Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Nurdin Abd.gani

Sebagai pengamat sosial

Zionis Israel Anggap Mesjid Al-Aqsa Miliknya, Bagaimana Sikap Dunia Muslim ?

REP | 23 July 2012 | 05:27 Dibaca: 778   Komentar: 0   0

Beberapa pejabat Zionis Israel menyatakan,bahwa wilayah pendudukannya di Mesjidil Al Aqsa dianggapnya sebagai wilayah teritorial negara Zionsi Israel.Pernyataan tersebut segera mendapat kutukan dari Kerajaan Yordania,sebagaimana dilansir oleh kantor beriota resmi Yordania,Petra Sabtu 21 juli 2012.

Dalam menanggapi pernyataan beberapa pejabat dari rejim Zionis Israel tersebut,Samih Maayteh Menteri urusan Media dan Komunikasi Yordania mengatakan bahwa Yordania akan menolak setiap upaya rejim Zionis Israel untuk mengklaim  kawasan suci umat Islam di Yerusalem itu.Selanjutnya ,Samih Maayteh m engatakan pula,bahwa setiap provokasi yang dilakukan Zionis Israel akan memicu konflik agama besar-besaran di wilayah tersebut.

Memang Zionis IOsrael sudah lama berupaya untuk meng-Yahudikan kawasan Yerusalem Timur,dengan mengusir warga palestina bersamaan dengan membangun pemukiman-pemukiman baru bagi Yahudi.Selain itu Zionis Israel juga mencoba secara sistematis untuk menghapus warisan budaya Muslim yang terdapat di wilayah tersebut.Bahkan tidak hanya budaya warisan Muslim yang hendak dihapus,akan tetapi Zionis Israel  juga hendak menghapus berbagai warisan budaya Kristen yang ada sekitar itu,seperti Gereja  di Betlehem tempat Lahir nabi Isa Ibnu Maryam.

Menteri Urusan Media dan Komunikasi Yordania ,Samih Maayteh mengatakan pula,bahwa  wilayah Yerusalem Timur termasuk komplek Mesjidil Al Aqsa itu merupakan kawasan yang dididuduki oleh Zionis Israel sejak perang 1967,yang juga sebagaimana diakui oleh hukum internasional.Karenanya ,provokasi itu merupakan suatu penghinaan terhadap peran sejarah Kerajaan  Hasyimiyah Yordania  di Yerusalem.

Memang dinasty Hasyimiah yang sebelumnya berkuasa di jazirah Arabia ,namun kemudian mereka dikuasai oleh Kerajaan Turki Osmany.Tetapi dinasty Hasyimiyah masih diberi hak hak mirip otonomi oleh Kerajaan Turki  ,sehingga  mereka bisa  berkuasa Nedjev termasuk dua tempat suci Muslim Mekkah dan Madinah. Tetapi menjelang perang dunia pertama,dinasty Hasyimiyah tersusir dari sana oleh Dinasty Saudiah yang berdiri mewnyusul kerjasamanya dengan Ziionis dan Inggris.

Berawal dari Emir Faisal-Chaem Weiman Agreement  dan Lowrence Of Arabia sehingga muncul Balfour Declaration ,yang berkoalisi melawan Tuerki yang terjun dalam perang dunia pertama bersama Jerman tersebut.Kemunduran Turki menjadi peluang bagi berdirinya kerajaan Saudi Arabia,dan Zionis Israel di Palestina.Sementara diasty Hashimiyah mendirikan Kerajaan Yordania,yang sekarang diperintahi oleh Raja Abdullah tersebut.Bekas wilayah Turki di Timur tengah selanjutnya dikapling-kapling oleh  negara-negara sekutu Inggris,Perancis , Italia menyusl kekalahan Turki dalam perang dunia pertama itu.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sultan Brunei Sambut Idul Fitri Adakan Open …

Tjiptadinata Effend... | | 30 July 2014 | 07:16

Simpang-Siur Makna “Politikus” …

Nararya | | 30 July 2014 | 00:56

Di Timor-NTT, Perlu Tiga Hingga Empat Malam …

Blasius Mengkaka | | 30 July 2014 | 07:18

Jalan-jalan di Belakangpadang …

Cucum Suminar | | 30 July 2014 | 12:46

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56


TRENDING ARTICLES

Materi Debat Prabowo yang Patut Diperhatikan …

Bonne Kaloban | 7 jam lalu

Cabut Kewarganegaraan Aktivis ISIS! …

Sutomo Paguci | 10 jam lalu

Presiden 007 Jokowi Bond dan Menlu Prabowo …

Mercy | 10 jam lalu

Dua Kelompok Besar Pendukung Walikota Risma! …

Jimmy Haryanto | 10 jam lalu

Pemerintahan Ancer-ancer Jokowi-JK Bikin …

Hamid H. Supratman | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: