Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Teungku Nurdin

sebagai insan yang suka membaca dan menulis,untuk memperluas wawasan.

Benarkah Harta Bung Karno di Bank Swiss?

OPINI | 26 December 2012 | 18:52 Dibaca: 5425   Komentar: 0   0

Gambar:Merdeka.Com  13565195071762749141

Memang  mengenai harta Ir.Sukarno ,Presiden Pertama Indonesia itu sudah lama beredar isu-isu namun  demikian sampai sejauh ini belum terbukti kebenarannya.DR.Subandrio,Menteri Luar Negeri RI era Orde lama itu juga pernah menyinggung-nyinggung mengenai “Dana Revolusi”tetapi  kemudian tidak jelas juga keberadaannya. Hilangnya berita itu  terkesan amat mendadak sama dengan saat muncul isu-isu  pula  ,dan setelah lama lenyap  laksana ditelan bumi tiba-tiba muncul lagi.

Sekarang hal itu muncul kembali,dan ini pula beritanya seakan-akan  sangat meyakinkan karena dimuat dalam sejumlah media massa Austria tentang keberadaan harta warisan Presiden Pertama Indonesia itu di sebuah bank di Swiss,sebuah negara yang banyak dijadikan oleh petinggi negara lainnya untuk menyimpan harta miliknya secara rahasia.Lembaga -lembaga perbankan di negara Swiss memang sangat  ketat menjaga kerahasiaan nasabahnya,makanya banyak pemimpin dunia menyimpan  hartanya disana.

Menurut laman Merdeka.Com,Rabu 26 Desember 2012 disebutkan bahwa “Sukarno disebut-sebut  memiliki warisan senilai USD 180 juta atau Rp 1,74 trilyun yang tersimpan di sebuah bank di Swiss”.Merdeka.Com kelihatannya mengutip dari salah satu media Austria itu.Dalam situs  surat kabar Austria,krone Rabu 19 Desember 2012 di sebutkan pula bahwa seorang mediator keuangan bernama Gustav Jobstmann mengakui bisa mencairkan dana itu,asalkan di investasikan di negaranya,Austria.

Namun demkian ketika dikonfirmassikan kepada keluarga Bung Karno terkait  laporan media Austria tersebut,Puan Maharani segera membantahnya,Rabu 26 Desember 2012.Kononnya ia tidak mengetahui keberadaan harta kakeknya itu,dan pula tidak kenal Edy Sukanto yang disebut-sebut  dalam laporan itu sebagai  pewarisa harta tersebut.

Gustav Jobstmann ,pria asal Austria  tersebut mengakui pula,bahwa ia dibantu oleh salah seorang pewaris harta itu bernama Edy Sukanto,seperti dirilis Merdeka.Com rabu 26 Desember 2012.Soal itu ia tidak ingin menyelidikinya,ya memang tidak perlu dia yang menyelidikinya tetapi negara yang lebih berwenang dalam  masalah-masalah seperti itu.Kononnya pula bank Swiss itu baru memberitahukannya kepada pemerintah, tetapi  ketika rejim orde baru runtuh pernah pemerintah mengirim  utusannya ke bank negara arloji, Swiss untuk memeriksa  harta Suharto,akan tetapi pulang dengan tangan hampa.

Apakah berita ini juga akan hilang begitu saja,sebagaimana sebelumnya  mengenai dana revolusi itu yang sampai sekarangpun masih misteri.Ataupun memamng ada maksud lain di balik pemberitaan  tersebut.Kita lihat dan tunggu saja.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Foto: Slamet, Raksasa dari Pulau Jawa …

Hendra Wardhana | | 17 September 2014 | 12:29

Referendum Skotlandia, Aktivis Papua Merdeka …

Wonenuka Sampari | | 17 September 2014 | 13:07

Anggota BPK, Jabatan Karier atau Politik? …

Galumbang Sitinjak | | 17 September 2014 | 13:37

Etika Meng-counter Tulisan di Kompasiana …

Samandayu | | 16 September 2014 | 19:16

Setujukah Anda jika Kementerian Agama …

Kompasiana | | 16 September 2014 | 21:00


TRENDING ARTICLES

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 5 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 5 jam lalu

Sebuah Drama di Akhir Perjalanan Studi …

Hanafi Hanafi | 6 jam lalu

Di Airport, Udah Salah Ngotot …

Ifani | 7 jam lalu

Pak Ridwan! Contoh Family Sunday di Sydney …

Isk_harun | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Kenaikan LPG 12 Kg Sebagai Sarana Berbagi …

Bai Ruindra | 7 jam lalu

Mesut Oezil: Playmaker tanpa Dukungan …

Agung Wicaksono | 7 jam lalu

Komunitas Membuka Pintu Rejeki …

Lazismu Pusat | 8 jam lalu

Jogjakarta, 17 September 2014 …

Ahmad Robitul Wafa | 8 jam lalu

Ternyata Gak Gampang Ya, Pak Jokowi …

Heno Bharata | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: