Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Atlanta98

an ounce of action is worth a ton of theory

PERANG SAUDARA DI SURIAH (SYRIA)

OPINI | 19 December 2012 | 02:54 Dibaca: 903   Komentar: 0   0

Menurut berita bahwa perang saudara di Suriah telah memakan korban lebih dari 40 ribu orang, termasuk anak2 dan bayi2.

Keadaan perang dalam negri Suriah ini memang sngat membingungkan untuk dipahami oleh orang luar yang tidak mengetahui keadaan politik dan situasi dalam negeri Suriah.

Suriah atau Syria dipimpin oleh Bashar Assad yang menganut Alawit yaitu bagian dari Islam Syiah, padahal kaum Alawit ini adalah minoritas di Suriah,. Sedangkan penduduk Suriah sendiri mayoritas Islam Sunni.

Pemerintahan Assad yang dipegang oleh Alawit (kaum minoritas) didukung juga oleh para penganut Kristen Suriah. Meskipun wakil persidennya seorang Islam Sunni.

Dimulai pada bulan Januari 2011, pemeluk Islam Sunni mulai menginginkan bagian dalam pemerintahan, disinlah mulai bentrokan2 antara Sunni dan pemerintah yang Syiah, yang disebut Arab Spring.

Keadaan ini makin memburuk ketika pemerintahan Assad membubarkan demontrasi kaum sunni yang damai dengan tenbakan2 dari tentara pemerintah ynag mencoba mematahkan demontrasi ini.

Perkembangan pemberontakan oleh kaum Sunni semakin berani setelah Barat berjanji tidak akan ikut campur urusan dalam negri Suriah.

Tetapi Assad tentu saja mendapat bantuan dari Iran yang juga pemerintahannya di kuasai oleh Kaum Syiah. Dalam hal ini Iran yang mendapat dukungan dari Cina dan Rusia, karena hubungan dagang (terutama minyak). Merasa ada kekuatan Iran (yang dibantu Cina dan Rusia), Assad sangat yakin bisa meredam pemberontakan2 yang berasal dari demontrasi2 kaum Sunni.

Dari semula para demonstran2 kaum Sunni ini, dimulai Januari 2011 mereka berani menuntut haknya di Suriah, tentu saja ada dukungan dari Saudi yang memang menjadi pusat kaum Sunni.

Yang menjadi rumit, karena pihak Barat mula2 tidak mau ikut campur dalam keributan di Suriah, maka kesempatan ini dipergunakan kaum Taliban untuk membantu kaum Sunni yang bergerak di Suriah, karena kekurangan persenjataan dan kekurangan orang2 yang berpengalaman berperang.

Yang paling membingungkan pengamat, menurut beberapa berita, bahwa terdapat pelatih2 orang2 dari Israil untuk melatih para pemberontak2 ini.

Terachir setelah keadaan makin gawat dan Assad mengancam akan memakai senjata kimia, Negara2 Barat yang menjadi sekutu Saudi dalam pegolakan ini, disamping mengecam Assad tentang senjata kimia, juga bersiap2 di perbatasan Turkey, dengan senjata2 dan personil .

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 13 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 14 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 16 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 16 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 14 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 14 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 14 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 15 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 15 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: