Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

T K I

TKI... the forgotten citizen, living in Jeddah KSA

TIPS HAJI (jilid 01)

REP | 10 September 2012 | 21:22 Dibaca: 503   Komentar: 4   2

TIPS HAJI (jilid 01)

Beberapa hari lagi, mulai tanggal 21 September 2012, jemaah haji Indonesia 1433H akan mulai berdatangan ke tanah suci. Sekitar 220.000 jemaah haji akan datang secara bergelombang dalam ratusan kloter. Kalau Anda ingin membayangkan, bayangkanlah Anda datang ke kota Probolinggo di Jawa Timur atau Palangkaraya di Kalimantan Tengah. Tiba-tiba ada perintah untuk memindahkan seluruh penduduk kota, dari bayi umur sehari sampai kakek-nenek yang sekarat, sampai kota menjadi kosong-melompong sama sekali. Itulah yang kira-kira pekerjaan tahunan pemerintah. Memberangkatkan dan mengembalikan 220.000 manusia selama kurang lebih 80 hari dari kloter pertama berangkat sampai kloter terakhir kembali ke tanah air.

Sekedar berbagi, saya akan mencoba menulis tips dan trik ringan bagi para calon jemaah haji Indonesia. Tulisan ini tidak ilmiah, hanya berdasarkan pengamatan kasar, cerita dari mulut ke telinga dan pengalaman pribadi bertahun-tahun tinggal di Jeddah. Semoga bermanfaat.

Tips pertama adalah JANGAN SOMBONG.

Masalah terbanyak yang sering dihadapi jemaah haji adalah NYASAR dan TERSESAT, tidak tahu dan tidak bisa pulang ke penginapan. Baik di Madinah ataupun di Mekah, nyasar dan tersesat adalah masalah yang umum terjadi. Kenapa saya malah menulis ‘Jangan Sombong’? Karena sering terjadi, banyak orang sombong ketika berada di Masjidil Haram dan akibatnya terjadi peristiwa yang tidak menyenangkan.

Sombong itu bisa bawaan sehari-hari atau peristiwa yang sedetik terlintas. Seorang jamaah berkata sombong “ah saya sudah tahu jalan pulang” atau “saya khan lulusan pesantren, bisa Bahasa Arab, nanti kalau nyasar bisa nanya”, ternyata dia 4 jam baru bisa menemukan jalan pulang. Seorang jamaah tiba-tiba sombong “ah Masjidil Haram gampang, sudah 4 hari bolak-balik tidak ada masalah”, maka pada hari ke-5 dia tersesat dan berputar-putar 3 jam mencari jalan pulang.

Mungkin ada yang berpikir “jangan kuno, pakai GPS dong yang modern”. Silakan sombong menggunakan GPS di Masjidil Haram, dan buktikan sendiri kira-kira peristiwa apa yang akan terjadi. Atau jangan-jangan ada yang mau sombong “saya khan ikut ONH Plus, pasti hotelnya tidak jauh dari Haram”. Betul hotelnya tidak jauh dari Haram, tapi bukan jaminan Anda bisa mudah menemukannya. Anda bisa buktikan sendiri kelak, di tengah kerumunan ratusan ribu manusia berbagai bangsa.

13472686741278984299

Pilar-pilar di dalam Masjid Nabawi

Memang wajar kalau jemaah tersesat. Sebagaimanapun persiapan manasik haji, kondisi realita di lapangan bisa membingungkan. Di dalam mesjid sendiri, konfigurasi pilar-pilar yang sama dan seragam bisa membingungkan. Sedangkan di luar mesjid, arsitektur bangunan yang mirip, warna bangunan yang seragam, dan signboard bahasa Arab yang susah dihafal, membuat jemaah kebingungan menentukan posisi. Tanda-tanda tempat, milestone, landmark, dsb memang tidak mudah dihafal. Sebuah landmark yang kita hafal, belum tentu dikenal dan dihafal oleh orang lain. Akibatnya ketika bertanya kepada orang lain, bahkan petugas haji sekalipun, sering terjadi miskomunikasi.

Satu-satunya cara agar jemaah tidak nyasar dan tersesat adalah berserah diri kepada Allah SWT. Tidak ada daya dan kekuatan selain milik Allah SWT. Selalulah berdoa agar dimudahkan dan dilancarkan segala urusan. Kalau jemaah sudah merasa bingung untuk pulang, cobalah menghadap kiblat dan sholat 2 rakaat. Sholat dan istighfar untuk ditunjukkan jalan pulang ke penginapan. Insya Allah segera setelah selesai sholat, jemaah ditunjukkan jalan pulang, entah dengan bertemu teman serumah, entah diperlihatkan landmark yang dikenali, dsb.

1347277254346809638

Pada saat padat, Masjidil Haram bisa dipenuhi 2 juta orang lebih

(bersambung)

Tags: haji

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemuda Papua Unjuk Kreativitas Seni ‘Papua …

Viktor Krenak | | 28 November 2014 | 11:45

Harusnya Nominal Subsidi Tetap 1500 Perak, …

Dhita A | | 28 November 2014 | 13:34

Terpana Danau Duma …

Lukman Salendra | | 28 November 2014 | 12:25

Senangnya Terpilih Menjadi Host Moderator …

Edrida Pulungan | | 28 November 2014 | 13:43

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46



HIGHLIGHT

Tata Bangunan Kota Banda Aceh …

Rahmat Syah | 8 jam lalu

Komando Nelayan, Sebuah Pemikiran untuk …

Wahyudi Sebatik | 8 jam lalu

Naiknya Harga BBM Memaksa Gerak Lebih Cepat …

Muthiah Alhasany | 8 jam lalu

Menembus Batas-batas Pikiran …

Wira Dharmapanti Pu... | 8 jam lalu

Gerdema: Merevolusi Desa, Merevolusi Bangsa …

Octaviana Dina | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: