
sebagai guru sejarah dan sosiologi di SMA di kota Bandung tentu saja perlu berwawasan luas,karenanya saya selalu suka membaca dan menulis untuk memperluas wawasan yang masih sempit ini.
Dibaca: 880
Komentar: 61
13 dari 13 Kompasianer menilai aktual
Melanjutkan tulisan sebelumnya mengenai pembakaran kitab suci Al Qur’an yang dilakukan oleh pasukan negeri Paman Sam yang bertugas di Afghanistan ,Selasa 21 Februari 2012 .Hari ini Rabu,22 Feberuari 2012 terjadi kerusuhan di Kabul yang kelihatannya semakin meluas,berbagai bom-bom molotov di lemparkan ke kubu kubu pertahanan pasukan Amerika Serikat dan pasukan NATO lainnya di Penjara Balgram.
Para pengunjuk rasa yang diperkirakan ribuan itu merangsek kubu pertahanan NATO di Afghanistan sambil meneriakkan yel-yel”matilah AS dan rejim bonekanya pimpinan Hamid Karzai”.Gerakan protes yang berlangsung sejak kemarin ,hari Selasa 21 Feberuari 2012 menyebabkan lima orang tewas ditembak oleh pasukan AS dan belasan orang mengalami luka-luka.Kerusuhan itu sendiri juga terjadi di kota Jalalabad,sebelah timur negara Afghanistan,serta di kota Shirwar,propinsi Parwan.
Kebencian rakyat Afghanistan kepada pasukan pendudukan NATO pimpinan AS dan rejim bonekanya pimpinan Hamid Karzai semain memuncak seiring berbagai kebiadaban Paman Sam terhadap warga Afganistan .Pasukan AS memang sudah sering menodai Islam,bukan hanya di zona pertempuran tetapi juga dizona damai.Seorang pastor AS,Terry Jones pada bulan April 2011 membakar kitab suci Al Qur’an .Sementara di medan tempur Afghanistan pasukan AS juga melakukan hal yang sama,mengencingi jenazah para pejuang Thaliban yang juga merupakan suatu perilaku yang sangat keji itu.
Kemudian kembali mereka lakukan kebiadaban dengan membakar Al Qur’an yang merupakan suatu penghinaan terhadap kesucian Islam,yang kemudian menimbulkan kecaman keras dari bangsa Afghanistan.Untuk upaya meredamnya maka Komandan NATO asal AS Jenderal John R.Allen segera minta ma’af kepada rejim Kabul dan rakyat Afghanistan,tetapi rakyat masih terus melakukan protes keras terhadap kekejian itu.
Selain itu Sekjen PBB Ban Kie Moon juga mengutus utusannya,Jan Kubis untuk bertemu dengan salah seorang Ulama terkemuka di Afghanistan Maulawi Qiyamuddin .Kunjungan Jan Kubis ke Afghanistan khusus untuk membicarakan masalah itu ,dan ia minta Maulawi Qiyamuddin supaya menggunakan pengaruhnya untuk menenangkan warga Afghanistan.Namun sampai sekarang belum berhasil meredam kerusuhan anti AS dan Karzai tersebut, yang kelihatannya semakin meluas.
Memang rakyat Afghanistan semakin benci kepada NATO dan rejim bonekanya di Kabul,dan semakin senang mereka di bawah rejim Thaliban sebelumnya.Laporan itu berdasarkan bocoran dokumen rahasia NATO bulan Januari lalu,yang sempat menghebohkan masyarakat internasional.