Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Ahmed Tsar Blenzinky

Ingin menjadi penulis multi talenta..... Ikuti @AhmedTsar

Update: Bersetubuh Dengan Mayat Diperbolehkan di Mesir Hanya Omong Kosong

REP | 26 April 2012 | 18:20 Dibaca: 5500   Komentar: 111   9

Kontroversial: Hukum 'perpisahan hubungan' adalah bagian dari sejumlah kebijakan yang diperkenalkan oleh Islam yang didominasi parlemen

Ilustrasi

Update tulisan:

Ternyata pihak Mail Online telah mengkonfirmasi berita di bawah ini ke Kedutaan Mesir di London. Sumber di kedutaan tersebut mengatakan: “Tuntutan tersebut ’sepenuhnya palsu ‘, ‘ dilarang dalam Islam ‘ dan ‘ tidak pernah bisa membayangkan hal itu terjadi,” sebagaiman dikutip dari situs Daily Mail. Selanjutnya sumber itu berujar: Usulan tersebut, jika bahkan ada, belum mencapai parlemen, meskipun juga mengakui hal itu bisa menjadi pekerjaan seorang politisi ekstremis

Seperti yang ditulis sebelumnya bahwa Di Mesir jika seorang suami atau istri baru saja meninggal, maka pasangan sahnya boleh “berhubungan suami-istri” dengannya. Syaratnya, usia si jasad tidak boleh lebih dari 6 jam. Ya itulah Undang-Undang yang kini sedang menjadi kontroversi di negeri Piramida itu. Undang-Undangnya bernama “Farewell Intercourse” (persetubuhan perpisahan).

Menjadi kontroversi karena Dewan Nasional Mesir Untuk Perempuan (Egypt’s National Council for Women / NCW) saat ini sedang menggugat UU tersebut ke parlemen Mesir agar UU itu digagalkan. Bersamaan dengan gugatan UU itu, NCW juga mengajukan gugatan terhadap UU yang mengatakan, anak perempuan boleh menikah mulai dari usia 14. Alasan kedua gugatan itu adalah  ”UU ini akan memojokkan, merusak dan berpengaruh negatif terhadap status para perempuan Mesir dalam merencanakan pembangunan masa depan kaum perempuan,” Ujar kolumnis Mesir Amro Abdul Samea di situs alarabiyah.net.

Sedangkan yang membela UU ini (maksudnya yang Farewell Intercourse), mereka mengikuti fatwa ulama Maroko (Zamzami Abdul Bari) yang mengatakan: Status pernikahan suami-istri tetap berlaku meskipun salah-satu dari keduanya baru saja meninggal. Nah UU Farewell Intercourse meneruskan logika fatwa ulama tersebut. Fatwa itu dikeluarkan Mei 2011 di Maroko pada saat Mesir mengalami “musim semi revolusi.” Lambat-laun pandangan fatwa tersebut akhirnya merembes ke Mesir dan akhirnya disahkan menjadi UU.

Ada anggota parlemen Mesir yang menyetujui gugatan itu karena “UU tersebut berpotensi untuk menghancurkan keluarga serta UU itu disahkan sebab untuk menyenangkan mantan ibu negara, Suzanne Mubarak.

“Ini luar biasa. Ini bencana untuk memberikan hak pada suami! Apakah tren Islam sudah sejauh itu? Benarkah ada rancangan undang-undang dalam hal ini? Apakah ada orang berpikir dengan cara ini? ” ujar penyiar TV (Jaber al-Qarmouty) yang mengkritik pandangan UU itu.

Apakah Islam memperbolehkan hal itu atau hanya fatwanya (baca: cabang dari hukum Islam) saja yang membolehkan hal itu?

Sumber berita dan foto: di sini dan sini



Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bergembira Bersama Anak-anak Suku Bajo …

Akhmad Sujadi | | 17 September 2014 | 05:23

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48

Jokowi Menghapus Kemenag atau Mengubah …

Ilyani Sudardjat | | 17 September 2014 | 13:53

Menempatkan Sagu Tidak Hanya sebagai Makanan …

Evha Uaga | | 16 September 2014 | 19:53

5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam …

Hendra Makgawinata | | 17 September 2014 | 19:50


TRENDING ARTICLES

Ternyata Gak Gampang Ya, Pak Jokowi …

Heno Bharata | 11 jam lalu

Bangganya Pakai Sandal Jepit Seharga 239 …

Jonatan Sara | 12 jam lalu

Invasi Tahu Gejrot …

Teberatu | 13 jam lalu

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 15 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Inggris tanpa Raya, Nasib istilah …

Adie Sachs | 8 jam lalu

Kupangku Kasihku (MDK) #1 …

Pietro Netti | 8 jam lalu

HL Bukan Ambisi Menulis di Kompasiana …

Much. Khoiri | 8 jam lalu

Metode Baru Pilkada(sung) …

Muksalmina Mta | 8 jam lalu

[Fiksi Fantasi] Kisah Penemuan Serum …

Mustafa Kamal | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: