Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Ken Hirai

Bukan writer, bukan trainer juga bukan public speaker, hanya seorang petualang yang sedang mencari jalan selengkapnya

Universitas di Arab Saudi Menembus Ranking Dunia

REP | 06 January 2013 | 14:05 Dibaca: 4953   Komentar: 0   20

1357397383465318633

King Saud University-Ranking 197/Dok.topuniversities.com

Apa yang ada dibenak anda, ketika ditanya tentang universitas di Arab Saudi? Mungkin dalam bayangan anda universitas di Arab Saudi hanyalah universitas sekelas IAIN di Indonesia yang mempelajari tentang ilmu-ilmu agama Islam seperti bahasa Arab, ilmu fiqih, ilmu hadist, ilmu tafsir dan dakwah. Tentu anda tidak salah, karena selama ini para alumni Arab Saudi yang berkiprah di level nasional adalah lulusan dari fakultas-fakultas yang mempelajari ilmu-ilmu tersebut. Sebut saja misalnya ketua FPI yang sangat terkenal Habib Riziek yang bernama lengkap Muhammad Riziek Syihab adalah alumni King Saud University, Riyadh. Selain Habib Riziek, nama lain yang cukup terkenal di tanah air adalah Imam Besar Masjid Istiqlal, Ali Musthofa Ya’qub yang juga merupakan alumni King Saud University.

Saya yakin, selain kedua nama tersebut tentu anda sudah sangat mengenal Dr. Hidayat Nur Wahid dan Dr. Salim Segaf Al-Jufri. Mereka berdua adalah alumni Arab Saudi, tepatnya alumni Universitas Islam Madinah. Sebelum masa reformasi YM. Raja Abdullah, hampir semua universitas di Arab Saudi tidak ada satu pun yang masuk ke dalam rangking universitas top di dunia. Sehingga sangat wajar, ketika ada orang yang memandang “miring” tentang kualitas pendidikan di Arab Saudi, khususnya dibidang IPTEK.

Sejak di bawah kendali Raja Abdullah, dunia pendidikan di Arab Saudi mengalami kemajuan yang sangat pesat. Pemerintah Arab Saudi menggratiskan seluruh biaya pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Khusus untuk mahasiswa yang kuliah di universitas negeri, baik S1, S2 maupun S3 mereka mendapat tunjangan bulanan sebesar 900 SR. Tunjangan ini tidak hanya diberikan kepada mahasiswa asli Arab Saudi tetapi juga diberikan kepada seluruh mahasiswa asing yang kuliah di universitas negeri di Arab Saudi.

13573974931654752159

KFUPM ranking 208/Dok.topuniversities.com

Pada tahun 2007 tidak ada satu pun universitas di Arab Saudi yang masuk dalam ranking universitas dunia. Tapi sejak tahun 2010, beberapa universitas terkemuka di Arab Saudi seperti King Saud University (KSU), King Fahad University of Petroleum and Minerals (KFUPM) dan King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) sudah masuk dalam jajaran universitas elit dunia mengalahkan seluruh universitas di Indonesia. Bahkan KAUST, universitas yang belum lama didirikan oleh Raja Abdullah juga sudah mampu mensejajarkan diri dengan universitas-universitas elit di dunia. Jumlah publikasi ilmiah yang dilahirkan oleh KAUST yang berusia balita mampu mengalahkan jumlah publikasi ilmiah universitas-universitas di Indonesia yang sudah berdiri selama puluhan tahun.

1357399746841017220

king Abdullah University of Science and Technology-KAUST/Dok. kaust.edu.sa

Di lengkapi dengan berbagai fasilitas canggih dan modern, KAUST siap menjadi universitas riset terbaik di dunia Islam. Hal ini tentu tidak lepas dari langkah reformasi dan  pembaharuan di bidang pendidikan oleh Raja Abdullah. Melalui anggaran pendidikan yang kira-kira mencapai 27% dari total anggaran belanja Arab Saudi, Raja Abdullah memberikan beasiswa kepada pemuda-pemudi terbaik Arab Saudi untuk belajar ke luar negeri baik ke Barat maupun ke Timur. Amerika, Inggris, Kanada, Australia, Jepang dan Malaysia adalah negara-negara tujuan pemuda-pemudi Saudi untuk menuntut ilmu.

13573975451147633527

KAUST ranking 290/Dok.topuniversities.com

Selain mengirimkan mahasiswa, Raja Abdullah juga mengirimkan guru dan dosen ke Amerika dan Inggris untuk belajar sains dan manajemen. Disamping program mengirimkan para pemuda dan pengajarnya ke luar negeri, Raja Abdullah juga mengundang ilmuwan-ilmuwan dunia untuk berkiprah dan berpartisipasi dalam membangun sumber daya manusia  di Arab Saudi. Lebih dari 20 ilmuwan peraih nobel dari berbagai bidang disiplin ilmu telah didatangkan dan dikontrak secara khusus oleh universitas-universitas di Arab Saudi untuk transfer ilmu pengetahuan. Selain itu program visiting professor dan postdoctoral juga mampu mewarnai dan mengakselerasi kemajuan dunia pendidikan di Arab Saudi. Professor-professor dan ilmuwan dari berbagai universitas elit di dunia didatangkan untuk bersama-sama merubah potret buram SDM Arab Saudi.

13573975871114060253

UI ranking 273/Dok.topuniversities.com

Hasilnya bisa dilihat, dalam waktu kurang dari 5 tahun, universitas-universitas di Arab Saudi mampu mensejajarkan diri dengan universitas-universitas elit dunia.  Menurut QS World University Ranking, King Saud University memimpin dengan ranking 197 dunia, diikuti oleh King Fahad University of Petroleum and Minerals ranking 208. KAUST universitas balita, yang usianya belum genap 5 tahun mampu menembus ranking 290 dunia untuk bidang Natural Science . King Saud University kini merupakan universitas terbaik di Timur Tengah dan mampu menembus 20 besar universitas terbaik di Asia. Sungguh sebuah capaian prestasi yang sangat luar biasa, jika dilihat 5 tahun sebelumnya, tidak ada satu pun universitas di Arab Saudi yang mampu menembus 500 besar universitas top dunia.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Saat Hari Anak Nasional Terlupakan oleh …

Topik Irawan | | 23 July 2014 | 18:53

Parcel Lebaran Dibuang ke Jalan …

Roti Janggut | | 23 July 2014 | 17:43

Efek Samping Kurikulum “Cepat Saji” …

Ramdhan Hamdani | | 23 July 2014 | 18:46

Mengejar Sunset dan Sunrise di Pantai Slili …

Tri Lokon | | 23 July 2014 | 20:12

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Akhirnya Prabowo-Hatta Melangkah ke MK …

Bang Pilot | 15 jam lalu

Jokowi “Penyebar Virus” kepada …

Hendrik Riyanto | 15 jam lalu

(Saatnya) Menghukum Media Penipu …

Wiwid Santoso | 16 jam lalu

Setelah Kalah, Terus Apa? …

Hendra Budiman | 16 jam lalu

Jokowi Raih Suara, Ahok Menang Pilpres …

Syukri Muhammad Syu... | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: