Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Ilyani Sudardjat

"You were born with wings, why prefer to crawl through life?"......- Rumi -

Palestina dan Mesir, Negara yang Mengakui Kemerdekaan RI Pertama Kali

REP | 16 August 2012 | 14:43 Dibaca: 10758   Komentar: 63   32

Besok, Jumat, 17 Agustus 2012,  ulang tahun hari Kemerdekaan RI. Dalam nuansa Ramadhan, bulan suci umat Islam. Ini sama dengan kejadian 67 tahun yang lalu. Ketika Soekarno mengumandangkan proklamasi, dalam suasana suci bulan Ramadhan, di hari Jumat pula.

Kalau diingat sejarah, proklamasi itu bukan gratis. Belanda tetap ingin mencaplok Indonesia. Sehingga berkobar perang dimana mana. Dan Indonesia, berjuang bukan hanya dengan senjata, tetapi juga diplomasi menggalang dukungan luar negeri, untuk bisa menekan Belanda agar mengurungkan niatnya menguasai kembali bumi pertiwi.

Dukungan yang paling nyata itu datang dari 2 negara. Pertama adalah negara Mesir. Begitu kemerdekaan Indonesia tersebar ke luar negeri, pemerintah Mesir langsung mengirim utusannya yang berada di Bombay ke Jogjakarta (ketika itu ibukota RI sementara), bernama Mohamad Abdul Mun’im, secara berani, karena menembus blokade Belanda.

Beliau menyampaikan dokumen resmi pemerintah Mesir dalam mengakui kemerdekaan RI tersebut. Ini pertama kalinya dalam sejarah, utusan resmi suatu negara mempertaruhkan nyawanya untuk menyampaikan dukungan kemerdekaan. Inilah perutusan pertama negara lain yang mendukung kemerdekaan RI.

Jadi, bukan negara Amerika Serikat, Inggris, Perancis atau negara negara yang berteriak soal hak asasi manusia ya, yang mendukung kemerdekaan Indonesia.

Kemudian, dukungan Mesir tersebut dilanjutkan dengan Perjanjian Persahabatan Indonesia - Mesir. Ketika penanda tanganan dokumen kerjasama ini di Kairo, Kedutaan Belanda di Mesir menyerbu masuk ke dalam ruangan kerja Perdana Menteri Mesir, untuk mengajukan protes. Tetapi dengan bersikeras, Mesir mengabaikan protes tersebut.

Pengakuan Mesir ini terjadi karena kedekatan tokoh tokoh perjuangan kemerdekaan RI dengan tokoh Ikhwanul Muslimin di Mesir. Seperti Agus Salim, Sutan Syahrir, M.Natsir dengan tokoh pergerakan IM.

Dukungan ini disambut dengan hangat dan bahagia oleh Soekarno yang menyatakan bahwa: ‘karena diantara kita terdapat timbal balik pertalian agama’.

Sementara Sutan Syahrir sendiri menyebutkan bahwa ‘ persaudaraan islam ini adalah suatu kenyataan dalam memutus rantai penjajahan asing’.

Sedangkan pengakuan yang diberikan oleh rakyat Palestina, juga sangat heroik. Palestina juga termasuk yang mendukung kemerdekaan RI. Cuman kan negara Palestina tidak diakui.

Yang lebih hebatnya lagi, ketika itu pemimpin Palestina, Muhammad Ali Taher menyumbangkan seluruh tabungannya untuk perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI.

Sumber ini kukutip dari fb, yang juga mengutip dari:

sumber : “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia , M. Zein Hassan Lc.

Buku ini diberi kata sambutan oleh:
- Moh. Hatta (Proklamator & Wakil Presiden pertama RI),
- M. Natsir (mantan Perdana Menteri RI),
- Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI ketika buku ini diterbitkan) , dan
-Jenderal (Besar) A.H. Nasution.

Semoga, hubungan yang sinergis terus terjalin antara Indonesia dengan negara negara ini. Dan untuk Palestina, negeri yang masih bersimbah darah dan air mata ini, semoga Hari Al Quds sedunia ini dapat menunjukkan solidaritas yang ehmm, hanya ini. Solidaritas dan doa saja.

Ya Sudah, Salam Kemerdekaan RI!

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Rekor pun Ternoda, Filipina Bungkam …

Achmad Suwefi | | 25 November 2014 | 17:56

Pak Ahok Mungutin Lontong, Pak Ganjar …

Yayat | | 25 November 2014 | 21:26

Menunggu Nangkring Bareng PSSI, Untuk Turut …

Djarwopapua | | 25 November 2014 | 21:35

Jangan Sembarangan Mencampur Premium dengan …

Jonatan Sara | | 24 November 2014 | 10:02

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Suami Bergaji Besar, Masih Perlukah Istri …

Cucum Suminar | 5 jam lalu

Anies Baswedan Merobohkan Mental Block Guru …

Pong Sahidy | 5 jam lalu

Telah Ditemukan Sebab Kekalahan Timnas …

Pebriano Bagindo | 6 jam lalu

Tamat Sudah Riwayat Opa Riedl Siap-siap …

Hery | 7 jam lalu

Heboh, Usia 17 Menangi Rp 15 Miliar! …

Jimmy Haryanto | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Nonton Sepakbola Rasa Kesal, Timnas …

Sugiyanto Hadi | 8 jam lalu

Libido Orin …

Yulia Yuli | 8 jam lalu

Bukan Golkar Kalau Tidak Bisa Bermain Cantik …

Restoe Bumi Victori... | 9 jam lalu

Minum Air Lemon di Pagi Hari dan Manfaatnya …

Gitanyali Ratitia | 9 jam lalu

Ajaib! 7 Menit Melintas di Pasar Traditional …

Asep Rizal | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: