Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Tidak Heboh, Berita Penjualan TKW di Singapura

REP | 06 November 2012 | 14:55 Dibaca: 680   Komentar: 18   2

Masih teringat dengan jelas tentang iklan TKI on Sale di Malaysia. Dan tadi, saya dikejutkan lagi saat membaca berita di Unimig.com bahwa hal senada juga terjadi di Singapura. Berita ini awalnya mencuat dari anggota DPR, Eva yang mengaku mendapat informasi dari seorang warga negara Indonesia (WNI) di Negeri Singapura, Senin (5/11).

13521872102111382637

Unimig.com

Menurutnya, bukan hanya info yang diiklankan dan CV masing-masing TKW yang ditempel di kaca, tetapi para TKW diharuskan memakai seragam dan disuruh duduk berjajar seperti barang dagangan dipajang untuk dipilih para pembeli. Eva juga mengatakan bahwa iklan tersebut memuat sistem ‘pembelian’ TKW dari Jawa dengan cara tidak memberi gaji selama enam bulan.

13521873771800637516

hasil njepret

Dalam hal ini, harusnya kita jangan memojokkan salah satu pihak dan menyalahkannya tanpa informasi yang cukup, takutnya adalah menimbulkan sikap tidak bijak yang akan merugikan. Dan juga seperti menggambarkan ketergesaan yang tanpa pikir panjang. Siapakah yang harusnya disalahkan? Pihak pemerintah RI sebagai penanggung jawab atas warganya, ataukah pihak pemerintahan Singapura sebagai negara penempatan, ataukah para Agency?. Tentu untuk menilai siapa yang salah, siapa yang keliru, harus mengetahui titik awal masalahnya.

13521875841302392050

Msn.Singapore.com

Tadi saya sempat posting tentang pemberitan tersebut di close group BMI Singapura. Saya dimasukan dalam group beberapa bulan yang lalu oleh salah satu teman BMI Singapura. Saya juga bertanya tentang kebenaran berita tersebut. Tak lama kemudian, salah satu BMI Singapura memberi komentar, yang intinya membenarkan berita tersebut. Lebih jelasnya, lihat gambar berikut.

13521876871690481116

hasil njepret

Setelah diskusi sebentar, saya melihat satu postingan dari member BMI Singapura tertanggal 30 oktober, dia mengeluh tentang pelayanan pembuatan KTKLN. Seperti hantu yang menakutkan KTKLN ini. Lebih jelasnya, lihat gambar dibawah ini.

135218779055515123

hasil njepret

Jadi, menurut saya, terlalu naif bila pemerintah hanya mengecam pemerintahan negara lain tentang TKI, tetapi praktek pemerasan didalam negeri dibiarkan. Sudah sejak lama protes tentang KTKLN juga tidak dihiraukan. Alasannya demi kepentingan TKI, mana buktinya? KTKLN menyusahkan TKI, menguntungkan oknum tertentu.

Saya pernah bekerja di Singapura sebagai TKW, tepatnya di Woodlands dan Tampenise. Pengalaman saya dua kali ke Singapura, sebelum berangkat naik pesawat juga oleh PT disuruh memakai seragam. Setelah sampai di Singapura, dijemput oleh pihak penampungan Singapura. Esoknya dibawa ke Ministry of Manpower (MOM) guna mengikuti tes tertulis bahasa Inggris. Di MOM juga dijelaskan tentang tata cara kerja di Singapura.

Belum selesai sampai disitu, kalau lulus tes, selanjutnya dibawa ke tempat medical untuk tes kesehatan. Setelah dinyatakan sehat oleh team dokter, baru diantar ke Agency masing-masing.

Perjuangan belum berakhir, di Agency harus menunggu diambil oleh majikan. Untungnya saya hanya menunggu 4 jam di Agency, ada yang sudah 3 hari belum diambil majikan.

Untuk pemerintah, sudah tahu kan susahnya mau kerja di luar negeri. Itu belum di PT di Indonesia, di penampungan Indonesia kita juga berjuang. Dibentak-bentak sudah jadi hal biasa di penampungan Indonesia. Belum lagi ketika memasuki rumah majikan, belum tentu semua majikan baik. Jadi, kenapa masih dibebani dengan KTKLN dan peraturan lain yang sebenarnya merugikan TKI. Jangan hanya koar-koar menyalahkan negara lain, tapi di negeri sendiri TKI juga di anggap rendah, tak ubahnya seperti sapi perah !!!!!!!

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Buron FBI Predator Seks Pedofilia Ada di JIS …

Abah Pitung | | 23 April 2014 | 12:51

Ahok “Bumper” Kota Jakarta …

Anita Godjali | | 23 April 2014 | 11:51

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 10 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 12 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 13 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 14 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: