
Sebagai pengamat masalah-masalah sosial politik dan ekonomi yang suka membaca dan menulis .
Dibaca: 139
Komentar: 0
1 dari 1 Kompasianer menilai aktual
Pemerintah Inggris masih tetap mencoba untuk mempertahankan kekuasaannya terhadap Scotlandia,meskipun sebagian rakyat Scotlandia tersebut sudah sejak lama menginginkan terlepas dari penjajahan Inggris yang sudah lama dikemas dalam bungkusan “Britania Raya”.
Menteri pertama Scotlandia,Alex Salmond yang memimpin SNP(Scotland National Party)menjadi ancaman serius bagi monarchi Konsevatif Inggris dalam mempertahankan kekuasaan sisa-sisa kolonialnya di Scotlandia. Ancaman tersebut semakin nyata tahun 2011 ketika Partai Nasional Scotlandia(SNP)berhasil meraih dukungan siuara terbanyak dalam Pemilu Scotlandia,yang segera pula menghendaki suatu referendum tahun 2014 sebagai jembatan menuju kemerdekaan dari Inggris.
Meskipun Perdana Menteri Inggris,David Cameron coba dengan berbagai cara untuk memblokir aspirasi rakyat Scotlandia dengan merekayasa suatu survei seolah-olah rakyat Scotlanbdia masih tetap ingin bergabung dengan Inggris dalam Britania Raya.Namun dukungan terhadap kemerdekaan Scotlandia kelihatannya semakin besar , meskipun gerakan nasionalisme Scotlandia baru secara terbuka di kampanyekan oleh Alex Salmond beberapa tahun silam.
Menurut kantor berita terkemuka ,AFP Rabu,22 Februari 2012 bahwa raja media ,Rupert Murdoch dalam dunia mayanya menuliskan bahwa ia mendukung sepenuhnya kemerdekaaan Scotlandia.Biarkan mereka menentukan nasibnya sendiri,sebagai bangsa yang sejak lahir sudah memiliki hak kebebasannya untuk menentukan jalannya sendiri tanpa senantiasa di dominasi dan di gurui oleh rejim kolonialisme Inggris.
Tulisan Rupert Murdoch segera mendapat perhatian luas di media massa Inggris ,yang tentu saja tidak di senangi oleh rejim monarchi Inggris itu.Gerakan kemerdekaan Scotlandia itu tentunya akan segera pula mendorong hal serupa terhadap bangsa Irlandia ,Wales yang sudah lama juga mereka berjuang untuk melepaskan diri dari rejim monarchi London tersebut. Sebagaimana halnya rakyat Scotlandia,maka rakyat Irlandia sudah ratusan tahun lamanya mereka berjuang untuk melepaskan diri dari kerajaan Inggris.
Nasib Scotlandia masih lebih baik dari Irlandia yang dalam proses meraih kemerdekaannya dari Inggris,mereka berhasil di giring kemasalah komflik agama sehingga terpecah belah dalam perang saudara yang berkepanjangan yang sangat menguntung Inggris.Karena konflik agama ratusan tahun itu,sehingga mereka terpecah menjadi dua bagian Irlandia Utara dan Irlandia Selatan,yang menyebabkan kemerdekaan sebagai tujuan yang utamanya kini semakin kurang terdengar .Namun demikian tetap masih hidup di hati bangsa-bangsa Irlandia dan juga Wales.