Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Junanto Herdiawan

Pecinta ekonomi dan traveling. Penulis empat buku, Flying Traveler, Shocking Japan, Shocking Korea, dan Japan selengkapnya

JKT48 Generasi Kedua Audisi di Tokyo

REP | 03 November 2012 | 05:08 Dibaca: 6041   Komentar: 10   3

13518932071679740938

Finalis JKT48 di Wisma Duta KBRI Tokyo / photo junanto

Kemarin siang (2/11), saya bertemu lagi dengan idol grup yang sedang populer di tanah air, JKT48. Namun kali ini bukan anggota JKT48 generasi pertama  yang saya temui, melainkan para finalis JKT48 generasi kedua yang akan mengikuti proses audisi final di Tokyo. Saya memang harus bilang “wow” saat melihat sekitar 31 anak muda yang berusia rata-rata 14 tahun, mengenakan batik, memasuki Wisma Duta KBRI di Tokyo. Penampilan mereka dinamis, energetik, dan menyebarkan semangat.

Sebelum menjalani audisi, mereka menyempatkan diri berkunjung ke kediaman Duta Besar RI untuk Jepang, Muhammad Lutfi. Di Wisma Duta, Dubes RI menyatakan kekagumannya dengan semangat anak-anak muda Indonesia. Ia juga menyampaikan pesan agar grup JKT48 tidak menjadi semata copy dari grup idol seniornya AKB48, namun perlu membawa semangat Indonesia di dalamnya.

Sejak lahirnya di tahun 2011 lalu, JKT48 memang telah menggaet jutaan penggemar dalam waktu singkat. Dan beberapa bulan lalu, JKT48  kembali mengadakan audisi final untuk memilih JKT48 generasi kedua.  Audisi dilakukan langsung di Tokyo di hadapan AKB48 Total Producer, Yasushi Akimoto, yang bertindak sebagai jurinya. Para finalis JKT48 tersebut juga mendapatkan kesempatan mengunjungi AKB48 studio, dan tentu saja, bertemu dengan anggota dari AKB48.

Antusiasme anak-anak finalis JKT48 terlihat luar biasa di Wisma Duta kemarin. Mereka bahkan sempat menyanyikan lagu “Heavy Rotation” khusus bagi Dubes RI di Jepang. Kami yang hadir bertepuk tangan dan memberi semangat bagi mereka agar sukses menjalani audisi.

13518932881159335441

Finalis JKT48 menyanyikan "Heavy Rotation" di hadapan Dubes RI untuk Jepang / photo junanto

Menurut pihak Dentsu, yang mensponsori JKT48, serta pihak Dahsyat dari RCTI, dari 31 finalis ini akan ada beberapa yang tereliminasi. Meski demikian, seluruh anak berteriak agar tidak perlu lagi ada yang tereliminasi, karena mereka sudah merasakan kekompakan sebagai sebuah grup.

Dalam menjalani audisi di Tokyo, persiapan fisik dan mental sangat diperlukan. Semangat gambatte, pantang menyerah, dan disiplin, telah ditanamkan sejak usia dini dalam diri anak-anak JKT48. Mereka saat ini berada di tempat yang sama dengan kakak-kakak mereka di JKT48 setahun yang lalu, untuk memulai langkah awal menjadi bintang, baik nasional maupun internasional.

Kiranya pesan dari Dubes RI di Jepang perlu dicatat. Bahwa tugas JKT48 ke depan akan lebih berat dari AKB48, grup seniornya, karena JKT48 harus mampu memberi warna Indonesia. Saat ini, diplomasi budaya semakin memegang peranan penting di kancah internasional. Jepang dan Korea saat ini seperti sedang bersaing ketat menyebarkan virus budaya popnya. Dan budaya pop bukan main-main. Selain omsetnya yang mencapai milyaran dolar, kemampuan mereka mengubah gaya hidup anak-anak muda sangat dominan. Di sinilah pentingnya Indonesia juga mampu memberi warna agar tidak sekedar ikut-ikutan saja.

Sukses bagi adek-adek finalis JKT48 generasi kedua! Semoga ke depan,  hal ini bisa menjadi pemicu, lahirnya budaya pop Indonesia yang mampu bersaing secara global. Suatu saat nanti, akan ada sebutan “i-Pop” atau Indonesia Pop di mancanegara.

13518933621188456494

JKT48 bersama Dubes RI di Jepang, M Lutfi, berpose di Wisma Duta KBRI

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung Perjanjian Linggarjati: Saksi …

Topik Irawan | | 26 July 2014 | 16:11

Kompasianer Dalam Kunjungan Khusus ke Light …

Tjiptadinata Effend... | | 26 July 2014 | 18:13

Susah Move On dari Liburan? Ini Tipsnya..! …

Sahroha Lumbanraja | | 26 July 2014 | 18:08

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Saya Juga Ingin Menggugat Kecurangan Bahasa …

Gustaaf Kusno | | 26 July 2014 | 17:05


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 2 jam lalu

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 5 jam lalu

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 5 jam lalu

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 10 jam lalu

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: