Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Atlanta98

an ounce of action is worth a ton of theory

PERANG SAUDARA DI SURIAH (SYRIA)

OPINI | 19 December 2012 | 02:54 Dibaca: 916   Komentar: 0   0

Menurut berita bahwa perang saudara di Suriah telah memakan korban lebih dari 40 ribu orang, termasuk anak2 dan bayi2.

Keadaan perang dalam negri Suriah ini memang sngat membingungkan untuk dipahami oleh orang luar yang tidak mengetahui keadaan politik dan situasi dalam negeri Suriah.

Suriah atau Syria dipimpin oleh Bashar Assad yang menganut Alawit yaitu bagian dari Islam Syiah, padahal kaum Alawit ini adalah minoritas di Suriah,. Sedangkan penduduk Suriah sendiri mayoritas Islam Sunni.

Pemerintahan Assad yang dipegang oleh Alawit (kaum minoritas) didukung juga oleh para penganut Kristen Suriah. Meskipun wakil persidennya seorang Islam Sunni.

Dimulai pada bulan Januari 2011, pemeluk Islam Sunni mulai menginginkan bagian dalam pemerintahan, disinlah mulai bentrokan2 antara Sunni dan pemerintah yang Syiah, yang disebut Arab Spring.

Keadaan ini makin memburuk ketika pemerintahan Assad membubarkan demontrasi kaum sunni yang damai dengan tenbakan2 dari tentara pemerintah ynag mencoba mematahkan demontrasi ini.

Perkembangan pemberontakan oleh kaum Sunni semakin berani setelah Barat berjanji tidak akan ikut campur urusan dalam negri Suriah.

Tetapi Assad tentu saja mendapat bantuan dari Iran yang juga pemerintahannya di kuasai oleh Kaum Syiah. Dalam hal ini Iran yang mendapat dukungan dari Cina dan Rusia, karena hubungan dagang (terutama minyak). Merasa ada kekuatan Iran (yang dibantu Cina dan Rusia), Assad sangat yakin bisa meredam pemberontakan2 yang berasal dari demontrasi2 kaum Sunni.

Dari semula para demonstran2 kaum Sunni ini, dimulai Januari 2011 mereka berani menuntut haknya di Suriah, tentu saja ada dukungan dari Saudi yang memang menjadi pusat kaum Sunni.

Yang menjadi rumit, karena pihak Barat mula2 tidak mau ikut campur dalam keributan di Suriah, maka kesempatan ini dipergunakan kaum Taliban untuk membantu kaum Sunni yang bergerak di Suriah, karena kekurangan persenjataan dan kekurangan orang2 yang berpengalaman berperang.

Yang paling membingungkan pengamat, menurut beberapa berita, bahwa terdapat pelatih2 orang2 dari Israil untuk melatih para pemberontak2 ini.

Terachir setelah keadaan makin gawat dan Assad mengancam akan memakai senjata kimia, Negara2 Barat yang menjadi sekutu Saudi dalam pegolakan ini, disamping mengecam Assad tentang senjata kimia, juga bersiap2 di perbatasan Turkey, dengan senjata2 dan personil .

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Wisata ke Perbatasan Surga dan Neraka di …

Taufikuieks | | 17 December 2014 | 11:24

Melahirkan Cesar Versi Saya dan Ashanty …

Mariam Umm | | 17 December 2014 | 13:39

Mau Operasi Kanker Tulang Kemaluan Atau …

Posma Siahaan | | 17 December 2014 | 19:17

The Hobbit: The Battle of the Five Armies …

Iman Yusuf | | 17 December 2014 | 21:02

Lima Edisi Klasik 16 Besar Liga Champions …

Choirul Huda | | 17 December 2014 | 21:54


TRENDING ARTICLES

Sadisnya Politik Busuk Masa Pilpres di …

Mawalu | 6 jam lalu

Kalah Judi Bola Fuad Sandera Siswi SD …

Dinda Pertiwi | 6 jam lalu

Mas Ninoy N Karundeng, Jangan Salahkan Motor …

Yayat | 7 jam lalu

Jiwa Nasionalis Menteri yang Satu Ini …

Adjat R. Sudradjat | 7 jam lalu

Hanya Butuh 22 Detik Produksi Sebuah Motor …

Ben Baharuddin Nur | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Tarian Bayang-bayang Bulan …

Handy Pranowo | 8 jam lalu

Pilot Cantik, Menawan dan Berhijab …

Axtea 99 | 9 jam lalu

7 Cara Ajaib! Memenangkan Lomba Vote di …

Giant Sugianto | 10 jam lalu

Aristan : Audit Dinas PU Sigi …

Geni Astika | 10 jam lalu

100 Hari Menuju Sakaratul Maut …

Ivone Dwiratna | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: