Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Apus-pasarpanas

Saya kompasianer udik! lagi belajar menulis dengan segala keterbatasan. Agar sedikit punya arti. Juga Owner Yahya selengkapnya

GAZA! Ujicoba Sebelum Serangan Israel Ke Iran

OPINI | 17 November 2012 | 14:58 Dibaca: 2567   Komentar: 0   0

Duta Besar Palestina untuk Turki Nabil Maarouf menyebutkan, setidaknya ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai oleh pihak Israel dengan melakukan serangan ke Jalur Gaza. Serangan yang dimulai sejak Rabu 16 November itu, telah menewaskan 30 warga Palestina.

Menurut Maarouf, alasan pertama Israel menyerang Gaza adalah untuk mendapatkan dukungan publik Israel menjelang pemilihan umum yang akan dilakukan negara Zionis tersebut pada awal tahun 2013.
Alasan kedua adalah untuk menghambat upaya palestina mendapatkan status keanggotaan di Perserikatan Bangsa Bangsa. Yang akan diajukan hak pada tanggal 29 November nanti. Namun niat Palestina itu dapat terhambat dengan meningkatnya ketegangan di Gaza.
Alasan ketiga katanya adalah untuk menutupi konflik yang terjadi di Suriah.
“Lihat saja dua hari terakhir, apa ada orang yang berbicara tentang Suriah?,” sebut Maarouf.
Namun Pendapat Maarouf itu menurut saya masih kurang. Ada satu alasan kuat lagi mengapa Israel menyerang jalur Gaza sekarang, yaitu sebagai ujicoba sebelum melakukan serangan besar ke negara Iran.

Israel ingin mengujicoba sejauh mana misalnya keefektifan sistem pertahan Rudal iron Dome.
Yang mana dari 350-an rudal yang ditembakkan dari jalur Gaza ke wilayah Israel, diklaim Pejabat tentara Israel sistem rudal Iron Dome telah berhasil mencegat sepertiga dari roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza sejak rabu 14/11/2012. Yang mana banyak dari rudal yang ditembakkan dari jalur Gaza adalah buatan Iran.

Cuma sepertiga yang berhasil dihancurkan di udara, sementara ratusan lainnya tetap berjatuhan di wilayah Israel. Dan karena warga israel kebanyakan berlindung di bungker-bungker canggih sehingga hanya 3 warga israel saja yang tewas, dan beberapa lainnya luka-luka.
Akibat serangan rudal ke Tel aviv ini juga memaksa PM Israel Benjamen Netanyahu yang lagi berkunjung ke markas komandan militer Hekriyah di Tel aviv harus kabur dari markas tersebut dengan ditemani oleh asistennya ke bunker di dalam markas tersebut.
Serangan rudal yang menembus jantung kota Tel aviv ini pertama kalinya dalam sejarah konflik konflik Palestina Israel.

bahkan Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas juga mengklaim telah menjatuhkan sebuah pesawat pengintai Israel yang berputar di atas udara Jalur Gaza dan merekam pesawat yang dijatuhkan tersebut beberapa saat setelah mereka menjatuhkan sebuah pesawat tempur Israel F-16 dengan roket di Khan Younis, Gaza, Jum’at (16/11).

Semua hal diatas akan menjadi pelajaran berharga bagi Israel sebelum melakukan serangan terhadap Iran.
Israel akan belajar banyak dambak dari serangannya ini. Belajar dalam menghadapi rudal yang nyata menghujani tel Aviv, yang juga tentunya akan dihujani rudal jika mereka menyerang Iran. Belajar mencari titik target serangan pesawat tempurnya sekaligus belajar menghadapi serangan balasan dari darat.
Serangan ke Gaza ini seperti simulasi latihan baik sipil maupun militer Israel sebelum serangan Israel ke Iran kelak. Dan akhir dari serangan Israel ke Gaza ini akan menjadi penentu kapan serangan ke Iran akan dilakukan.

Apabila Israel dengan Mudah menakhlukkan Gaza, tanpa balasan serangan yang menyebabkan korban yang berarti bagi Israel. Dan juga reaksi Internasional terhadap serangan ini hanya sebatas retorika keras tanpa aksi nyata. Maka bisa dipastikan Iran akan diserang Israel dalam waktu dekat sesudahnya.

Namun jika Israel kewalahan menundukkan Gaza, dan serangan balasan dari pejuang Pelistina berhasil menggoyahkan pertahanan Israel. Atau juga ada tindakan Nyata dari negara-negara Arab seperti menghentikan kiriman minyak ke Israel dan sekutunya. Maka serangan Israel ke Iran yang mempunyai kekuatan Militer yang jauh lebih besar dari pejuang Pelestina tak akan terjadi dalam waktu dekat, setidaknya hingga 2015.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Bajaj” Kini Tak Hanya Bajaj, …

Hazmi Srondol | | 19 September 2014 | 20:47

Ekonomi Kemaritiman Jokowi-JK, Peluang bagi …

Munir A.s | | 19 September 2014 | 20:48

Bedah Buku “38 Wanita Indonesia Bisa“ di …

Gaganawati | | 19 September 2014 | 20:22

Kiat Manjakan Istri agar Bangga pada …

Mas Ukik | | 19 September 2014 | 20:36

Rekomendasikan Nominasi “Kompasiana …

Kompasiana | | 10 September 2014 | 07:02


TRENDING ARTICLES

ISIS Tak Berani Menyentuh Perusahaan yang …

Andi Firmansyah | 11 jam lalu

Mencoba Rasa Makanan yang Berbeda, Coba Ini …

Ryu Kiseki | 12 jam lalu

Fatin, Akankah Go Internasional? …

Orang Mars | 12 jam lalu

Timnas U23 sebagai Ajang Taruhan… …

Muhidin Pakguru | 15 jam lalu

Wajar, Walau Menang Atas Malaysia, Peringkat …

Achmad Suwefi | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Buzz!!! Apa Sih Maumu? …

Lipul El Pupaka | 7 jam lalu

Bersikap Bijak Ketika Harga Elpiji Melonjak …

Sam Leinad | 8 jam lalu

Kicau Cendrawasih Tersisih …

Ando Ajo | 8 jam lalu

Melihat Perjuangan Rakyat Bali Mengusir …

Herdian Armandhani | 8 jam lalu

Belajar Open Mic Matematika …

Andi Setiyono | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: