Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Muhammad Nurdin

sebagai guru sejarah dan sosiologi di SMA di kota Bandung tentu saja perlu berwawasan luas,karenanya selengkapnya

Ketegangan Di Laut Cina Timur Meningkat, Pesawat Jet Tempur J-10 China Cegat Pesawat F 15 Jepang!

OPINI | 13 January 2013 | 22:34 Dibaca: 870   Komentar: 0   0

Kawasan sengketa  Laut China Timur  semakin meningkat antara  negara-negara di kawasan,terutama antara negara komunis Tiongkok dengan Kekaisaran Jepang.Memang  beberapaa tahun terakhir terjadi ketagangan diantara  kedua negara itu yang kelihatannya semakin meningkat saja,sehingga segera mengundang campur  tangan AS yang juga sangat berkepentingan di kawasan tersebut.

Republik Rakyat China menganggap kepulauan Diayou sebagai wilayah teritorial yang tidak terpisahkan dari  daratan China,sementara Jepang yang mengklaim pulau itu yang disebutnya Senkoku juga sebagai harga mati bagi negara sakura itu.Karena saling klaim itulah sehingga keduanya  sudah saling bersitegang di perairan laut China Timur tersebut.

Persengketaan  kepulauan berbatu yang disinyalir memiliki kekayaan itu tidak hanya di perebutkan oleh kedua raksasa ekonomi Asia itu,tetapi juga diklaim oleh Korea Selatan dan Taiwan yang menyebabkan semakin memanasnya kawasan .Namun demikian justeru persengketaan antara negara tirai bambu China dan Jepang yang kelihatannya semakin memanas dalam  soal kepulauan tersebut.

Kedua negara itu sudah pernah terjadi saling mengusir pihak lainnya yang mendekati daerah sengketa di Diayuo(Jepang menyebutnya Senkoku),yang menyebabkan terjadi ketegangan diplomatik antara Tokyo dan Beijing.Kapal-kapal pengawal pantai Jepang dan Tiongkok sudah pernah saling mengusir nelayan yang dianggap memasuki kawasan yang di klaim itu,akan tetapi sekarang keteganagan tersebut  kelihatannya meningkat drastis.

Jepang  kemudian membeli pulau itu dari pihak swasta ,yang dikecam keras oleh Tiongkok bahwa Jepang telah mencuri wilayah teritorial tersebut.Dan hal itu tidak bisa di tolerir oleh beijing,tetapi Tokyo tetap saja ngotot  mengklaim  kawasan itu miliknya.Menurut kantor berita Tiongkok,Xinhuwa hari Kamis 10 januari 2013 melaporkan bahwa beberapa pesawat tempur F 15 Jepang terlihat  mendekati wilayah sengketa itu dalam konteks membuntuti pesawat sipil milik Tiongkok yang melintasi dekat kawasan  tersebut.

Menurut Xinhua,pesawat sipil Y-8 milik Tiongkok itu di buntuti oleh dua pesawat tempur F 15  Jepang dekat anjungan minyak lepas pantai barat daya Laut China Timur,yang merupakan  kawasan yang berdekatan dnegan kepulauan Senkoku atau Dianyou itu.Ketika pesawat jet tempur F 15 dari AU beladiri  Jepang terlihat di radar China,maka AU Tiongkok segera memberangkatkan pesawat -pesawat jet tempur J-10 untuk mencegat dan mengusirnya dari wilayah tersebut.

Sejauh ini memang belum ada laporan tentang terjadinya  bentrokan antara keduanya di wilayah udara  kawasan yang di persengketakan itu,sebagaimana pernah terjadi sebelumnya anatara armada Tiongkok dan Jepang dikawasan itu juga beberapa  waktu lalu.Namun demikian hal  seperti itu sangat mengkhawatirkan seluruh kawasan tersebut,yang sekiranya salah satu pihak itu tidak bisa menahan diri maka bentrokan bisa saja terjadi yang akan menyebabkan ketidakstabilan kawasan tersebut.

Dalam kontek ini peran yang di mainkan oleh ASEAN masih bisa menahaninya sehingga bentrokan militer masih bisa di hindarkan,meskipun kedua pihak yang bertikai itu belum menyetujui konsep-konsep etika bagi proses pengentasan masalah  tersebut.Akan tetapi ASEAN masih terus berupaya mengentaskan  masalah krusial itu,terutama yang  dilakukan oleh Indonesia.Sementara negara-negara anggota ASEAN lainnya justeru terkait dnegan persengketaan wilayahnya dengan Tiongkok seperti Pilipina,Vietnam,Brunei Darussalam,sehingga sangat sulit dan tidak mungkin bisa menagninya.Sementara Indonesia hubungannya relatif  sangat baik dengan berbagai negara di kawasan termasuk hubungan dengan  kedua negara yang bertikai tersebut,karenaya Indonesia  bisa menengahinya apa lagi mendapat dukungan AS dan sekutunya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Johannes Karundeng Mengajari Kami Mencintai …

Nanang Diyanto | | 21 September 2014 | 15:45

Kompasianers Jadi Cantik, Siapa Takut? …

Maria Margaretha | | 21 September 2014 | 16:51

Kaizen dan Abad Indonesia …

Indra Sastrawat | | 21 September 2014 | 15:38

Kucing Oh Kucing …

Malatris | | 21 September 2014 | 16:00

[Daftar Online] Nobar Film “Tabula …

Kompasiana | | 21 September 2014 | 10:33


TRENDING ARTICLES

Pak SBY, Presiden RI dengan Kemampuan Bahasa …

Samandayu | 11 jam lalu

Setelah Ahok, Prabowo Ditinggal PPP dan PAN, …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu

MK Setuju Sikap Gerindra yang Akan …

Galaxi2014 | 14 jam lalu

Ini Tanggapan Pelatih Valencia B tentang …

Djarwopapua | 20 September 2014 16:34

Kalau Tidak Mau Dirujuk, BPJS-nya Besok …

Posma Siahaan | 20 September 2014 13:00


HIGHLIGHT

Usai Sikat Malaysia, Kali ini Giliran Timor …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Warisan Dapat Jadi Berkah Untuk …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Usul Mengatasi Kemacetan ” Kiss and …

Isk_harun | 8 jam lalu

Kakek Moyangku Seorang Pelaut …

Sunu Purnama | 9 jam lalu

Harga Mahasiswa …

Muhammad Nur Ichsan | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: