Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Syaifud Adidharta

Hidup Ini Hanya Satu Kali. Bisakah Kita Hidup Berbuat Indah Untuk Semua ?

Roket Qassam Ciutkan Nyali Israel

OPINI | 21 November 2012 | 19:09 Dibaca: 5663   Komentar: 6   0

13534987901403092047

Agresi militer Israel ke Gaza Palestina hingga hari ini. Bukannya mendatangkan keuntungan tapi justru kerugian bagi Israel. Tidak hanya dari segi materi, tapi mental mereka pun jadi rapuh dan pengecut… (photo: sauoni.multiply.com)

Benar atau tidak bahwa Israel ternyata masih memperhitungkan kekuatan militer Palestina yang masih terbilang tangguh hingga saat ini. Kabar inipun begitu luas tersebar hampir disetiap pemberitaan di media cetak maupun media elektronika di seluruh dunia saat ini.

Militer Israel setiap melakukan penggempuran kearah strategi posisi militer Palestina ternyata juga selalu mendapatkan perlawanan yang tidak kalah sengitnya. Militer Palestina sendiri masih memiliki banyak kemampuan untuk membalas setiap gempuran militer Israel di jalur Gaza maupun di wilayah-wilayah lainnya yang menjadi target Israel.

Kekuatan militer Palestina rupanya tidak bisa dianggap remeh oleh musuh bebuyutannya, militer Israel. Baik dari darat, laut maupun udara, militer Palestina masih sanggup meladeni setiap gempuran militer Israel. Dan ternyata pula militer Palestina sanggup pula menghindari jumlah korban pasukannya dari setiap gempuran Israel.

Sebenarnya ada apa di balik kekuatan militer Palestina, dan mengapa pihak Isreal sendiri hingga saat ini masih punya nyali ciut menghadapai kekuatan militer Palestina sebenarnya ?. Padahal Israel sendiri sampai saat ini masih mendapatkan dukungan penuh dari kekuatan politik maupun persenjataan dari Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa lainnya.

Seperti banyak diberitakan bahwa di tengah pekatnya, realita dunia yang masih disibukkan oleh konflik internal dan berkembangnya kelompok Islam garis keras, serta berlanjutnya strategi Amerika Serikat membela Israel dalam penjajahannya kepada Palestina, kelompok perlawanan di Palestina dengan berbagai faksi menunjukkan kemampuannya dalam menghadapi Militer Israel.

Konflik dengan musuh utama bangsa Arab kini mulai dari gerbang Gaza berkecamuk kembali. Gerbang konflik yang tidak pernah diinginkan oleh Israel dan Amerika Serikat, atau rezim Arab lainnya yang sampai saat ini masih belum berperang dalam membela Palestina dan rakyatnya serta kelompok perlawanannya di Gaza.

Akan tetapi rezim-rezim Arab itu merasakan shock dan seakan-akan perlawanan faksi-faksi di Palestina yang tergabung dalam kekuatan militer menghadapi Israel tersebut memojokkan mereka. Kelompok perlawanan tersebut memaksa mereka bersikap yang mereka lari darinya. Kelompok perlawanan itu mampu menciptakan perimbangan kekuataan militernya dengan militer Israel yang dibuat gusar karena perubahan kaidah permainan di Gaza oleh Israel sendiri.

Pejuang Hamas bersiap menembakkan roket Qassam ke wilayah selatan Israel. (photo: ibtimes.com)

Pejuang Hamas bersiap menembakkan roket Qassam ke wilayah selatan Israel. (photo: ibtimes.com)


Kekuatan Israel dari komposisi politiknya hingga pertahanan militernya gusar dan menciut rasa nyalinya, berulang sekenario agresi Israel dilakukan berakhir dengan kekalahan di Libanon tahun 2000 dan berulang di tahun 2006.

Dan yang semakin membuat Israel gemetar adalah keberanian militer Israel menggelar serangan lebih luas melalui darat yang akan mengantarkan kepada kegagalan lebih besar dari agresi tahun 2008-2009. Sehingga Israel akan mengalami dilema berkepanjangan dalam menghadapi perlawanan Palestina. Kekuatan militer Israel pun sepertinya saat ini semakin keropos. Benar atau tidak, sejarah yang akan terus mengabadikannya..

Sementara itu mitos misteri yang membayangi Israel menghadapi kekuatan militer Palestina adalah, salah satu mitos yang paling banyak digembar-gemborkan kaum Zionis, adalah klaim bahwa tentara Israel merupakan tentara yang paling canggih peralatannya, paling kuat staminanya, paling berani nyalinya, paling cerdik dan akurat strateginya, dan paling hebat segala-galanya, katanya… Namun pada akhirnya ternyata banyak pengamat militer dunia kena tipu oleh klaim tidak berdasar tersebut.

Bahkan perwira Indonesia juga banyak yang terkecoh dengan promosi Zionis yang menyebutkan bahwa senjata buatan Israeli Military Industries (IMI) merupakan yang terhebat di dunia. Beberapa tahun lalu kita tentu pernah mendengar kontroversi pembelian sejumlah senjata api buatan Israel yang dilakukan militer kita (TNI) saat itu.

Salah satu senjata api yang jadi dibeli TNI adalah sejenis Assault Rifle (Senjata Serbu) bernama Galil-Galatz/99R yang telah dimodifikasi menjadi senjata sniper dengan tambahan teropong dan dudukan di depan magasinnya. Senjata dengan kaliber 7, 62 mm ini oleh IMI dipromosikan sebagai senjata andalan IDF dan termasuk senjata sniper multi target, bisa menembak personel maupun anti-material.

Benarkah Galil-Galatz/99R itu hebat ?. Ternyata tidak sepenuhnya benar. Menurut review Jane’s Defense International yang melakukan perbandingan (benchmarking) terhadap sejumlah senjata sejenis, disimpulkan bahwa Galil-Galatz/99R jempolan hanya di harga jual alias mahal harganya, sedangkan tingkat akurasi payah.

Senjata made in Israel ini berada di bawah senjata sejenis seperti M76/SVD Dragunov (Rusia), L96A1/Magnum (Inggris), Barret 82 (AS), Heckler & Koch PSG-1 (Jerman), dan FR-F2/F1 (Perancis).

Bukan itu saja, salah satu kebohongan yang dilansir pembesar militer Israel saat itu adalah tentang kehebatan Tank Merkava sebagai tank serbu yang sangat lincah, dahsyat daya hantamnya, dan kuat lapisan bajanya. Mitos tank Mekava hancur beberapa bulan lalu saat tank-tank andalan AB Israel ini banyak yang hancur lebur jadi korban hantaman misil-misil panggul milisi Hizbullah di Lebanon.

Memang benar adanya bahwa Israel hingga saat ini masih saja gemar menjual opini-opini gertak sambal kepada mata dunia, terlebih lagi kepada Palestina dan bangsa-bangsa Arab lainnya. Yang akhirnya Indonesia sendiri sempat tertipu atas pembelian senjata Galil-Galatz/99R dari Israel.

Bungker-bungker pertahanan militer Israel juga menjadi sasaran keganasan roket-roket militer pejuang pembebasan Palestina. (photo: republika.co.id)

Bungker-bungker pertahanan militer Israel juga menjadi sasaran keganasan roket-roket militer pejuang pembebasan Palestina. (photo: republika.co.id)

Tentunya kita masih ingat beberapa hari lalu, militer Israel kembali melakukan serangan membabi buta di jalur Gaza Paletina (14 November 2012). Pada saat itu militer Israel juga mendapatkan serangan balasan dari pihak militer Palestina yang tidak kalah gentarnya. Dan akhirnya pun Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu dan militer Israel sangat terkejut dan terganggu oleh kemampuan militer Palestina membalas serangan-serangan yang dilancarkan pihaknya.

Benjamin Netanyahu kemudian segera memerintahkan militernya harus selalu siap untuk menghadapi kondisi yang mungkin terjadi dalam serangan ke Palestina tiba-tiba dikemudian hari.

” Kami Israel, bahwa kami akan memiliki semangat juang yang tinggi di medan perang dan semua orang di Gaza akan segera tahu siapa kami,” sesumbar Benjamin Netanyahu yang terlasir disalah satu media Arab.

” Dan kami telah memperbaiki kekuatan penangkal roket kami dengan teknologi militer  yang canggih yang kami miliki, dan siap menghancur leburkan prasarana perlawanan Palestina terhadap kami,” lanjut sesumbarnya kembali dengan nada tegas kepada pers..

Lain cerita bahwa apa yang menjadi sesumbar Israel tersebut melalui Perdana Menterinya ternyata tidak benar terjawab. Militer Israel pada akhirnya pun gagal menghadapi serangan balasan dari misil-misil militer Palestna yang juga diarahkan ke Tel Aviv dan ke wilayah-wilayah pertahan Israel, pada serangan balasan di tanggal 14 November 2012 hingga sekarang. Israel rupanya semakin kecut, dan Israel sendiri mulai ancang-ancang merenget mengemis minta dukungan kuat ke pihak Amerika Serikat dibalik kekuatan politik Mitt Romney lawan politik Obama saat ini.

****

Sementara itu kekuatan militer Palestina yang menjadi perhitungan kuat militer Israel, Militer Palestina memiliki beberapa catatan sejarah penting dalam keberhasilannya menghadapi kekuatan Israel sebelumnya. Perkembangan kinerja perlawanan Palestina menghadapi Israel menunjukkan sejumlah kesimpulan berikut:

1. Perlawanan Palestina menunjukkan kemampuan yang terus terbarui dalam menghadapi Israel. Dengan roket hingga menembus Tel Aviv dan sekitarnya, baik dari sisi target dan jarak tempuhnya yang memaksa Israel lari ke tempat persembunyian.

2. Sistem Iron Dome Israel yang dikembangkan Israel untuk bisa menghalangi roket perlawanan terbukti gagal. Sistem ini hanya mampu menghalangi sebagian roket dan tidak semua. Ini berarti ada ratusan dolar USD yang dikeluarkan Amerika untuk proyek ini tidak berguna dan tidak mampu menjaga Israel. Jika Israel akan menggelar serangan lebih luas maka roket-roket perlawanan itu akan semakin banyak berjatuhan ke pemukiman Yahudi yang sebagiannya bisa menembus Tel Aviv.

3.  Israel semakin kelabakan dan ragu-ragu mengambil sikap. Di satu sisi Israel melancarkan ancaman luas ke Jalur Gaza namun khawatir akan memberikan dampak buruk kepada Israel dan tidak bisa menghadang roket perlawanan seperti di tahun 2008-2009.

Hal itu ditegaskan oleh Menteri Urusan Strategi Israel Moshe Yaalon yang di awal agresi agar memaksa Hamas dan perlawanan lainnya menghentikan roket. Kemudian justru Israel diminta untuk hentikan serangan. Kemudia Yaalon mengakui bahwa “tidak ada solusi segera dalam masalah roket Palestina”.

Elit Israel sebelumnya menilai bahwa tidak jalan lain kecuali harus menggelar aksi operasi militer udara, darat dan laut. Namun pada saat yang sama operasi itu bukan “refreshing” bagi Israel dan hanya miniatur bagi operasi Cast Lade.

4. Elit Israel ragu-ragu akan menggelar serangan darat meski sudah mendapatkan legitimasi Amerika dan sikap barat yang berpihak kepada Israel. Namun PM Israel Benjamen Netahyahu tidak segera melancarkan serangan darat lebih luas dan hanya melakukan serangan udara terbatas dan membuat syarat politik kembali kepada gencatan senjata.

*****

Oleh : Syaifud Adidharta

Artikel disari dari berbagai sumber (dbs)


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalahkan Norwich, Liverpool Kian Dekat …

Achmad Suwefi | | 20 April 2014 | 19:54

Ketagihan “Pecel Senggol” …

Hendra Wardhana | | 20 April 2014 | 16:01

Kebijakan Mobil LCGC Yang Akhirnya Membebani …

Baskoro Endrawan | | 20 April 2014 | 13:30

My Mother Is…? …

Salmah Naelofaria | | 20 April 2014 | 15:03

[Puisi Kartini] Petunjuk Akhir Event Puisi …

Fiksiana Community | | 20 April 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Awas Pacaran Sama Bule Player! Tips dari …

Cdt888 | 11 jam lalu

Mari Jadikan Sekolah Benar-Benar Sebagai …

Blasius Mengkaka | 13 jam lalu

Hargai Pilihan Politik Warga Kompasiana …

Erwin Alwazir | 13 jam lalu

Mandi Air Soda di Kampung, Ajaib! …

Leonardo Joentanamo | 14 jam lalu

Prediksi Indonesian Idol 2014: Virzha …

Arief Firhanusa | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: