Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Muhammad Nurdin

sebagai guru sejarah dan sosiologi di SMA di kota Bandung tentu saja perlu berwawasan luas,karenanya selengkapnya

Zionis Israel Abaikan Kecaman EU Soal Pembangunan Pemukiman Yahudi

OPINI | 11 December 2012 | 12:23 Dibaca: 245   Komentar: 0   0

Sehari setelah Palestina di akui sebagai negara nonanggota PBB ,maka PM Israel Benyamin Netanyahu juga mengumumkan pula bahwa otoritas Israel telah mengijinkan pembangunan 3000 pemukiman baru yahudi di Yerusalem Timur dan Tebing Barat Sungai Yordania,yang oleh PBB disebutnya sebagai zona E1 yang bisa menggalkan  munculnya Negara Palestina.

Pengumuman PM Israel,Benyamin Netanyahu tersebut segera mengundang berbagai kecaman keras dari masyarakat Internasional terutama sekali negara-negara OKI,GNB,Rusia,Tiongkok.Lalu kemudian kecaman serupa terhadap Tel Aviv terus semakin deras dari negara-negara EU,dan juga AS.Kecaman AS terhadap Israel memang  terkesan parsial,tetapi kutukan EU lebih keras yang tidak diperkirakan oleh rejim Tel Aviv sebelumnya.

Bahkan beberapa negara negara anggota EU seperti Perancis,Inggris,Denmark,Italia segera melayangkan nota diplomatiknya  sebagai protes terhadap pembangunan 3000 pemukiman Yahudi di zona E1 tersebut. EU menganggapnya sebagai ilegal,sebagaimana juga PBB karenanya  pembangunan pemukiman Yahudi di zona E1 itu harus di hentikan.EU sangat prihatin dan menentang pembangunan 3000 pemukiman Yahudi , karena   bisa menghalangi perdamaian dnegan negara Palestina.Dan negara-negara itu  mengancam akan menarik dubesnya dari Tel Aviv,jika Zionis Israel tidak menghentikan pembangunan pemukiman Yahudi itu.

Walaupun  begitu,Zionis Israel tetap melanjutkan rencana pembangunan pemukiman Yahudi di zona E1 dan mengabaikan  berbagai kecaman EU dan juga kutukan masyarakat internasional lainnya.Dalam menanggapi protes keras EU itu,Benyamin Netanaayahu menegaskan komitmennya bahwa pembangunan pemukiman Yahudi itu tidak akan menghalangi perdamaian dengan Palestina.

Menurut persepsi Zionis Israel ,bahwa justeru Palestina yang  menolak berdialog dan tidak pula  mengakui Israel,ujar Benyamin Netanyahu dalam menanggapi  kecaman EU tersebut.Presdien Palestina,Mahmud Abbas akan membawa masalah itu ke ICC jika Zionis Israel tidak menghentikan program pembangunan pemukiman Yahudi itu.lalu Mahmud Abbas juga menegaskan,bahwa Israel harus membayar US$ 120 juta  hasil pembayaran pajak Palestina yang ditahan terkait peningkatan status Palestina di PBB itu.

Kelihatannya Zionis Israel semakin terpojok karena kelakuannya sendiri,yang senantiasa menentang  hukum internasional.Namun demikian sekarang dalam menghadapi Palestina  jauh berbeda dari keadaan sebelumnya,karena sejak palestina diakui sebagai negara nonanggota PBB maka bisa bergabung dnegan organisasi internasional termasuk ICC.Palestina juga sekarang  bisa terlibat dalam  berbagai perjanjian internasional,dan terkait soal pembangunan 3000 pemukiman Yahudi di zona E1 Palestina bisa saja membawa  masalah itu ke Mahkamah internasiona.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Saat Warga Kupang Anti-McDonald …

Yusran Darmawan | | 29 August 2014 | 06:43

Pak Jokowi, Saya Setuju Cabut Subsidi BBM …

Amy Lubizz | | 28 August 2014 | 23:37

Jatah Kursi Parlemen untuk Jurnalis Senior …

Hendrik Riyanto | | 29 August 2014 | 04:36

Jangan Mengira “Lucy” sebagai Film …

Andre Jayaprana | | 28 August 2014 | 22:59

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Mafia Migas dibalik Isyu BBM …

Hendra Budiman | 9 jam lalu

Pelecehan Seksual pun Terjadi Pada Pria di …

Nyayu Fatimah Zahro... | 15 jam lalu

Jokowi dan “Jebakan Batman” SBY …

Mania Telo | 15 jam lalu

Kota Jogja Terhina Gara-gara Florence …

Iswanto Junior | 18 jam lalu

Dulu Saat Masih Dinas, Kakek Ini Keras …

Posma Siahaan | 22 jam lalu


HIGHLIGHT

Daun Ilalang Publishing (Kembali) Menggeliat …

Rumahkayu | 9 jam lalu

Soal BBM, Bang Iwan Fals Tolong Bantu Kami! …

Solehuddin Dori | 9 jam lalu

Kebahagiaan Termurah, Termudah dan Bisa …

Seneng Utami | 9 jam lalu

Mengajari Anak Siap Kalah sejak Dini …

Daniel Yonathan Mis... | 9 jam lalu

Anak Kami Tak Diakui Kemdikbud (?) …

Nino Histiraludin | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: