkayu | | 19 April 2014 | 10:05

Pengakuan Mantan Murid JIS: Beberapa Guru …

Ilyani Sudardjat | | 19 April 2014 | 20:37

Kompas adalah Penunjuk Arah, Bukan Komando …

Dita Widodo | | 19 April 2014 | 21:41

Kakak-Adik Sering Bertengkar, Bagaimana …

Lasmita | | 19 April 2014 | 22:46

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: